Jumat, 09 Oktober 2026
02:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Thorstein Bunde Veblen

Thorstein Bunde Veblen

Bagikan:
60px-WP-TranslationProject_TwoFlags.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailHalaman artikel ini diterjemahkan, sebagian atau seluruhnya, dari halaman di en.wikipedia yang berjudul (Tolong cantumkan nama artikel sumber terjemahan). Lihat pula sejarah suntingan halaman aslinya untuk melihat daftar penulisnya.
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Thorstein Bunde Veblen" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Thorstein Veblen
250px-Veblen3a.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Thorstein Bunde Veblen (1857–1929)
Lahir(1857-07-30)30 Juli 1857
Meninggal3 Agustus 1929(1929-08-03) (umur 72)
BidangEvolutionary economics; sociology
MazhabInstitutional economics
DipengaruhiHerbert Spencer,[1] William Graham Sumner, Karl Marx, Lester F. Ward, William James, William McDougall, Georges Vacher de Lapouge, John Dewey, Gustav von Schmoller, John Bates Clark, Henri de Saint-Simon,[2] Charles Fourier[2]
KontribusiConspicuous consumption, penalty of taking the lead, ceremonial/instrumental dichotomy
Tanda tangan
Thorstein_Veblen_signature.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled

Thorstein Bunde Veblen (nama asli Torsten Bunde Veblen; lahir 30 Juli 1857 – meninggal 3 Agustus 1929) adalah seorang ahli ekonomi dan sosiolog berkebangsaan Amerika-Norwegia, dan pemimpin pergerakan ekonomi institusional.[3] Selain itu dia juga populer atas kritik cerdasnya mengenai kapitalisme seperti yang dibuktikannya dalam bukunya yang berjudul The Theory of the Leisure Class: an Economic Study of Institutions. Ini merupakan buku pertamanya yang diterbitkan pada tahun 1899.[3][4]

Veblen terkenal dalam sejarah pemikiran ekonomi dengan mengkombinasikan perspektif teori evolusi Darwin dengan teori terbarunya pendekatan institusionalis dalam menganalisis ekonomi.[5] Dia menggabungkan sosiologi dengan ilmu ekonomi dalam karyanya The Theory of the Leisure Class (1899) di mana dia berargumentasi bahwa terdapat pemisahan antara mereka yang mendapatkan keinginannya dengan jalan eksploitasi dan mereka yang melakukannya dengan jalan industri.[5] Pada masa masyarakat barbar hal ini seperti perbedaan antara pemburu dan pengumpul di dalam suatu suku, tetapi seiring tumbuh dewasanya masyarakat, perbedaan itu berubah menjadi majikan dan pembantu.[5][6] Gelar yang diberikan untuk mereka yang memiliki kekuatan untuk mengeksploitasi adalah "golongan orang berwaktu luang" yang didefinisikan sebagai kelompok orang yang memiliki tingkat produktivitas yang buruk dan melambangkan kemalasan.[5]










Rujukan

  1. ↑ Veblen, Thorstein. 1898. "Why is Economics Not an Evolutionary Science." The Quarterly Journal of Economics. vol. 12, 1898.
  2. 1 2 Horowitz, Irving Louis, Veblen's Century: A Collective Portrait (2002), p. 142
  3. 1 2 Shadily, Hassan.Ensiklopedia Indonesia. Jakarta:Ichtiar Baru Van Hoeve.
  4. ↑ "Britannica Money". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). 2024-04-12. Diakses tanggal 2024-05-23.
  5. 1 2 3 4 http://hope.dukejournals.org/cgi/pdf_extract/14/3/323 History of Political Economy 1982 14(3): 323–341; DOI:10.1215/00182702-14-3-323
  6. ↑ Heilbroner, Robert L. (1986). Tokoh-Tokoh Besar Pemikir Ekonomi. Jakarta: UI-Press. ISBN 979-8034-36-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan