Minggu, 27 September 2026
07:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Thach Weave

Thach Weave

250px-ThachWeave.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Weave_plain.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Thach Weave adalah teknik manuver peperangan udara secara beregu yang dikembangkan di awal Perang Dunia II oleh penerbang Angkatan Laut Amerika Serikat John S. Thach, oleh James H. Flatley.

Pada tahun 1941, pesawat tempur kontemporer Angkatan Laut Amerika Serikat yang didesain dengan mengutamakan ketahanan banting, performanya kalah dibanding Mitsubishi A6M Zero yang menjadi standar Angkatan Laut Kekaisaran Jepang saat itu. Zero mempunyai daya tanjak dan daya belok yang jauh lebih bagus ketimbang Grumman F4F Wildcat. Debut Zero yang terdengar dari daratan Tiongkok cukup mengkhawatirkan, tetapi Thach percaya bahwa Wildcat mempunyai persenjataan yang tidak kalah, dan dapat menggunakan keuntungan itu apabila bisa memposisikan diri untuk membidik Zero dalam satu kesempatan penting di udara. Ia bereksperimen memakai peraga batang korek api dan mengembangkan teknik ini, yang awalnya dijuluki beam defense position.

Basis dari teknik ini adalah penggunaan seksi 2 pesawat, karena seksi 3 pesawat yang biasa dipakai era itu kurang cocok untuk bermanuver. Thach Weave melibatkan 2 seksi yang terdiri dari total 4 pesawat. Tiap seksi terpisah dengan jarak tertentu, sehingga ketika musuh akan menyerang, ia harus memilih satu pesawat dalam satu seksi untuk dikejar. Satu seksinya lagi dapat menembak musuh itu dalam cross fire, dan inilah yang menjadi fokus dari eksekusi Thach Weave. Begitu pilot di satu seksi hampir masuk ke jarak tembak Zero (dan pilot-pilot di seksi berlawanan dapat melihatnya juga), kedua seksi akan berputar ke arah satu sama lain (seksi kiri berputar ke kanan, dan sebaliknya). Putaran ini akan mengacaukan lead bidikan Zero bila ia menukik dari atas, dan jika ia ingin mendapatkan bidikan kembali, itu memakan waktu lagi. Pada akhirnya ia akan berada di ujung laras Browning M2 milik Wildcat di seksi yang berlawanan, menghadapi tembakan dari depan. Di samping kekuatan tembak yang dipakai secara ofensif, ketahanan banting Wildcat menjadi jaminan tersendiri ketika menjadi umpan untuk pesawat lawan.

Taktik ini pertama kali dicoba dalam perang oleh Thach sendiri dalam Pertempuran Midway, dan sejak itu taktik ini menjadi standar bagi pilot-pilot Angkatan Laut Amerika Serikat, dan juga diadopsi oleh pilot-pilot Pasukan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat. Pilot-pilot Wildcat Korps marinir Amerika Serikat dari lapangan udara Henderson juga mengejutkan pilot-pilot Zero yang terbang dari Rabaul dengan penerapan Thach Weave. Saburo Sakai, seorang penerbang ulung ternama Jepang menceritakan pertemuan salah satu rekannya dengan taktik beregu ini:[1]

Untuk pertama kalinya Letnan Komandan Tadashi Nakajima menyaksikan apa yang nantinya akan menjadi gerakan manuver ganda tim yang terkenal di pihak musuh. Dua Wildcat mengejutkan pesawat komandan. Dia tidak memiliki masalah dalam membuntuti pesawat tempur musuh tersebut, tetapi ia tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk menembak karena rekan satu tim Grumman itu menderu kepadanya dari samping. Nakajima pun frustasi ketika dia kembali ke Rabaul; karena dia dipaksa untuk melakukan penyelaman udara dan melarikan diri demi keselamatan.

Taktik ini terbukti sangat efektif dan masih relevan diaplikasikan beberapa dekade kedepannya, bahkan ketika pilot-pilot F-4 Phantom US di Vietnam harus berhadapan dengan MiG yang jauh lebih lincah dibanding pesawat mereka.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ https://www.history.navy.mil/content/dam/nhhc/research/histories/naval-aviation/Naval%20Aviation%20News/1990/pdf/ja93.pdf "Naval Aviation News" July-August 1993.
  2. ↑ Ewing, Steve. "Thach Weave". Google Books. Diakses tanggal 16 Januari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjutan

  • Ewing, Steve (2004), Thach Weave: The Life of Jimmie Thach, Annapolis, Maryland: Naval Institute Press, ISBN 1-59114-248-2
  • Lundstrom, John (1984), The First Team: Pacific Naval Air Combat from Pearl Harbor to Midway (Edisi 2005 paperback), Naval Institute Press, ISBN 1-59114-471-X. It has an extended discussion of fighter tactics of the time, including an in-depth discussion of the development of the Thach Weave.
  • Mason Jr., John T. (1986), The Pacific War Remembered: An Oral History Collection, Naval Institute Press, ISBN 0-87021-522-1. It contains an account by John Thach about the development of the Weave and another about its use in Midway.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan