Jumat, 30 Oktober 2026
15:35 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
The Famished Road

The Famished Road

Bagikan:
The Famished Road
250px-The_Famished_Road.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sampul edisi Indonesia
PengarangBen Okri
NegaraBritania raya
BahasaInggris
GenreRealisme magis
Latar tempat/waktuNigeria, 1950an–60an
PenerbitJonathan Cape
Tanggal terbit
14 Maret 1991
Jenis mediaPrint: hardback
Halaman500
ISBNISBN 9780224027014
OCLC935491907
823.914
LCCPR9387.9 .O394
Diikuti olehSongs of Enchantment 

The Famished Road adalah sebuah novel karya penulis Nigeria Ben Okri. Kisahnya mengikuti Azaro, seorang anak roh yang tinggal di kota Afrika yang tidak disebutkan namanya, kemungkinan besar di Nigeria. Famished menggunakan gaya naratif unik yang menggabungkan dunia roh dengan realisme magis. Bagi beberapa orang melabelnya sebagai Realisme agama tradisional Afrika, sementara yang lain memilih untuk menyebut Famished sebagai sastra magis. Famished mengeksploitasi keyakinan akan koeksistensi dunia spiritual dan material yang merupakan aspek penentu kehidupan tradisional Afrika. Famished adalah bagian pertama dalam trilogi yang berlanjut dengan Songs of Enchantment (1993) dan Infinite Riches (1998). Diterbitkan di London pada tahun 1991 oleh Jonathan Cape,[1]

The Famished Roaddianugerahi Booker Prize for Fiction tahun 1991,[2] menjadikan Okri sebagai pemenang termuda saat dia masih 32 tahun.[3]

Referensi

  1. ↑ Campbell, Lisa (20 Mei 2014). "Ben Okri moves to Head of Zeus". The Bookseller.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "The Famished Road" at The Man Booker Prize website.
  3. ↑ "Ben Okri", The Cultural Frontline, BBC World Service, 1 May 2016.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan