Rabu, 28 Oktober 2026
17:42 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Tess Asplund

Tess Asplund

Bagikan:
250px-Tess_Asplund.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tess Asplund

Maria-Teresa Tess Asplund atau lebih dikenal sebagai Tess Asplund (lahir di Cali, Kolombia pada tahun 1974) merupakan seorang aktivis Swedia yang terkenal dengan aksi heroiknya menghadang sekitar 300 orang penganut Neo-Nazi di Borlänge, Swedia pada Mei 2016 silam. Keberaniannya menghadang kelompok The Nordic Resistance Movement (NMR) telah membuatnya masuk ke dalam jajaran top 100 perempuan BBC Women 2016.[1]Aksi tersebut didasari atas kepeduliannya terhadap perjuangan anti rasisme di Swedia. Popularitas seorang Afro-Swedish ini mulai melejit ketika foto dirinya yang 'mengepalkan' tangan di hadapan para pengunjuk rasa ekstrimis sayap kanan yang dianggap mengancam multikulturalisme di Swedia. Aktivis anti-rasisme yang berusia 42 tahun ini memaparkan pada Radio Swedia bahwa tindakannya terinspirasi oleh Nelson Mandela, yang berjuang melawan politik Apartheid di Afrika Selatan.[2][3]

Referensi

  1. ↑ "BBC 100 Women 2016: Who is on the list?". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2016-11-21. Diakses tanggal 2018-03-10.
  2. ↑ Qazi, Shereena. "How a raised fist against Swedish Nazism went viral". www.aljazeera.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-03-01.
  3. ↑ "Woman who defied Swedish neo-Nazis reveals what inspired her". The Independent (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2016-05-08. Diakses tanggal 2018-03-10.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan