Minggu, 11 Oktober 2026
05:54 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Terapi partikel alfa bertarget

Bagikan:

Terapi partikel alfa bertarget adalah sebuah metode pengembangan terapi radionuklida bertarget untuk berbagai kanker. Metode tersebut menggunakan zat radioaktif yang mana mengalami peluruhan alfa untuk mengobati jaringan yang sakit dalam jarak dekat.[1] Metode tersebut memiliki potensi untuk memberikan perawatan tepat sasaran, terutama untuk sel-sel tumor mikroskopis. Sasarannya meliputi leukemia, limfoma, glioma, melanoma, dan karsinomatosis peritoneum.[2]

Referensi

  1. ↑ Committee on State of the Science of Nuclear Medicine; National Research Council; Division on Earth and Life Studies; Institute of Medicine; Nuclear and Radiation Studies Board; Board on Health Sciences Policy (2007). "Targeted Radionuclide Therapy". Advancing nuclear medicine through innovation. Washington, D.C.: National Academies Press. doi:10.17226/11985. ISBN 978-0-309-11067-9. PMID 20669430.{{cite book}}: |last6= memiliki nama generik
  2. ↑ Mulford, DA; Scheinberg, DA; Jurcic, JG (Januari 2005). "The promise of targeted {alpha}-particle therapy". Journal of Nuclear Medicine. 46 Suppl 1: 199S–204S. PMID 15653670.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Templat:Nuclear technology

Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan