Minggu, 01 November 2026
09:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
The Hidden Tapes: Vol. 1

The Hidden Tapes: Vol. 1

album mini tahun 2021 oleh Maudy Ayunda

Bagikan:
The Hidden Tapes Vol. 1
250px-The_Hidden_Tapes_Vol._1_EP_cover.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Album minikarya Maudy Ayunda
Dirilis1 Oktober 2021 (2021-10-01)
Studio
GenrePop
Durasi12:17
LabelTrinity Optima Production
Produser
Kronologi Maudy Ayunda
Oxygen
(2018)Oxygen2018
The Hidden Tapes Vol. 1
(2021)
Singel dalam album The Hidden Tapes Vol. 1
  1. "don't know why"
    Dirilis: 16 Juli 2021
  2. "not for us"
    Dirilis: 20 Agustus 2021
  3. "heartless"
    Dirilis: 1 Oktober 2021

The Hidden Tapes: Vol. 1 adalah album mini penyanyi-penulis lagu asal Indonesia Maudy Ayunda, yang dirilis oleh Trinity Optima Production pada 1 Oktober 2021. Album mini ini ditulis oleh Maudy Ayunda dengan produser dan pengaransemen Ari Renaldi. The Hidden Tapes: Vol. 1 merupakan album mini bergenre pop akustik dengan menceritakan patah hati yang digambarkan dengan personalitas perempuan yang menerima, menegur, dan menguatkan. Ide ini datang dari pemikiran dan pertimbangan terkait kariernya di dunia musik setelah ia lulus kuliah dari Universitas Stanford. Maudy mengatakan bahwa album mini ini merupakan medianya untuk bercerita dan mengekspresikan diri, serta mengukuhkan dirinya sebagai storyteller.

Album mini ini berisi tiga singel yang dirilis secara bertahap sebulan sekali, "don't know why" dirilis pada 16 Juli 2021, "not for us" pada 20 Agustus, dan "heartless", pada 1 Oktober. Video musik dari masing-masing lagu dirilis pada tanggal yang sama dengan perilisan lagunya.

Latar belakang

Setelah terakhir merilis album pada tahun 2018, Maudy disibukkan dengan pendidikan S2-nya di Universitas Stanford. Selama tiga tahun terakhir itu, Maudy menulis beberapa lagu yang kemudian dirilis secara bertahap menjadi sebuah album mini.[1] Ide ini datang dari pemikiran dan pertimbangan terkait kariernya di dunia musik setelah ia lulus kuliah. Ia mengatakan ingin menulis lagu yang merupakan passionnya untuk mengekspresikan diri, tetapi tidak ingin terburu-buru mengejar membuat album studio penuh. Menurutnya, album mini ini merupakan karya yang sangat dekat dan jujur dengan dirinya serta kehidupannya.[2]

Pada album mini ini, Maudy Ayunda menulis sendiri semua lagunya. Ia bekerja bersama Ari Renaldi yang bertindak sebagai produser, pengaransemen, engineer, dan pencampur audio. Gamaliel Tapiheru juga terlibat sebagai produser vokal untuk lagu "don't know why" dan "heartless". Proses perekaman musik dan pencampuran audio berlangsung sepenuhnya di studio milik Ari Renaldi, ARU Studio yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Sedangkan, proses perekaman suara dilakukan di BRO Studio, Jakarta Selatan, kecuali "heartless" yang dilakukan di Sembunyi Studio Jakarta. Proses mastering dikerjakan oleh Dimas Pradipta di Sum It! Studio, Jakarta Selatan.

Proyek ini pertama kali diumumkan pada 14 Juli 2021 dengan pengumuman rilis lagu "don't know why".[1] Kamudian, beberapa lagu lainnya dirilis secara bertahap selama sebulan sekali setelah "don't know why" yang dirilis pada 16 Juli 2021,[2] kemudian "not for us" pada 20 Agustus,[3] dan "heartless" sebagai penutup sekaligus singel utama pada 1 Oktober. Album mini tersebut secara resmi dirilis pada 1 Oktober 2021, bersamaan dengan perilisan lagu "heartless".[4]

Musik dan Lirik

Secara musik, The Hidden Tapes: Vol. 1 merupakan album mini rekaman pop akustik, sedangkan secara lirik, album mini ini menceritakan patah hati yang digambarkan dengan personalitas perempuan yang menerima, menegur, serta menguatkan.[5]

Trek pertama album mini ini, "heartless", merupakan lagu pop yang dibawakan dengan gitar dan ketukan drum yang liriknya membahas tentang luapan perasaan yang tegas akan sikap dan hubungan yang tidak terhubung. Maudy ingin menyuarakan betapa perempuan begitu kuat dan berhak menjadi karakter utama dalam hidupnya.[4] Lagu kedua, "not for us" merupakan lagu pop yang dibawakan dengan piano dengan lirik yang membahas tentang seseorang yang sadar bahwa hubungannya dengan pasangannya tidak akan berlangsung selamanya. Ia mengharapkan "not for us" bisa relate dengan kehidupan banyak orang terutama kaum perempuan, serta semakin mengukuhkan dirinya sebagai storyteller.[3] Trek ketiga, "don't know why", yang musiknya didominasi oleh alunan gitar akustik dan piano memiliki lirik yang membahas tentang seseorang yang tiba-tiba mati rasa pada hubungannya yang kemudian membuatnya bingung bagaimana cara menyampaikan hal itu pada pasangannya. Ia ingin mengingatkan kepada kaum perempuan untuk menentukan jalan hidup serta kisah cintanya sendiri.[2]

Daftar lagu

No.JudulPenulisProduserDurasi
1."heartless"Ayunda Faza MaudyaAri Renaldi3:47
2."not for us"Ayunda Faza MaudyaAri Renaldi4:19
3."don't know why"Ayunda Faza MaudyaAri Renaldi4:10
Total durasi:12:17

Personel

Kredit dikutip dari catatan lini setiap video musik.

Perilisan

Negara Tanggal Format Label
Seluruh dunia 1 Oktober 2021 Unduhan digital Trinity Optima Production

Referensi

  1. 1 2 Maudy Ayunda [@maudyayunda] (14 Juli 2021). "Dalam tiga tahun terakhir, aku masih menulis lagu di sela-sela bekerja dan belajar. Bagiku, musik akan selalu menjadi satu medium untuk bercerita dan membangun koneksi dengan sesama manusia - walau fokus utamaku berubah sekalipun. Soon I'll share these stories with you". Diakses tanggal 26 Oktober 2021 – via Instagram.
  2. 1 2 3 Riandi, Ady Prawira (16 Juli 2021). Pangerang, Andi Muttya Keteng (ed.). "Lulus dari Stanford, Maudy Ayunda Langsung Rilis Lagu Baru". Kompas.com. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Juli 2021. Diakses tanggal 26 Oktober 2021.
  3. 1 2 Zhafira, Arnidhya Nur (22 Agustus 2021). Pasaribu, Alviansyah (ed.). "Maudy Ayunda ceritakan kenyataan di lagu "Not For Us"". ANTARA News. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Oktober 2021. Diakses tanggal 26 Oktober 2021.
  4. 1 2 Fitria, Linda (2 Oktober 2021). Fitria, Linda (ed.). "Lewat Lagu Heartless, Maudy Ayunda Ingin Tunjukkan Kekuatan Perempuan". Kompas.com. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Oktober 2021. Diakses tanggal 4 Oktober 2021.
  5. ↑ Rahman, Abdul (20 Agustus 2021). Suryowati, Estu (ed.). "Maudy Ayunda: Patah Hati itu Bukan Akhir, tapi Awal dari Babak Baru". Jawa Pos. Diarsipkan dari asli tanggal 20 Agustus 2021. Diakses tanggal 20 Agustus 2021.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan