Sabtu, 03 Oktober 2026
22:09 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Thomas Dias

Bagikan:

Thomas Dias merupakan seorang penjelajah asal Portugis. Ia merupakan orang Eropa pertama yang mencapai Dataran Tinggi Minangkabau untuk menjalin hubungan dagang dengan Minangkabau yang saat itu terkenal sebagai penghasail emas, lada, dan timah.[1]

Ia bertugas sebagai penjaga pos dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Patapahan, Riau. Ia memasuki pedalaman Minangkabau pada 1684 melalui jalur darat dari pantai timur Sumatra. Ia datang sebagai wakil VOC yang berkuasa di Malaka atas tugas Gubernur Malaka Cornelis Van Quaalbergen dengan tujuan mendapat hak dan izin berdagang di daerah Siak dari Raja Minangkabau.[1]

Petualangan Thomas Dias ke pedalaman Minangkabau diwarnai dengan liku-liku jalan yang ditempuh hingga pada akhirnya berhasil membangun dialog dengan Raja Adat di Buo sekaligus meyakinkan Malaka sebagai kolega yang tepat bagi Pagaruyung.[2] Sebagai kenang-kenangan, Raja Adat mendaulatnya sebagai abdi istana dengan gelar kebangsawanan "Orang kaya Saudagar Raja Orang di dalam Istana", sehingga memudahkannya berkomunikasi langsung dengan raja, layaknya para pejabat tinggi kerajaan pada umumnya, tanpa harus disibukkan dengan aturan birokratis kerajaan.[3][4]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Asnan, Gusti (2003). Kamus Sejarah Minangkabau. Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau. hlm. 65–66. ISBN 9799740703.
  2. ↑ "Kerajaan Misterius di Pulau Sumatra". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. 2018-08-23. Diakses tanggal 2021-09-28.
  3. ↑ Borschberg, Peter (2004). Iberians in the Singapore-Melaka Area and Adjacent Regions (16th to 18th Century) (dalam bahasa Inggris). Otto Harrassowitz Verlag. ISBN 978-3-447-05107-1.
  4. ↑ Journal of the Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society: 1958 (dalam bahasa Inggris). The Branch. 1978.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan