Selasa, 27 Oktober 2026
08:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
The Year of Living Dangerously (film)

The Year of Living Dangerously (film)

Drama politik romantis Australia tahun 1982

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang film tahun 1982 berdasarkan novel. Untuk novel aslinya, lihat The Year of Living Dangerously (novel).
The Year of Living Dangerously
250px-The_Year_of_living_dangerously_Poster_1982.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Poster rilis teatrikal
SutradaraPeter Weir
ProduserJames McElroy
Skenario
Berdasarkan
The Year of Living Dangerously
1978 novel
oleh C. J. Koch
Pemeran
Penata musikMaurice Jarre
SinematograferRussell Boyd
EditorWilliam M. Anderson
Perusahaan
produksi
Distributor
Tanggal rilis
  • 16 Desember 1982 (1982-12-16)
Durasi114 menit[1]
Negara
  • Australia
  • Amerika Serikat
  • Filipina
Bahasa
  • Inggris
  • Tagalog
  • Indonesia
AnggaranA$6 juta[2]
Pendapatan kotor
  • A$2.9 juta
  • US$10.3 juta

The Year of Living Dangerously adalah film drama romantis tahun 1982 yang disutradarai oleh Peter Weir dan ditulis bersama oleh Weir dan David Williamson. Film ini diadaptasi dari novel karya Christopher Koch tahun 1978 The Year of Living Dangerously. Film ini menceritakan tentang kisah cinta yang berlatar di Indonesia selama penggulingan Presiden Soekarno. Film ini mengikuti sekelompok koresponden asing di Jakarta selama beberapa minggu menjelang upaya kudeta oleh Gerakan 30 September pada tahun 1965. Film ini dianggap sebagai salah satu film terakhir dalam genre Australian New Wave.

Film ini dibintangi oleh Mel Gibson sebagai jurnalis Australia Guy Hamilton, dan Sigourney Weaver sebagai petugas kedutaan Inggris Jill Bryant. Film ini juga dibintangi oleh Linda Hunt sebagai pria Australia keturunan Tionghoa yang bertubuh kerdil, Billy Kwan, Kontak fotografer lokal Hamilton, peran yang membuat Hunt memenangkan Academy Award untuk Aktris Pendukung Terbaik tahun 1983.[3] Film ini difilmkan di Australia dan Filipina, dan termasuk aktor Australia Bill Kerr sebagai Colonel Henderson dan Noel Ferrier sebagai Wally O'Sullivan.

Film ini dilarang tayang di Indonesia hingga tahun 2000, setelah pengunduran diri paksa dari pemimpin kudeta dan penerus politik Soeharto pada tahun 1998.[4] Judul The Year of Living Dangerously adalah sebuah kutipan yang merujuk pada ungkapan terkenal Italia yang digunakan oleh Soekarno: vivere pericolosamente, artinya "hidup penuh bahaya". Soekarno menggunakan kalimat tersebut untuk judul pidatonya dalam ulang tahun Hari Kemerdekaan Indonesia tahun 1964.

Pemeran

Referensi

  1. ↑ "THE YEAR OF LIVING DANGEROUSLY (PG)". British Board of Film Classification. 17 Februari 1983. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Desember 2015. Diakses tanggal 20 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ David Stratton, The Avocado Plantation: Boom and Bust in the Australian Film Industry, Pan MacMillan, 1990 p166-171
  3. ↑ Worrell, Denise; Clarke, Gerald (23 April 1984). "The Night off the Great Prom". Time. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Oktober 2010. Diakses tanggal 24 Mei 2010.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Paddock, Richard C. (11 November 2000). "'Year' at Last Gets Its Day in Indonesia". The Los Angeles Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan