Jumat, 23 Oktober 2026
22:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Tipe 4 Ha-To

Tipe 4 Ha-To

Mortir swagerak Jepang

Bagikan:
Tipe 4 Ha-To
330px-Type_4_Ha-To.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tipe 4 Ha-To "Mortir swagerak"
Negara asal Kekaisaran Jepang
Sejarah produksi
Jumlah produksi 4
Spesifikasi
Berat 14,3 ton
Panjang 6,8 meters
Lebar 2,4 meter
Tinggi 2,75 meters
Awak 7
Perisai 12–25 mm
Senjata
utama
Mortir 300 mm Tipe 3
Senjata
pelengkap
-
Jenis Mesin Mesin 6cyl Mitsubishi gasoline
115 HP
Daya kuda/ton -
Suspensi bell crank
Kecepatan 40 km/h

Tipe 4 Ha-To (試製四式重迫撃砲 ハト, Shisei yon-shiki jū-hakugekihō hato) adalah sebuah meriam swagerak yang dikembangkan oleh Angkatan Darat Kekaisaran Jepang untuk digunakan dalam Perang Dunia II.

Sejarah dan rancangan

Tipe 4 Ha-To dibuat sebagai platform bantuan tembakan swagerak pada akhir 1943. Ha-To memanfaatkan mortir berat 300 mm Tipe 3 yang dipasang pada sasis tank medium Tipe 4 Chi-To yang dimodifikasi.[1][2] Perisainya "lebih tipis" daripada Chi-To dan kompartemen mesinnya dipindahkan ke depan.[2] Mortirnya memiliki jangkauan 3.000 m (1,9 mil) dan meluncurkan proyektil seberat 170 kg (374 pon). Mortir itu sendiri berbobot hampir 1,5 ton dan untuk menjaga agar pusat gravitasi tidak menggeser dan menjatuhkan kendaraan, mortir itu tidak dapat dinaikkan lebih dari 50 derajat.

Purwarupa pertama selesai pada akhir 1944 dan dibawa ke Akademi Tentara Kekaisaran Jepang untuk diuji. Meskipun pengujian menunjukkan bahwa Ha-To akan menjadi senjata yang efektif, kendaraan ini terlalu mahal untuk diproduksi, dan Biro Teknis Angkatan Darat Jepang justru mengalihkan perhatiannya pada beberapa peluncur roket swagerak.[1]

Tiga unit tambahan diproduksi sebelum Jepang menyerah, tetapi tidak ada yang digunakan dalam pertempuran.[3]

Referensi

Bibliografi

Kendaraan tempur lapis baja Kekaisaran Jepang pada Perang Dunia II
Tanket
Tank ringan
Tank medium
Tank amfibi
Artileri swa-gerak
(termasuk Penghancur tank)
Mobil lapis baja
Lainnya
Purwarupa
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan