Rabu, 07 Oktober 2026
12:30 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan

The Last Moment

film Thailand oleh Yuthlert Sippapak

Bagikan:

The Last Moment (bahasa Thai:รัก สาม เศร้า; Ruk Sarm Srao) adalah sebuah film Thailand tahun 2008 yang disutradarai oleh Yuthlert Sippapak. Film tersebut dirilis pada 19 Juni 2008.[1]

Alur

Payu (Arak Amornsupasiri), Fah (Patarasaya Krousuwansiri) dan Nam (Ratchawin Wongviriya) adalah lulusan perguruan tinggi dari jurusan Desain Interior. Setelah lulus, mereka mengalami perubahan dalam hidup mereka, yang meliputi karier, percintaan, dll. Fah memilih untuk menikah dengan pacarnya, meninggalkan karier masa depan dalam desain interior. Nam memilih untuk berhenti berhubungan dengan Payu dan berencana untuk meraih gelar Master di Inggris.

Namun, suatu hari, Fah mendadak dibawa ke rumah sakit. Setiap orang menyadari bahwa Fah sedang sakit berat atau dalam kata lain, ia sekarat. Saat Fah berada di rumah sakit, tunangannya selingkuh dengan gadis lain. Tertekan dan patah hati, Fah berhenti menjalani pengobatan dan penyakit tersebut merenggut hidupnya. Pada saat yang sama, Payu memutuskan untuk menunda perjalanannya untuk menjalankan waktu pribadinya dengan Fah. Fah menyadari bahwa cinta sebenarnya adalah seluruh waktunya. Dengan waktu singkat, Fah jatuh cinta dengan Payu.

Namun, saat Fah menyatakannya kepada Payu, Fah tak sengaja menemukan bahwa sahabatnya, Nam telah jatuh cinta dengan Payu selama bertahun-tahun. Akibatnya, Fah menjadi kecil hati dengan Payu, menanggapinya tanpa penjelasan apapun. Fah meyakini bahwa ia tak mungkin mengambil hati Payu karena ia sekarat. Cintanya akan lebih tertuju kepada Nam.

Pemeran

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan