Sabtu, 26 September 2026
23:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Tes HIV

Tes HIV

250px-Tobias-AIDS-test.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Randall L. Tobias, mantan koordinator AIDS global Amerika Serikat yang melakukan tes HIV/AIDS di Ethiopia untuk mengurangi stigma dites.

Tes HIV yang paling lazim adalah tes darah yang hanya memakan waktu sekitar 10-30 menit untuk bisa tahu hasilnya. Darah yang dibutuhkan dalam tes ini tidak lebih dari 1 cc, untuk selanjutnya diteteskan bersama reagen tertentu (cairan untuk mengetahui reaksi kimia).

Apabila hasilnya reaktif/positif, maka disarankan untuk langsung mengonsumsi ARV. Sementara, bila hasilnya non-reaktif/negatif, tetap dianjurkan untuk memeriksakan diri lagi 3-6 bulan kemudian. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi adanya kemungkinan bahwa virus belum terdeteksi pada tes yang pertama, atau yang biasa disebut periode jendela.

Tes HIV pada awalnya hanya bisa dilakukan di laboratorium. Namun, sekarang sudah cukup banyak peralatan tes yang ringkas dan cepat yang bisa dibeli sendiri sehingga tes HIV bisa dilakukan di luar laboratorium. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mempromosikan metode tes HIV secara mandiri di rumah ini.

Mengenal Jenis-jenis Tes HIV

Terdapat tiga jenis tes HIV, yaitu tes serologi, tes virologi dengan PCR, dan tes HIV antibodi-antigen. Untuk tes serologi dan tes virologi dengan PCR masih ada jenisnya lagi. Untuk detail lebih lengkapnya, dijelaskan di bawah ini.

1. Tes Serologi

Tes serologi terdiri atas tes cepat, tes ELISA, dan tes Western blot;

  • Tes Rapid Antibodi dilakukan dengan jumlah sampel yang lebih sedikit dan waktu tunggu kurang dari 20 menit. Tes ini sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mendeteksi antibodi terhadap HIV-1/2.
  • Tes ELISA berfungsi mendeteksi antibodi untuk HIV-1/2 yang dilakukan dengan ELISA (enzyme-linked immunisorbent assay). Sampel darah dimasukkan ke cawan petri yang berisi antigen HIV. Jika darah mengandung antibodi terhadap HIV, darah akan mengikat antigen. Lalu, enzim akan ditambahkan ke cawan petri untuk mempercepat reaksi kimia. Jika isi cawan berubah warna, kemungkinan besar orang yang menjalani tes terinfeksi HIV. Untuk memastikannya, dokter akan menyarankan tes lanjutan dengan tes Western blot.
  • Tes Western blot adalah tes antibodi untuk konfirmasi pada kasus yang sulit. Jika hasilnya positif, akan muncul serangkaian pita yang menandakan adanya pengikatan spesifik antibodi terhadap protein virus HIV. Ini hanya dilakukan untuk menindaklanjuti skrining ELISA yang positif.

2. Tes HIV Antibodi-Antigen

Tes HIV satu ini mendeteksi antibodi terhadap HIV-1, HIV-2, dan protein p24. Protein p24 adalah bagian dari inti virus (antigen dari virus). Meski antibodi baru terbentuk berminggu-minggu setelahnya terjadinya infeksi, tetapi virus dan protein p24 sudah ada dalam darah. Sehingga, tes tersebut dapat mendeteksi infeksi secara dini.

3. Tes Virologi dengan PCR

Jenis tes ini biasanya dilakukan terhadap bayi yang baru dilahirkan oleh ibu yang positif mengidap HIV. Tes virologis dengan PCR memang dianjurkan untuk mendiagnosis anak yang berumur kurang dari 18 bulan.

Ada dua jenis tes virologi, yakni HIV DNA kualitatif (EID) dan HIV RNA kuantitatif;

  • Tes HIV DNA kualitatif berfungsi mendeteksi virus dan tidak bergantung pada keberadaan antibodi (kerap digunakan pada bayi).
  • Tes RNA kuantitatif mengambil sampel dari plasma darah. Tak cuma bayi, tes tersebut juga dapat digunakan untuk memantau terapi antiretroviral (ART) pada orang dewasa.

Bagaimana Jika Hasilnya Positif?

Hasil positif atau reaktif berarti seseorang mempunyai antibodi terhadap HIV, dan itu berarti dia telah terinfeksi HIV. Jika hasil reaktif didapatkan ketika melakukan tes mandiri, maka segeralah melakukan tes konfirmasi di puskesmas, rumah sakit atau layanan klinik terdekat.

Itulah jenis-jenis tes HIV yang ada saat ini. Jika memiliki faktor risiko HIV dan apalagi sudah tampak gejala awal yang khas, maka tes HIV sangat dianjurkan. Jika terdeteksi pada fase awal, perkembangan infeksi dan penularannya bisa ditekan seminimal mungkin.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan