Selasa, 20 Oktober 2026
00:48 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Tiga Babi Kecil

Tiga Babi Kecil

Bagikan:
250px-Three_little_pigs_-_the_wolf_lands_in_the_cooking_pot_-_Project_Gutenberg_eText_15661.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Serigala mendarat di tempat memasak

Tiga Babi Kecil adalah fabel yang dibuat pada akhir abad ke-18, tetapi diduga berusia lebih tua.

Cerita ini berkisah mengenai Ibu Kakul mengirim tiga anaknya keluar untuk mengadu nasib. Babi kecil pertama membangun rumah dari jerami, tetapi serigala meniupnya dan lalu memakannya. Babi kedua membangun rumah dari kayu, tetapi ditiup oleh serigala dan memakan babi kedua. Babi ketiga membangun rumah dari bata, tetapi serigala tidak mampu menghancurkan rumah itu dengan tiupan. Ia lalu mencoba masuk melalui cerobong asap, tetapi ia terjatuh ke kuali berisi air mendidih lalu babi itu merebus dan memakannya.

Cerita ini lalu dikisahkan menjadi lebih lembut, yaitu dengan tidak ada yang dimakan; dua babi yang rumahnya hancur melarikan diri ke rumah saudaranya, sementara serigala lolos daripada tewas dan dimakan. Versi lainnya mengatakan bahwa si serigala mati kehabisan napas setelah beberapa kali mencoba merobohkan rumah babi ketiga tetapi selalu gagal.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik fantasi atau fiksi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan