Selasa, 03 November 2026
03:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Thomas Morgan (deis)

partikel

Bagikan:

Thomas Morgan (meninggal tahun 1743) adalah seorang deis Inggris.[1]

Ia menulis The Moral Philosopher yang merupakan dialog antara seorang Yahudi Kristen, Theophanus, dan seorang deis Kristen, Philalethes.[2] Menurut Orr, buku ini tidak menambah banyak gagasan baru, tetapi memberikan gambaran gagasan-gagasan utama deisme.[1] Volume pertama The Moral Philosopher diterbitkan secara anonim pada tahun 1737. Volume ini merupakan volume terpenting, karena dua volume lainnya merupakan jawaban untuk kritik terhadap volume pertama.

Ia memiliki antipati terhadap Yudaisme dan Perjanjian Lama. Ia mendukung gnostisisme dan menyebut dirinya seorang "deis Kristen." Ia menekankan bahwa konflik antara Rasul Paulus dan Petrus di Surat kepada Jemaat di Galatia menunjukkan bahwa Paulus adalah pengikut sejati Yesus sementara Petrus dan Yakobus tidak mengikuti ajaran Yesus à la Paulus.[3]

Catatan kaki

  1. 1 2 Orr, John (1934). English Deism: Its Roots and Its Fruits. Eerdmans. hlm. 144 ff.
  2. ↑ 20px-PD-icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail "perlu nama artikel ". Encyclopædia Britannica (Edisi 11). 1911.
  3. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-08-07. Diakses tanggal 2013-11-08.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan