Senin, 02 November 2026
15:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Teori otomata

Bagikan:
artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Tidak ada alasan pembersihan diberikan. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Teori otomata adalah teori mengenai mesin-mesin abstrak, dan berkaitan erat dengan teori bahasa formal. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan Otomata, yaitu tata bahasa. Dalam maksud ini, tata bahasa adalah bentuk abstrak yang dapat diterima untuk membangkitkan suatu kalimat otomata berdasarkan aturan tertentu.

Konsep dasar

  • Anggota alfabet dinamakan simbol terminal
  • Kalimat adalah deretan sampai simbol-simbol terminal.
  • Bahasa adalah himpunan kalimat-kalimat.
  • Simbol-simbol berikut adalah simbol terminal:
    • Huruf kecil, misalnya: a, b, c
    • Simbol operator, misalnya: +, , dan *
    • tanda baca, misalnya: (, ), dan ;
  • Rangkaian (string) yang tercetak tebal, misalnya: if, then, dan else.

Non-terminal

  • Simbol-simbol berikut adalah simbol non terminal/variabel:
    • Huruf besar, misalnya: A, B, C
    • Huruf S sebagai simbol awal
    • Rangakaian yang tercetak miring, misalnya expr.

Konsep lain

  • Huruf yunani melambangkan rangkaian yang tersusun dari simbol-simbol terminal atau yang non-terminal atau campuran keduanya, misalnya α,β, dan ε.
  • Penurunan (derivasi) adalah proses pembentukan sebuah kalimat (sentensial).
  • Sebuah produksi dilambangkan sebagai α --> β, artinya: dalam sebuah penurunan dapat dilakukan penggantian simbol α dengan simbol β.
  • Kalimat adalah rangkaian yang tersusun atas simbol-simbol terminal atau yang non terminal atau campuran keduanya.
  • Kalimat adalah string yang tersusun atas simbol-simbol terminal. Kalimat merupakan sentensial, sebaliknya belum tentu.

Tata bahasa

Tata bahasa G diartikan sebagai pasangan 4 tupel: Vt, Vn, S, dan P, dan dituliskan sebagai G(Vt, Vn, S, P), di mana: Vt : himpunan simbol-simbol terminal (alfabet) = kamus Vn : himpunan simbol-simbol non terminal S C V : simbol awal (atau simbol start) P : himpunan produksi

Contoh:

1. G1: VT = {I, want, need, You}, V = {S,A,B,C}, P = {S --> ABC, A--> I, B--> want | need, C--> You}

S --> ABC

  --> IwantYou

L(G1)={IwantYou,IneedYou}

2. . G2: VT = {a}, V = {S}, P = {S  aS | a}

S --> aS

 --> aaS
 --> aaa                    L(G2) ={an --> n ≥ 1}
            L(G2)={a, aa, aaa, aaaa,…}

Pengertian formal

Otomata adalah sebuah 5-tupel ⟨ Q , Σ , δ , q 0 , F ⟩ {\displaystyle \langle Q,\Sigma ,\delta ,q_{0},F\rangle } {\displaystyle \langle Q,\Sigma ,\delta ,q_{0},F\rangle }:

  • Q {\displaystyle Q} {\displaystyle Q} adalah himpunan berhingga dari state,
  • Σ {\displaystyle \Sigma } {\displaystyle \Sigma } adalah himpunan simbol-simbol,
  • δ {\displaystyle \delta } {\displaystyle \delta } adalah fungsi peralihan
  • q 0 ∈ Q {\displaystyle q_{0}\in Q} {\displaystyle q_{0}\in Q} adalah simbol awal
  • F ⊂ Q {\displaystyle F\subset Q} {\displaystyle F\subset Q} adalah keadaan akhir

Jenis

Otomata Berhingga Bertentu

Otomata berhingga bertentu (DFA - Deterministic Finite Automata) adalah sebuah otomata yang fungsi peralihannya adalah:

δ : Q × Σ → Q {\displaystyle \delta :Q\times \Sigma \rightarrow Q} {\displaystyle \delta :Q\times \Sigma \rightarrow Q}
Contoh
250px-DFA_Machine_Learn.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mesin dfa
Konfigurasi DFA disamping secara formal dinyatakan sebagai berikut Q = {q0, q1, q2, q3 } Σ = {0,1} S = q0 F = { q0}
Fungsi peralihan (transition), biasanya fungsi-fungsi ini kita sajikan dalam sebuah tabel peralihan. Tabel peralihan tersebut menunjukkan keadaan-keadaan berikutnya untuk paduan dan masukan tertentu.

Otomata Berhingga Takbertentu

Otomata berhingga takbertentu (NFA - Nondeterministic Finite Automata) berbeda dengan DFA dalam fungsi peralihannya:

δ : Q × Σ → P ( Q ) {\displaystyle \delta :Q\times \Sigma \rightarrow {\mathcal {P}}(Q)} {\displaystyle \delta :Q\times \Sigma \rightarrow {\mathcal {P}}(Q)}

Fungsi peralihan dalam NFA memetakan pasangan Q {\displaystyle Q} {\displaystyle Q} dan Σ {\displaystyle \Sigma } {\displaystyle \Sigma } kepada himpunan kuasa dari Q. Fungsi peralihan yang diartikan seperti ini memungkinkan suatu simbol masukan menyebabkan peralihan dari sebuah keadaan (state) ke beberapa kemungkinan keadaan lainnya.

Contoh NFA:

250px-NFA.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
string 01001
  • Rangkaian diterima NFA bila terdapat suatu urutan peralihan berdasarkan masukan, dari keadaan awal sampai akhir.
  • Semua kemungkinan harus dicoba.


Otomata Dorong ke Bawah

Otomata dorong ke bawah (otomata pushdown) adalah salah satu ragam otomata dengan 7-tupel ⟨ Q , Σ , Γ , δ , q 0 , Z 0 , F ⟩ {\displaystyle \langle Q,\Sigma ,\Gamma ,\delta ,q_{0},Z_{0},F\rangle } {\displaystyle \langle Q,\Sigma ,\Gamma ,\delta ,q_{0},Z_{0},F\rangle }, di mana:

  • Q {\displaystyle Q} {\displaystyle Q} adalah himpunan berhingga dari keadaan,
  • Σ {\displaystyle \Sigma } {\displaystyle \Sigma } adalah himpunan simbol-simbol,
  • q 0 ∈ Q {\displaystyle q_{0}\in Q} {\displaystyle q_{0}\in Q} adalah simbol awal
  • F ⊂ Q {\displaystyle F\subset Q} {\displaystyle F\subset Q} adalah keadaan akhir

Ditambah dengan dua unsur, untuk menangani tumpukan:

  • Γ {\displaystyle \Gamma } {\displaystyle \Gamma } adalah himpunan berhingga simbol-simbol tumpukan,
  • Z 0 ∈ Γ {\displaystyle Z_{0}\in \Gamma } {\displaystyle Z_{0}\in \Gamma } adalah simbol awal tumpukan,

Dengan fungsi peralihannya adalah

δ : Q × ( Σ ∪ { ϵ } ) × Γ ) → Q × Γ ∗ {\displaystyle \delta :Q\times (\Sigma \cup \{\epsilon \})\times \Gamma )\rightarrow Q\times \Gamma ^{*}} {\displaystyle \delta :Q\times (\Sigma \cup \{\epsilon \})\times \Gamma )\rightarrow Q\times \Gamma ^{*}} adalah fungsi peralihan

Hubungan dengan tata bahasa

Setiap otomata berhingga dapat digunakan untuk mengenali bahasa tertentu.

Referensi

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik matematika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan