Kamis, 08 Oktober 2026
22:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Titan Rain

Titan Rain

Bagikan:
330px-Lockheed_Martin_Aeronautics_Discussion.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diskusi Lockheed Martin Aeronautics


Titan Rain adalah rangkaian serangan siber terkoordinasi terhadap sistem komputer di Amerika Serikat yang terdeteksi sejak tahun 2003 dan diketahui berlangsung setidaknya selama tiga tahun.[1] Serangan ini dilaporkan berasal dari Guangdong, Tiongkok.[2] Aktivitas tersebut diyakini berkaitan dengan ancaman persisten tingkat lanjut (advanced persistent threat) yang didukung oleh negara. Pemerintah federal Amerika Serikat memberikan sebutan Titan Rain untuk mengidentifikasi rangkaian serangan ini.

Dalam operasinya, pelaku Titan Rain berhasil memperoleh akses ke berbagai jaringan komputer milik kontraktor pertahanan Amerika Serikat. Target serangan mencakup informasi sensitif yang berkaitan dengan pertahanan dan teknologi. Beberapa organisasi yang dilaporkan terdampak antara lain Lockheed Martin, Sandia National Laboratories, Redstone Arsenal, dan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat.

Penyerang

Serangan Titan Rain dilaporkan berkaitan dengan aktivitas Unit 61398 Tentara Pembebasan Rakyat.[3] Kelompok ini diduga melakukan serangan terhadap sejumlah lembaga negara, termasuk instansi intelijen Amerika Serikat serta Kementerian Pertahanan Britania Raya.

Pada tahun 2006, sebuah kelompok peretasan terorganisasi yang dikaitkan dengan Tiongkok dilaporkan mengganggu sebagian sistem komputer Dewa Rakyat Britania Raya.[4] Pemerintah Tiongkok menyatakan tidak terlibat dan menolak tuduhan keterkaitan dengan serangan tersebut.

Konsekuensi

330px-The_US_Treasury_Department.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Departemen Keuangan, Washington, D.C. Amerika Serikat


Pemerintah Federal Amerika Serikat menyatakan bahwa serangan siber yang terjadi pada tahun 2004 berasal dari Tiongkok. Alan Paller, Direktur Riset Institut SANS, menilai bahwa serangan tersebut menunjukkan tingkat kedisiplinan dan koordinasi yang tinggi, sehingga kecil kemungkinan dilakukan oleh pihak nonmiliter. Menurutnya, tingkat kecanggihan operasi tersebut mengarah pada keterlibatan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok.[5]

Titan Rain dilaporkan menargetkan sejumlah lembaga, termasuk Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) dan Biro Investigasi Federal (FBI). Meskipun tidak terdapat laporan mengenai pencurian informasi rahasia, para pelaku diduga memperoleh data tidak terklasifikasi, seperti informasi dari komputer pribadi. Informasi tersebut dinilai berpotensi digunakan untuk menganalisis kemampuan serta kerentanan sistem di Amerika Serikat.[6]

Serangan ini juga berdampak pada hubungan internasional, khususnya dalam meningkatkan ketegangan dan ketidakpercayaan antara Tiongkok dan sejumlah negara lain, termasuk Britania Raya dan Rusia. Pemerintah Britania Raya secara resmi menyatakan bahwa sistem pemerintahan mereka menjadi sasaran peretas yang berasal dari Tiongkok. Secara lebih luas, kasus Titan Rain mendorong negara-negara di dunia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman serangan siber lintas negara.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "Cyber Operations Tracker" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-12.
  2. ↑ Thornburgh, Nathan. "The Invasion of the Chinese Cyberspies". TIME (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-12.
  3. ↑ "Cyber Operations Tracker" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-12.
  4. ↑ Norton-Taylor, Richard (2007-09-05). "Titan Rain - how Chinese hackers targeted Whitehall". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2026-01-12.
  5. ↑ "The lesson of Titan Rain: Articulate the dangers of cyber attack to upper management | Homeland Security Newswire". www.homelandsecuritynewswire.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-12.
  6. ↑ "The 7 worst cyberattacks in history (that we know about)". DVICE (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-12.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan