Minggu, 04 Oktober 2026
14:06 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

The Righteous Mind

buku karya Jonathan Haidt

Bagikan:

The Righteous Mind: Mengapa Orang-orang Baik Terpecah Karena Politik dan Agama adalah sebuah buku yang ditulis oleh Jonathan Haidt, diterbitkan pada tahun 2012. Buku ini membahas asal-usul dan perkembangan pandangan moral pada manusia, dengan fokus pada peran emosi dan nalar dalam membentuk penilaian moral. Selain itu, karya ini juga mengkaji dasar-dasar moral yang melatarbelakangi perbedaan pandangan di antara kelompok-kelompok politik dan agama.[1]

Ringkasan

The Righteous Mind terdiri atas tiga bagian utama, yang masing-masing menyajikan satu prinsip kunci dalam psikologi moral. Setiap bagian saling berkaitan dan membangun landasan bagi bagian berikutnya.

Bagian pertama menjelaskan bahwa intuisi moral muncul lebih dahulu dibandingkan penalaran rasional. Penalaran moral dipandang sebagai alat untuk membenarkan intuisi yang sudah terbentuk, bukan sebagai sarana pencarian kebenaran objektif. Metafora “penunggang dan gajah” digunakan untuk menggambarkan dominasi proses bawah sadar (gajah) atas kesadaran rasional (penunggang), yang mengarahkan perilaku moral sehari-hari.[1]

Bagian kedua menguraikan bahwa moralitas terdiri atas berbagai dimensi, tidak hanya terbatas pada kepedulian terhadap penderitaan atau keadilan. Teori dasar moral mengidentifikasi enam fondasi moral utama: kepedulian, keadilan, kebebasan, kesetiaan, otoritas, dan kesucian. Perbedaan penekanan terhadap fondasi-fondasi ini menjelaskan perbedaan perspektif moral antara kelompok liberal dan konservatif.[1]

Bagian ketiga membahas peran moralitas dalam memperkuat kohesi kelompok sekaligus membatasi empati terhadap pihak luar. Melalui pendekatan evolusioner, moralitas dijelaskan sebagai hasil seleksi pada tingkat individu dan kelompok. Sifat kolektif manusia memungkinkan munculnya perilaku altruistik dan kerja sama, tetapi juga dapat mendorong polarisasi, konflik, dan bias antarkelompok.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Haidt, Jonathan (2025). The Righteous Mind. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia). ISBN 978-602-481-491-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan