Sabtu, 03 Oktober 2026
01:04 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Terfo

Terfo

Bagikan:
Terfo
250px-Alat_tenun_kain_Terfo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tenun Terfo dari Kampung Sawar
JenisTenun ikat
Bahannibung, nipah
Tempat asalSarmi, Papua, Indonesia

Terfo adalah sejenis kain tenun ikat dari benang yang terbuat dari daun pohon pe'a (nibung) atau pohon kara (nipah) buatan wanita Suku Sobey. Umumnya, Terfo berwarna putih, kuning, merah, hitam atau biru dengan pola kotak-kotak (sudah jarang) atau pola tiga garis. Pembuatannya memerlukan waktu seminggu. Terfo digunakan sebagai pakaian wanita pada upacara adat, sebagai selendang, atau sebagai handuk.[1]

Bahan

Bahan benang

Bahan dasar pembuatan Terfo diperoleh dari pohon nipah. Bahan ini diperoleh di Sawar dan Kasukwe. Rangka Terfo terbuat dari pelepah nipah. Peralatan yang digunakan yaitu alat tenun, pisau pemukul, dan kayu pelingkar benang.

Bahan pewarna

Warna yang digunakan pada kain tenunan terfo yaitu warna putih, merah, merah muda, hitam, biru, hijau tua, kuning tua, atau kuning muda.[2]

Penggunaan

Pembuatan Terfo dimulai dari mempersiapkan bahan baku, membuat motif, mewarnai benang, dan menenun. Bahan dari daun nipah dirajut lalu dijadikan pakaian atau selendang oleh masyarakat Suku Sobey di Kabupaten Sarmi.[3] Pada awalnya, Terfo dibuat sebagai pakaian yang wajib dikenakan oleh setiap wanita dari Suku Sobey, khususnya yang tinggal di Sawar. Selanjutnya, pembuatan Terfo hanya untuk mengisi waktu luang saat tidak ada kegiatan bertani.

Referensi

  1. ↑ Wildan, Mohammad. "Terfo, Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2016". Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-16. Diakses tanggal 2020-09-16.
  2. ↑ "TENUN TERFO | PUSTAKA". www.pustaka-bpnbkalbar.org. Diakses tanggal 2020-09-16.
  3. ↑ "Budaya Tenun Terfo di Sarmi Terancam "Punah"". Kabupaten Sarmi. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-16. Diakses tanggal 2020-09-16.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan