Kamis, 24 September 2026
06:21 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Kejuaraan Perbara

Kejuaraan Perbara

turnamen sepak bola antar negara-negara Asia Tenggara

Kejuaraan Perbara
250px-2024_ASEAN_United_FC_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
PenyelenggaraAFF
Mulai digelar1996;30 tahun lalu (1996)
WilayahAsia Tenggara
Jumlah tim10 (putaran final)
Juara bertahan Vietnam (gelar ke-4)
Tim tersukses Thailand (7 gelar)
Situs webaseanutdfc.com
Kejuaraan Perbara 2026

Kejuaraan Perbara (bahasa Inggris:ASEAN Championship), yang saat ini bernama Piala Hyundai ASEAN karena alasan sponsor, adalah kompetisi sepak bola internasional putra dua tahunan yang diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola Perbara (AFF) bagi tim nasional di Asia Tenggara. Kompetisi ini pertama kali digelar pada 1996 dan merupakan turnamen utama AFF bagi tim nasional putra senior. Kejuaraan ini menjadi bagian dari kelompok kompetisi regional yang juga mencakup Kejuaraan Klub Perbara, kejuaraan wanita, dan kejuaraan kelompok umur AFF.[1]

Kompetisi tersebut sebelumnya dikenal dengan nama Piala Tiger, Kejuaraan AFF, atau Piala AFF. Nama komersialnya kemudian menjadi Piala Suzuki AFF, Piala Mitsubishi Electric AFF, dan sejak edisi 2026, Piala Hyundai ASEAN. Identitas umum Kejuaraan ASEAN mulai digunakan sejak edisi 2024.[1][2]

Empat negara telah menjuarai kompetisi ini hingga edisi 2026. Thailand merupakan tim tersukses dengan tujuh gelar, disusul Singapura dan Vietnam dengan masing-masing empat gelar, dan Malaysia dengan satu gelar. Indonesia telah mencapai final sebanyak enam kali tanpa pernah menjadi juara, yang merupakan rekor penampilan final terbanyak tanpa gelar. Vietnam adalah juara bertahan dua edisi terakhir, setelah mengalahkan Thailand pada final 2024 dan 2026.[1][3][4]

Kompetisi ini berkembang dari turnamen terpusat selama sekitar dua pekan menjadi kompetisi kandang atau tandang yang dimainkan di berbagai negara Asia Tenggara. Sejak 2018, sepuluh peserta putaran final dibagi menjadi dua grup berisi lima tim. Setiap tim memperoleh dua pertandingan kandang dan dua pertandingan tandang, sedangkan semifinal dan final dimainkan dalam dua leg.[1]

Kejuaraan Perbara menjadi arena reguler bagi sejumlah persaingan sepak bola regional, termasuk Malaysia–Singapura, Thailand–Vietnam, Indonesia–Malaysia, dan Indonesia–Vietnam. Pertandingan tersebut memperoleh perhatian besar karena kedekatan geografis, sejarah politik, migrasi regional, dan persaingan antarsuporter. Namun, kedudukan turnamen di luar Kalender Pertandingan Internasional FIFA dapat membatasi pelepasan pemain oleh klub dan menyebabkan beberapa negara tidak menurunkan skuad terbaiknya.[5]

Sejarah

Piala Tiger

Edisi pertama diselenggarakan di Singapura pada 1996. Thailand menjadi juara perdana setelah mengalahkan Malaysia 1–0 pada final. Nama Piala Tiger berasal dari sponsor utama kompetisi saat itu, Tiger Beer.[1]

Pada edisi 1998, turnamen diwarnai kontroversi pada pertandingan fase grup antara Indonesia dan Thailand. Kedua tim telah lolos ke semifinal dan dinilai berusaha menghindari pertemuan dengan tuan rumah Vietnam. Pemain Indonesia Mursyid Effendi kemudian mencetak gol bunuh diri dengan sengaja. Kedua asosiasi didenda karena melanggar semangat permainan, sedangkan Mursyid dilarang bermain dalam pertandingan internasional seumur hidup.[6] Singapura akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan Vietnam 1–0 pada final.

Thailand memenangi edisi 2000 dan 2002 dengan mengalahkan Indonesia pada kedua final. Kemenangan pada 2002 menjadikan Thailand tim pertama yang berhasil mempertahankan gelar. Pada 2004, semifinal dan final untuk pertama kalinya dimainkan dalam dua pertandingan kandang-tandang. Singapura meraih gelar keduanya setelah mengalahkan Indonesia dengan skor agregat 5–2.

Kejuaraan AFF dan Piala Suzuki AFF

Setelah berakhirnya kerja sama dengan Tiger Beer, turnamen nominal 2006 menggunakan nama Kejuaraan Sepak Bola ASEAN. Putaran final dimainkan pada Januari dan Februari 2007. Karena itu, berbagai sumber menyebutnya sebagai edisi 2006 atau 2007. Singapura mempertahankan gelar setelah mengalahkan Thailand dengan skor agregat 3–2 pada final.[7]

Suzuki menjadi sponsor utama mulai edisi 2008. Vietnam meraih gelar pertamanya pada 2008, Malaysia menjadi juara untuk pertama kalinya pada 2010, dan Singapura memperoleh gelar keempat pada 2012. Thailand kemudian memenangi edisi 2014 dan 2016 secara beruntun.

Vietnam meraih gelar keduanya pada 2018. Edisi tersebut memperkenalkan format fase grup kandang atau tandang yang tersebar di negara-negara peserta. Edisi 2020 ditunda akibat pandemi Covid-19, dimainkan secara terpusat di Singapura pada Desember 2021 hingga Januari 2022, dan tetap menggunakan nama edisi 2020. Thailand memenangi edisi tersebut dan mempertahankan gelarnya pada 2022.

Kejuaraan ASEAN

Pada 2024, kompetisi menggunakan identitas Kejuaraan ASEAN. Vietnam memenangi edisi tersebut setelah mengalahkan Thailand dengan skor agregat 5–3 dalam dua leg final.[8]

Edisi 2026 menandai ulang tahun ke-30 dan penyelenggaraan ke-16 kompetisi. Turnamen dijadwalkan berlangsung dari 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Nama komersial Piala Hyundai ASEAN digunakan setelah Hyundai Motor Company menjadi mitra utama kompetisi.[9]

Pada 3 Agustus 2026, Vietnam mengalahkan Indonesia 3–0 di Stadion Pakansari pada fase grup. Kekalahan tersebut merupakan kekalahan kandang terbesar Indonesia dalam sejarah kompetisi pada saat itu.[10][11]

Format

Dalam format yang digunakan sejak 2018, sembilan tim memperoleh tempat langsung di putaran final, sementara dua tim dengan catatan terendah mengikuti babak kualifikasi dua leg untuk memperebutkan satu tempat tersisa. Sepuluh peserta dibagi menjadi dua grup berisi lima tim. Setiap tim memainkan empat pertandingan fase grup, terdiri atas dua laga kandang dan dua laga tandang. Dua tim teratas dari setiap grup lolos ke semifinal. Semifinal dan final dimainkan dalam dua leg dengan sistem kandang-tandang.[1]

Australia telah menjadi anggota AFF sejak 2013, tetapi tidak mengikuti kompetisi putra senior ini.[12]

Kalender dan pelepasan pemain

Kejuaraan Perbara umumnya diselenggarakan di luar Kalender Pertandingan Internasional FIFA. Klub tidak selalu diwajibkan melepas pemain untuk tim nasional di luar jendela internasional yang telah ditetapkan.[13]

Keadaan tersebut terutama memengaruhi negara yang memiliki banyak pemain di klub luar negeri. Keterbatasan pelepasan pemain dapat mengurangi kekuatan sejumlah peserta, tetapi juga memberi kesempatan kepada pemain liga domestik dan pemain muda. Oleh karena itu, hasil Kejuaraan Perbara tidak selalu dapat dibandingkan secara langsung dengan hasil kualifikasi Piala Dunia, ketika lebih banyak pemain utama tersedia.[5]

Perkembangan komersial

Nama dan sponsor

Nama dan sponsor utama
Edisi Nama umum Nama komersial Sponsor nama
1996–2004Kejuaraan Sepak Bola ASEANPiala TigerTiger Beer
2006Kejuaraan Sepak Bola ASEANTidak ada
2008–2020Kejuaraan AFFPiala Suzuki AFFSuzuki
2022Kejuaraan AFFPiala Mitsubishi Electric AFFMitsubishi Electric
2024Kejuaraan ASEANPiala Mitsubishi Electric ASEANMitsubishi Electric
2026Kejuaraan ASEANPiala Hyundai ASEANHyundai Motor Company

Penyiaran dan audiens

Pertandingan didistribusikan melalui jaringan televisi, layanan pengaliran, dan platform media sosial di negara-negara peserta. AFF mengumumkan penyiaran televisi dan digital untuk seluruh 28 pertandingan edisi 2026.[14]

AFF dan mitra komersialnya melaporkan bahwa edisi 2024 menghasilkan jumlah kumulatif 541,5 juta penonton televisi dan digital dalam 2.595 jam siaran. Mereka juga melaporkan 12,66 miliar penayangan video di media sosial, enam miliar impresi, dan potensi jangkauan pemberitaan daring dan cetak sebesar 19,6 miliar.[1][9] Angka tersebut merupakan metrik komersial kumulatif dan tidak menunjukkan jumlah orang yang berbeda.

Potensi komersial regional

Potensi komersial kompetisi didukung oleh besarnya jumlah penduduk Asia Tenggara, konsentrasi pendukung di sejumlah negara, persaingan regional, dan format pertandingan yang tersebar di berbagai pasar nasional. Perpindahan penduduk dan tenaga kerja juga membentuk pasar penonton lintas negara; pertandingan Indonesia di Malaysia atau Singapura, misalnya, dapat memperoleh dukungan dari komunitas Indonesia yang telah tinggal di negara tuan rumah.[15]

Kerja sama Hyundai menunjukkan pendekatan komersial yang melampaui satu turnamen. Selain menjadi sponsor nama Kejuaraan ASEAN, Hyundai menjadi mitra penyaji untuk kompetisi klub, wanita, dan U-23 AFF.[9] Potensi tersebut tetap dibatasi oleh masalah pelepasan pemain, karena ketidakhadiran pemain terkenal yang membela klub luar negeri dapat mengurangi mutu pertandingan dan daya pemasaran internasional.[5]

Signifikansi dan penerimaan

Kompetisi ini tidak menentukan kelolosan ke Piala Dunia FIFA atau Piala Asia AFC, tetapi menyediakan kesempatan reguler bagi tim-tim Asia Tenggara untuk mencapai tahap akhir turnamen internasional senior. Arti pentingnya meningkat setelah sepak bola putra pada Pesta Olahraga Asia Tenggara menjadi kompetisi kelompok umur. Dengan demikian, Kejuaraan Perbara menjadi kompetisi berulang utama yang menentukan juara regional putra senior.[15]

Budaya pendukung dan media digital

Budaya pendukung turnamen dipengaruhi oleh identitas nasional, persaingan regional, migrasi, dan media digital. Pendukung tim tandang tidak selalu datang langsung dari negara yang diwakili; sebagian telah tinggal atau bekerja di negara tuan rumah.[15]

Indonesia kerap dijuluki raja runner-up setelah menjadi juara kedua dalam enam final tanpa pernah menjadi juara.[16] Sebagian pendukung dan media Indonesia juga menggunakan istilah Piala Ciki sebagai julukan bernada meremehkan. Istilah tersebut menggambarkan pandangan bahwa turnamen ini memiliki prestise lebih rendah daripada Piala Asia atau kualifikasi Piala Dunia, terutama karena klub tidak diwajibkan melepas pemain.[17] Pandangan tersebut diperdebatkan karena Indonesia sendiri belum pernah memenangi kompetisi.[18]

Persaingan regional

Malaysia–Singapura

Pertandingan Malaysia dan Singapura sering disebut sebagai Derbi Causeway. Persaingan tersebut dipengaruhi oleh kedekatan geografis, sejarah politik bersama, dan hubungan sepak bola yang panjang. Kedua tim telah bertemu lebih dari 80 kali pada tingkat internasional senior.[19]

Thailand–Vietnam

Thailand dan Vietnam berkembang menjadi dua kekuatan utama regional pada 2010-an dan 2020-an. Kedua negara bertemu dalam final 2008, 2022, dan 2024. Thailand memenangi final 2022, sedangkan Vietnam memenangi final 2008 dan 2024. Pertandingan keduanya terkadang disebut media sebagai El Clásico Asia Tenggara.[3]

Indonesia–Vietnam

Persaingan Indonesia dan Vietnam meningkat pada 2020-an karena kedua tim bertemu dalam Kejuaraan Perbara, Piala Asia, dan kualifikasi Piala Dunia. Indonesia mengalahkan Vietnam dalam tiga pertandingan kompetitif berturut-turut pada 2024, termasuk dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia. Vietnam kemudian mengalahkan Indonesia 3–0 pada Kejuaraan Perbara 2026.[10][11]

Setelah kekalahan Indonesia pada 2026, Justin Hubner mengunggah foto dari pertemuan kedua negara dalam kualifikasi Piala Dunia dan menyatakan bahwa Vietnam telah melupakan hasil pertandingan tersebut. Hubner tidak memperkuat Indonesia karena klubnya tidak diwajibkan melepasnya untuk turnamen yang berada di luar kalender FIFA.[10][20] Komentar tersebut mencerminkan perdebatan mengenai perbedaan kekuatan skuad dalam pertandingan resmi FIFA dan turnamen regional, tetapi tidak dapat dianggap mewakili seluruh pemain atau pendukung Indonesia.

Indonesia–Malaysia

Pertandingan Indonesia dan Malaysia merupakan salah satu persaingan sepak bola utama di Asia Tenggara. Persaingan tersebut dipengaruhi oleh kedekatan geografis, hubungan sejarah dan budaya, serta interaksi politik dan sosial antara kedua negara.

Dalam kompetisi ini, kedua tim bertemu pada final 2010. Malaysia menang 3–0 pada leg pertama di Stadion Nasional Bukit Jalil, sedangkan Indonesia menang 2–1 pada leg kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Malaysia memenangi final dengan skor agregat 4–2 dan memperoleh gelar pertamanya.

Pertandingan kedua negara sering menarik dukungan penonton yang besar, termasuk dari komunitas Indonesia di Malaysia. Persaingan antarsuporter juga dapat menghasilkan ekspresi provokatif. Rekaman dari pertandingan fase grup edisi 2012 memperlihatkan sebagian pendukung Malaysia menyanyikan nyanyian bernada penghinaan terhadap Indonesia.[21] Rekaman tersebut menggambarkan perilaku kelompok pendukung tertentu dan tidak dapat dianggap mewakili seluruh pendukung Malaysia.

Indonesia dalam Kejuaraan Perbara

Indonesia telah mengikuti setiap edisi yang diselesaikan hingga 2024, tetapi belum pernah menjadi juara. Indonesia enam kali menjadi juara kedua, yaitu pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Indonesia kalah dari Thailand pada final 2000, 2002, 2016, dan 2020, dari Singapura pada final 2004, serta dari Malaysia pada final 2010.[1][16]

Indonesia memiliki lebih banyak penampilan final daripada Singapura, Vietnam, dan Malaysia. Hanya Thailand, dengan sebelas penampilan, yang lebih sering mencapai final. Selisih enam antara jumlah penampilan final dan jumlah gelar Indonesia merupakan selisih terbesar di antara seluruh peserta.

Pandangan terhadap prestise kompetisi

Penggunaan istilah Piala Ciki dan komentar pemain yang membandingkan turnamen dengan kualifikasi Piala Dunia telah memicu perdebatan mengenai sikap Indonesia terhadap sepak bola regional.[17][10] Kritik terhadap sikap meremehkan turnamen umumnya menyoroti bahwa Indonesia belum pernah menjadi juara meskipun telah mencapai enam final.[18] Pandangan tersebut tidak dapat digeneralisasi sebagai sikap seluruh pemain, pendukung, atau media Indonesia.

Hasil

Final menurut edisi

Tahun dalam tabel mengikuti penamaan nominal setiap edisi. Edisi 2004, 2006, 2022, dan 2024 berakhir pada tahun kalender berikutnya. Edisi 2020 ditunda akibat pandemi Covid-19 dan dimainkan pada Desember 2021 hingga Januari 2022.

Final Kejuaraan Perbara
EdisiTahun nominalTanggal finalJuaraHasilJuara kedua
I199615 September 1996 Thailand1–0 Malaysia
II19985 September 1998 Singapura1–0 Vietnam
III200018 November 2000 Thailand4–1 Indonesia
IV200229 Desember 2002 Thailand2–2 setelah perpanjangan waktu
Thailand menang 4–2 melalui adu penalti
 Indonesia
V20048 dan 16 Januari 2005 Singapura5–2 (agregat) Indonesia
VI200631 Januari dan 4 Februari 2007 Singapura3–2 (agregat) Thailand
VII200824 dan 28 Desember 2008 Vietnam3–2 (agregat) Thailand
VIII201026 dan 29 Desember 2010 Malaysia4–2 (agregat) Indonesia
IX201219 dan 22 Desember 2012 Singapura3–2 (agregat) Thailand
X201417 dan 20 Desember 2014 Thailand4–3 (agregat) Malaysia
XI201614 dan 17 Desember 2016 Thailand3–2 (agregat) Indonesia
XII201811 dan 15 Desember 2018 Vietnam3–2 (agregat) Malaysia
XIII202029 Desember 2021 dan 1 Januari 2022 Thailand[a]6–2 (agregat) Indonesia[a]
XIV202213 dan 16 Januari 2023 Thailand3–2 (agregat) Vietnam
XV20242 dan 5 Januari 2025 Vietnam5–3 (agregat) Thailand
XVI202622 dan 26 Agustus 2026 Vietnam4–2 (agregat) Thailand

Pencapaian final menurut negara

Pencapaian final hingga edisi 2026
NegaraPenampilanMenangKalah% MenangTahun menangTahun kalah
 Thailand127558,3%1996, 2000, 2002, 2014, 2016, 2020, 20222006, 2008, 2012, 2024, 2026
 Vietnam64266,7%2008, 2018, 2024, 20261998, 2022
 Singapura44100%1998, 2004, 2006, 2012
 Malaysia41325%20101996, 2014, 2018
 Indonesia660%2000, 2002, 2004, 2010, 2016, 2020

Pencapaian terbaik menurut negara

Filipina mencapai semifinal pada 2010, 2012, 2014, 2018, dan 2024, tetapi belum pernah mencapai final. Myanmar mencapai empat besar pada 2004 dan 2016. Brunei, Kamboja, Laos, dan Timor Leste belum mencapai babak gugur hingga edisi 2026.[1]

Pencapaian hingga edisi 2026
NegaraGelarJuara keduaPenampilan empat besar lainnyaPencapaian terbaik
 Thailand752Juara
 Vietnam427Juara
 Singapura404Juara
 Malaysia137Juara
 Indonesia064Juara kedua
 Filipina005Semifinal
 Myanmar002Semifinal/empat besar
 Kamboja000Babak grup
 Laos000Babak grup
 Brunei000Babak grup
 Timor Leste000Babak grup

Rekor dan statistik

Statistik berikut tidak memasukkan edisi 2026 yang masih berlangsung.

  • Gelar terbanyak: Thailand, tujuh.
  • Penampilan final terbanyak: Thailand, sebelas.
  • Kekalahan final terbanyak tanpa gelar: Indonesia, enam.
  • Kemenangan terbesar: Singapura 11–0 Laos pada edisi nominal 2006.
  • Pencetak gol terbanyak sepanjang masa: Teerasil Dangda, 25 gol hingga edisi 2022.[25]
  • Gelar terbanyak sebagai pelatih: Radojko Avramović, tiga gelar bersama Singapura.

Noh Alam Shah memegang rekor gol terbanyak dalam satu pertandingan dan satu edisi. Ia mencetak tujuh gol dalam kemenangan Singapura 11–0 atas Laos pada 15 Januari 2007 dan menyelesaikan turnamen dengan sepuluh gol.[26]

Hubungan dengan kompetisi lain

Piala ASEAN FIFA

Pada 26 Oktober 2025, FIFA mengumumkan kompetisi terpisah bernama Piala ASEAN FIFA dalam pertemuan puncak ASEAN di Kuala Lumpur. FIFA menyatakan akan bekerja sama dengan AFC, AFF, dan asosiasi anggota dalam pengembangannya.[27]

Kompetisi FIFA tersebut berbeda dari Kejuaraan Perbara yang diselenggarakan AFF. Penyelenggaraan dalam jendela internasional FIFA berpotensi meningkatkan ketersediaan pemain, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai kalender, sponsor, penyiaran, dan hubungan antara kedua kompetisi.[28]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "About ASEAN Championship". ASEAN United FC (dalam bahasa Inggris). ASEAN Football Federation. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  2. Ng, Hong Siang (26 Mei 2025). "Biennial Southeast Asian football championship renamed ASEAN Hyundai Cup". CNA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  3. 1 2 Tan, Gabriel (21 Juli 2026). "Celebrating 30 years of the ASEAN Championship: A look back at every edition". ESPN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  4. Thomas Wardana (26 Agustus 2026). "Hasil Vietnam Vs Thailand 2-2 (Agg 4-2): Golden Star Juara Piala AFF 2026". Kompas.com. Diakses tanggal 26 Agustus 2026.
  5. 1 2 3 Ganesan, Deepanraj (7 Desember 2024). "Has the Asean Championship lost its shine? Here's what football experts say". The Straits Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  6. Turner, Georgina; Roberts, Will (14 Juli 2004). "Was Zidane the first on-pitch puker?". The Guardian (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  7. "ASEAN Football Championship 2007" (dalam bahasa Inggris). ASEAN Football Federation. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  8. "Third ASEAN Mitsubishi Electric Cup crown for Vietnam" (dalam bahasa Inggris). ASEAN Football Federation. 5 Januari 2025. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  9. 1 2 3 "Hyundai Motor Announced as Title Sponsor of ASEAN Championship, Renamed ASEAN Hyundai Cup" (Rilis pers) (dalam bahasa Inggris). Sportfive. 26 Mei 2025. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  10. 1 2 3 4 Wardana, Thomas (4 Agustus 2026). "Sindiran Justin Hubner Usai Timnas Indonesia Dihajar Vietnam 0-3 di Piala AFF 2026". Kompas.com. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  11. 1 2 Tan, Gabriel (3 Agustus 2026). "Indonesia left stunned as Vietnam get ASEAN Championship title defence back on track". ESPN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  12. "Australia Officially in AFF" (dalam bahasa Inggris). ASEAN Football Federation. 27 Agustus 2013. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  13. "International Match Calendars" (dalam bahasa Inggris). FIFA. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  14. "ASEAN Hyundai Cup 2026 to be broadcast live across Southeast Asia" (dalam bahasa Inggris). ASEAN Football Federation. 17 Juli 2026. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  15. 1 2 3 Chembazhi, Sudhir Menon (23 Juli 2026). "The ASEAN Championship: A regional tournament that became a cultural institution". The Hindu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  16. 1 2 "9 rekor Piala AFF yang masih bertahan hingga kini, Indonesia masuk daftar". ANTARA News. 28 Juli 2026. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  17. 1 2 Firdaus, Fitra (27 Juli 2026). "Asal-Usul Istilah "Piala Ciki" & Rekor Timnas Raja Runner-up AFF". Tirto.id. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  18. 1 2 Prasetya, Mochamad Hary (22 Juli 2026). "ASEAN Championship 2026 Bukan Piala Ciki, Buktinya Timnas Indonesia Belum Pernah Juara". Bolasport. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  19. Jumadi, Lutfil (20 Desember 2024). "Singapore vs Malaysia: A walk down memory lane". CNA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  20. Nugraha, Ferdyan Adhy (4 Agustus 2026). "Justin Hubner Bereaksi Keras usai Timnas Indonesia Digilas Vietnam 3-0, Langsung Beri Sindiran Balik Menohok". VIVA. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  21. Aril Effendi (2012). Ultras Malaya – Indonesia Itu Anjing (AFF Suzuki 2012) (Video). Diakses tanggal 4 Agustus 2026 via YouTube.
  22. "Thailand loses right to host tournaments". Bangkok Post (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-02. Diakses tanggal 2021-11-25.
  23. "Chairman Of PSSI: Regarding The Flag At AFF 2020, We Will Follow Whatever The Decision Is". VOI (dalam bahasa Inggris). 2021-11-24. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-04-22. Diakses tanggal 2021-11-25.
  24. "WADA confirms non-compliance of five Anti-Doping Organizations" (dalam bahasa Inggris). World Anti-Doping Agency. 2021-10-07. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-12-28. Diakses tanggal 2021-12-04.
  25. "The stats leaders of the tournament". ASEAN United FC (dalam bahasa Inggris). ASEAN Football Federation. 20 Januari 2023. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  26. "Knack for goals puts ASEAN legend Noh Alam Shah amongst region's best" (dalam bahasa Inggris). ASEAN Football Federation. 11 Juni 2026. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  27. "FIFA ASEAN Cup announced as new Memorandum of Understanding is signed in Kuala Lumpur" (dalam bahasa Inggris). FIFA. 26 Oktober 2025. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
  28. "FIFA announces new ASEAN Cup for Southeast Asia". CNA (dalam bahasa Inggris). Reuters. 26 Oktober 2025. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.

Pranala luar

Sepak bola internasional
Afrika
250px-World_Map_FIFA.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asia
Eropa
Amerika Utara,
Tengah, dan Karibia
Amerika Selatan
Oseania
Ajang olahraga
Non-FIFA
  1. 1 2 Karena ketidakpatuhan terhadap ketentuan yang ditetapkan oleh Badan Antidoping Dunia (WADA), Thailand dan Indonesia tidak diizinkan untuk memakai bendera nasional mereka.[22][23] Sanksi tersebut mulai berlaku pada Oktober 2021.[24] Thailand menggunakan logo tim nasional sepak bola mereka, sementara Indonesia menggunakan lambang negara mereka.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan