Minggu, 25 Oktober 2026
08:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Thomas Dias

Bagikan:

Thomas Dias merupakan seorang penjelajah asal Portugis. Ia merupakan orang Eropa pertama yang mencapai Dataran Tinggi Minangkabau untuk menjalin hubungan dagang dengan Minangkabau yang saat itu terkenal sebagai penghasail emas, lada, dan timah.[1]

Ia bertugas sebagai penjaga pos dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Patapahan, Riau. Ia memasuki pedalaman Minangkabau pada 1684 melalui jalur darat dari pantai timur Sumatra. Ia datang sebagai wakil VOC yang berkuasa di Malaka atas tugas Gubernur Malaka Cornelis Van Quaalbergen dengan tujuan mendapat hak dan izin berdagang di daerah Siak dari Raja Minangkabau.[1]

Petualangan Thomas Dias ke pedalaman Minangkabau diwarnai dengan liku-liku jalan yang ditempuh hingga pada akhirnya berhasil membangun dialog dengan Raja Adat di Buo sekaligus meyakinkan Malaka sebagai kolega yang tepat bagi Pagaruyung.[2] Sebagai kenang-kenangan, Raja Adat mendaulatnya sebagai abdi istana dengan gelar kebangsawanan "Orang kaya Saudagar Raja Orang di dalam Istana", sehingga memudahkannya berkomunikasi langsung dengan raja, layaknya para pejabat tinggi kerajaan pada umumnya, tanpa harus disibukkan dengan aturan birokratis kerajaan.[3][4]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Asnan, Gusti (2003). Kamus Sejarah Minangkabau. Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau. hlm. 65–66. ISBN 9799740703.
  2. ↑ "Kerajaan Misterius di Pulau Sumatra". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. 2018-08-23. Diakses tanggal 2021-09-28.
  3. ↑ Borschberg, Peter (2004). Iberians in the Singapore-Melaka Area and Adjacent Regions (16th to 18th Century) (dalam bahasa Inggris). Otto Harrassowitz Verlag. ISBN 978-3-447-05107-1.
  4. ↑ Journal of the Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society: 1958 (dalam bahasa Inggris). The Branch. 1978.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan