Rabu, 07 Oktober 2026
00:46 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan

Theophylact Simocatta

Sejarawan Bizantium abad ke-7 M

Bagikan:

Theophylact Simocatta (Yunani Bizantium: Θεοφύλακτος Σιμοκάτ(τ)ης Theophylaktos Simokat(t)es; bahasa Latin:Theophylactus Simocattus)[1] adalah seorang historiografer Bizantium awal abad ke-7, bisa dikatakan merupakan sejarawan terakhir Abad Kuno Akhir, menulis pada masa Heraclius (s.630) mengenai akhir Kaisar Maurice (582-602).[2]

Kehidupan

Recieving submission? No, he is killing Khosrau, it is obvious from the position of the sword and the fallen crown
Kaisar Bizantium, Heraclius menerima persembahan dari Raja Sasaniyah, Khosrau II – pada masa Simocatta (lempengan dari sebuah salib. Enamel Champlevé di atas tembaga emas, 1160–1170, Lembah Meuse). Disimpan di Louvre.

Simocatta paling dikenal sebagai penulis sejarah dalam delapan buku, pada masa pemerintahan Kaisar Maurice (582–602), periode di mana dia merupakan otoritas terbaik dan tertua. Namun, karyanya memiliki reputasi yang lebih kecil dibandingkan dengan Procopius dan gayanya yang klasik sadar diri terkesan angkuh, tetapi ia merupakan sumber informasi yang penting mengenai abad ketujuh Slavia, Avar, dan Persia, dan akhir kaisar yang tragis.[3] Ia menyinggung perang Heraclius melawan Persia (610-28), tetapi bukan yang melawan orang-orang Arab (mulai 634), sehingga kemungkinan ia menulis sekitar 630. Di antara sumber-sumber, ia menggunakan sejarah John dari Epiphania.

Edward Gibbon menulis:

Keinginannya terhadap penghakiman membuatnya membaurkan hal-hal yang sepele dan ringkas dalam fakta-fakta yang paling menarik.[4]

Meskipun demikian, kepercayaan umum Simocatta ini diakui. Sejarah berisi pengenalan dalam bentuk dialog antara Sejarah dan Filsafat.

Referensi

  1. ↑ "Snub-nosed cat". Other forms of the name are Simocattos and Simocatos.
  2. ↑ J.D.C. Frendo, "History and Panegyric in the Age of Heraclius: The Literary Background to the Composition of the 'Histories' of Theophylact Simocatta", Dumbarton Oaks Papers, 1988.
  3. ↑ Important editions published in 1609, ed. pr. by J. Pontanus, and C.G. de Boor in 1887.
  4. ↑ E. Gibbon, The History Of The Decline And Fall Of The Roman Empire, The Folio Society (1997), s.v. "Simocatta".

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan