Senin, 26 Oktober 2026
07:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Terra Australis

Terra Australis

Bagikan:
330px-Typus_Orbis_Terrarum_drawn_by_Abraham_Ortelius.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta tahun 1570 oleh Abraham Ortelius menggambarkan "Terra Australis Nondum Cognita" sebagai benua besar di bagian bawah peta dan juga benua Arktik.

Terra Australis Incognita adalah sebutan untuk 'Tanah Selatan yang Tidak Diketahui' dalam bahasa Latin. Benua ini hanyalah khayalan karena ketidaktahuan dan digambar di berbagai peta Eropa pada abad ke-15 sampai ke-18.

Benua ini diperkenalkan oleh Aristoteles yang kemudian dikembangkan oleh Ptolemeus, kartografer Yunani pada abad ke-1 Masehi, yang meyakini bahwa Samudra Hindia dibatasi oleh sebuah daratan di selatan. Dalam Renaisans, benua ini muncul di peta-peta Eropa karena sumber utama informasinya adalah Ptolemeus.

Walaupun berbagai pelayaran menyebabkan berkurangnya luas daerah Terra Australis, benua ini terus digambar dan ilmuwan berdebat untuk membuktikan kebenarannya dengan argumen antara lain Terra Australis sebagai penyeimbang daratan di belahan bumi utara. Daerahnya jauh lebih besar dibandingkan Antarktika yang sebenarnya, bahkan mencapai Samudera Pasifik. Selandia Baru, yang ditemukan Abel Tasman pada 1642, juga dianggap sebagai bagian dari benua ini.

Dua pelayaran James Cook berhasil mengoreksi berbagai pendapat tentang Terra Australis. Yang pertama, ia mengelilingi Selandia Baru dan membuktikan itu bukan bagian dari benua. Yang kedua, ia mengelilingi bumi pada lintang selatan yang tinggi, kadang melewati lingkaran kutub selatan, dan menunjukkan bahwa Terra Australis yang sebenarnya terdapat di dalam lingkaran kutub. Sekarang, istilah Terra Australis menjadi sebuah sinonim untuk benua Australia.[1] Teori keseimbangan tanah ini telah didokumentasikan sejak abad ke-5 di peta oleh Macrobius, yang menggunakan istilah Australis di petanya.

Dalam karya fiksi

Benua selatan yang belum dijelajahi sering menjadi subjek fiksi fantastis pada abad ke-17 dan ke-18 dalam genre pelayaran imajiner. Di antara karya-karya yang membahas kunjungan imajiner ke benua (yang pada saat itu masih diyakini nyata) adalah:

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ John Noble Wilford: The Mapmakers, the Story of the Great Pioneers in Cartography from Antiquity to Space Age, p. 139, Vintage Books, Random House 1982, ISBN0-394-75303-8
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan