Selasa, 27 Oktober 2026
21:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Titrasi obat

Titrasi obat

Bagikan:
330px-Titrated_doses.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kurva respons dosis terapeutik (hijau) dan efek samping (merah) yang menggambarkan dosis titrasi awal dan semakin meningkat (panah).

Titrasi obat adalah proses penyesuaian dosis suatu obat untuk mendapatkan manfaat maksimal tanpa efek samping.[1]

Ketika suatu obat memiliki indeks terapeutik yang sempit, titrasi sangatlah penting, karena kisaran antara dosis efektif suatu obat dan dosis terjadinya efek samping kecil.[2] Beberapa contoh jenis obat yang umumnya memerlukan titrasi antara lain insulin, antikonvulsan, pengencer darah, antidepresan, dan obat penenang.[3][4][5]

Disarankan untuk melakukan titrasi obat dibandingkan menghentikannya secara tiba-tiba dalam beberapa situasi. Glukokortikoid harus dikurangi setelah penggunaan jangka panjang untuk menghindari insufisiensi adrenal.[6]

Titrasi obat juga digunakan dalam uji klinis tahap I. Obat eksperimental diberikan dalam dosis yang meningkat hingga efek samping menjadi tidak dapat ditoleransi.[7] Uji klinis yang menemukan dosis yang sesuai disebut studi rentang dosis (dose-ranging study).

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Maxwell S (2013). "Chapter 2: Therapeutics and Good Prescribing: Choosing a Dosing Regime". Dalam Walker BR, Colledge NR, Ralston SH, Penman ID (ed.). Davidson's Principles and Practice of Medicine. Elsevier Health Sciences. hlm. 34. ISBN 978-0-7020-5103-6.
  2. ↑ Schachter M, Pirmohamed M (2012). "General Pharmacology". Dalam Bennett PN, Brown MJ, Sharma P (ed.). Clinical Pharmacology (Edisi 11). Elsevier. hlm. 74–109. ISBN 978-0-7020-4084-9.
  3. ↑ Roden DM (2014). "Chapter 5 : Principles of Clinical Pharmacology". Dalam Kasper D, Fauci A, Hauser S, Longo D, Jameson JL, Loscalzo J (ed.). Principles of Clinical Pharmacology (Edisi 19). New York, NY: McGraw-Hill. ISBN 978-0-07-180215-4.
  4. ↑ Olson KR, Anderson IB, Benowitz NL, Blanc PD, Clark RF, Kearney TE, Kim-Katz SY, Wu AH, ed. (11 Desember 2017). "Section III: Therapeutic Drugs and Antidotes". Poisoning & Drug Overdose (Edisi 7). New York, NY: McGraw-Hill. ISBN 978-0-07-183979-2.
  5. ↑ Kruidering-Hall M, Campbell L (30 November 2017). "Chapter 27: Skeletal Muscle Relaxants". Dalam Katzung BG (ed.). Basic & Clinical Pharmacology (Edisi 14). New York, NY: McGraw-Hill. ISBN 978-1-259-64115-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Furst DE, Saag KG. "Glucocorticoid withdrawal". Dalam Matteson EL, Curtis MR (ed.). Treatment Issues in Rheumatology. Diakses tanggal 1 Januari 2024.{{cite book}}: |website= diabaikan
  7. ↑ "Dose-Response Information to Support Drug Registration" (PDF). Guideline for Industry. FDA. November 1994. Diakses tanggal 1 Januari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik farmakologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan