Kamis, 22 Oktober 2026
21:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Teori roda

tipe aljabar, dalam arti aljabar universal, dimana pembagian selalu terdefinisi

Bagikan:

Sebuah roda merupakan tipe aljabar, dalam arti aljabar universal, di mana pembagian selalu terdefinisi. Khususnya, pembagian oleh nol menjadi berarti. Bilangan real dapat dijabarkan menjadi sebuah roda, seperti halnya gelanggang komutatif.

Istilah roda terinspirasi oleh gambar topologis ⊙ {\displaystyle \odot } {\displaystyle \odot } dari garis proyektif bersama dengan titik tambahan ⊥ = 0 0 {\displaystyle \bot ={\frac {0}{0}}} {\displaystyle \bot ={\frac {0}{0}}}.[1]

Definisi

Sebuah roda merupakan sebuah strukur aljabar ( W , 0 , 1 , + , ⋅ , / ) {\displaystyle (W,0,1,+,\cdot ,/)} {\displaystyle (W,0,1,+,\cdot ,/)}, di mana

  • W {\displaystyle W} {\displaystyle W} merupakan sebuah himpunan,
  • 0 {\displaystyle 0} {\displaystyle 0} dan 1 {\displaystyle 1} {\displaystyle 1} merupakan elemen dari himpunan tersebut,
  • + {\displaystyle +} {\displaystyle +} dan ⋅ {\displaystyle \cdot } {\displaystyle \cdot } merupakan operator biner,
  • / {\displaystyle /} {\displaystyle /} merupakan sebuah operator uner,

dan memenuhi sebagai berikut:

  • Penjumlahan dan perkalian adalah komutatif dan asosiatif, dengan 0 {\displaystyle 0} {\displaystyle 0} dan 1 {\displaystyle 1} {\displaystyle 1} sebagai masing-masing identitasnya.
  • / / x = x {\displaystyle //x=x} {\displaystyle //x=x} ( / {\displaystyle /} {\displaystyle /} adalah involusi)
  • / ( x y ) = / y / x {\displaystyle /(xy)=/y/x} {\displaystyle /(xy)=/y/x} ( / {\displaystyle /} {\displaystyle /} adalah perkalian)
  • x z + y z = ( x + y ) z + 0 z {\displaystyle xz+yz=(x+y)z+0z} {\displaystyle xz+yz=(x+y)z+0z}
  • ( x + y z ) / y = x / y + z + 0 y {\displaystyle (x+yz)/y=x/y+z+0y} {\displaystyle (x+yz)/y=x/y+z+0y}
  • 0 ⋅ 0 = 0 {\displaystyle 0\cdot 0=0} {\displaystyle 0\cdot 0=0}
  • ( x + 0 y ) z = x z + 0 y {\displaystyle (x+0y)z=xz+0y} {\displaystyle (x+0y)z=xz+0y}
  • / ( x + 0 y ) = / x + 0 y {\displaystyle /(x+0y)=/x+0y} {\displaystyle /(x+0y)=/x+0y}
  • 0 / 0 + x = 0 / 0 {\displaystyle 0/0+x=0/0} {\displaystyle 0/0+x=0/0}

Aljabar roda

Roda menggantikan pembagian biasa sebagai operator biner dengan perkalian, dengan sebuah operator uner diterapkan ke satu argumen / x {\displaystyle /x} {\displaystyle /x} mirip (tapi tak identis) dengan invers perkalian x − 1 {\displaystyle x^{-1}} {\displaystyle x^{-1}}, sehingga a / b {\displaystyle a/b} {\displaystyle a/b} menjadi tulisan cepat untuk a ⋅ / b = / b ⋅ a {\displaystyle a\cdot /b=/b\cdot a} {\displaystyle a\cdot /b=/b\cdot a}, tetapi bukan baik a ⋅ b − 1 {\displaystyle a\cdot b^{-1}} {\displaystyle a\cdot b^{-1}} maupun b − 1 ⋅ a {\displaystyle b^{-1}\cdot a} {\displaystyle b^{-1}\cdot a} umumnya, dan memodifikasi aturan aljabar sehingga

  • 0 x ≠ 0 {\displaystyle 0x\neq 0} {\displaystyle 0x\neq 0} dalam kasus umum
  • x − x ≠ 0 {\displaystyle x-x\neq 0} {\displaystyle x-x\neq 0} dalam kasus umum
  • x / x ≠ 1 {\displaystyle x/x\neq 1} {\displaystyle x/x\neq 1} dalam kasus umum, karena / x {\displaystyle /x} {\displaystyle /x} tidak sama dengan invers perkalian dari x {\displaystyle x} {\displaystyle x}.

Jika terdapat sebuah elemen a {\displaystyle a} {\displaystyle a} sehingga 1 + a = 0 {\displaystyle 1+a=0} {\displaystyle 1+a=0}, maka kita dapat mendefinisikan negasi dengan − x = a x {\displaystyle -x=ax} {\displaystyle -x=ax} dan x − y = x + ( − y ) {\displaystyle x-y=x+(-y)} {\displaystyle x-y=x+(-y)}.

Identitas lainnya yang dapat diturunkan ialah

  • 0 x + 0 y = 0 x y {\displaystyle 0x+0y=0xy} {\displaystyle 0x+0y=0xy}
  • x − x = 0 x 2 {\displaystyle x-x=0x^{2}} {\displaystyle x-x=0x^{2}}
  • x / x = 1 + 0 x / x {\displaystyle x/x=1+0x/x} {\displaystyle x/x=1+0x/x}

Dan, untuk x {\displaystyle x} {\displaystyle x} dengan 0 x = 0 {\displaystyle 0x=0} {\displaystyle 0x=0} dan 0 / x = 0 {\displaystyle 0/x=0} {\displaystyle 0/x=0} kita mendapatkan yang biasa

  • x − x = 0 {\displaystyle x-x=0} {\displaystyle x-x=0}

Jika negasi dapat didefinisikan seperti di atas, maka subhimpunan { x | 0 x = 0 } {\displaystyle \{x\,|\,0x=0\}} {\displaystyle \{x\,|\,0x=0\}} merupakan sebuah gelanggang komutatif, dan setiap gelanggang komutatif seperti sebuah subhimpunan dari sebuah roda. Jika x {\displaystyle x} {\displaystyle x} adalah sebuah elemen terbalikkan dari teori gelanggang, maka x − 1 = x {\displaystyle x^{-1}=x} {\displaystyle x^{-1}=x}. Dengan demikian, setiap kali x − 1 {\displaystyle x^{-1}} {\displaystyle x^{-1}} masuk akal, ini sama dengan / x {\displaystyle /x} {\displaystyle /x}, tetapi yang terakhir selalu didefinisikan, bahkan ketika x = 0 {\displaystyle x=0} {\displaystyle x=0}.

Contoh

Roda pecahan

Misalkan A {\displaystyle A} {\displaystyle A} menjadi sebuah gelanggang komutatif, dan misalkan S {\displaystyle S} {\displaystyle S} menjadi sebuah submonoid perkalian dari A {\displaystyle A} {\displaystyle A}. Mendefinisikan relasi kekongruenan ∼ S {\displaystyle \sim _{S}} {\displaystyle \sim _{S}} pada A × A {\displaystyle A\times A} {\displaystyle A\times A} melalui

( x 1 , x 2 ) ∼ S ( y 1 , y 2 ) {\displaystyle (x_{1},x_{2})\sim _{S}(y_{1},y_{2})} {\displaystyle (x_{1},x_{2})\sim _{S}(y_{1},y_{2})} berarti bahwa terdapat suatu s x , s y ∈ S {\displaystyle s_{x},s_{y}\in S} {\displaystyle s_{x},s_{y}\in S} sehingga ( s x x 1 , s x x 2 ) = ( s y y 1 , s y y 2 ) {\displaystyle (s_{x}x_{1},s_{x}x_{2})=(s_{y}y_{1},s_{y}y_{2})} {\displaystyle (s_{x}x_{1},s_{x}x_{2})=(s_{y}y_{1},s_{y}y_{2})}.

Mendefinisikan roda pecahan dari A {\displaystyle A} {\displaystyle A} yang terhadap S {\displaystyle S} {\displaystyle S} sebagai kuosien A × A   / ∼ S {\displaystyle A\times A~/\sim _{S}} {\displaystyle A\times A~/\sim _{S}} (dan melambangkan kelas kesetaraan berisi ( x 1 , x 2 ) {\displaystyle (x_{1},x_{2})} {\displaystyle (x_{1},x_{2})} sebagai [ x 1 , x 2 ] {\displaystyle [x_{1},x_{2}]} {\displaystyle [x_{1},x_{2}]} dengan operasi

0 = [ 0 A , 1 A ] {\displaystyle 0=[0_{A},1_{A}]} {\displaystyle 0=[0_{A},1_{A}]}       (identitas tambahan)

1 = [ 1 A , 1 A ] {\displaystyle 1=[1_{A},1_{A}]} {\displaystyle 1=[1_{A},1_{A}]}        (identitas perkalian)

/ [ x 1 , x 2 ] = [ x 2 , x 1 ] {\displaystyle /[x_{1},x_{2}]=[x_{2},x_{1}]} {\displaystyle /[x_{1},x_{2}]=[x_{2},x_{1}]}       (operasi timbal-balik)

[ x 1 , x 2 ] + [ y 1 , y 2 ] = [ x 1 y 2 + x 2 y 1 , x 2 y 2 ] {\displaystyle [x_{1},x_{2}]+[y_{1},y_{2}]=[x_{1}y_{2}+x_{2}y_{1},x_{2}y_{2}]} {\displaystyle [x_{1},x_{2}]+[y_{1},y_{2}]=[x_{1}y_{2}+x_{2}y_{1},x_{2}y_{2}]}        (operasi penambahan)

[ x 1 , x 2 ] ⋅ [ y 1 , y 2 ] = [ x 1 y 1 , x 2 y 2 ] {\displaystyle [x_{1},x_{2}]\cdot [y_{1},y_{2}]=[x_{1}y_{1},x_{2}y_{2}]} {\displaystyle [x_{1},x_{2}]\cdot [y_{1},y_{2}]=[x_{1}y_{1},x_{2}y_{2}]}       (operasi perkalian)

Garis proyektif dan bola Riemann

Kasus khusus di atas dimulai dengan sebuah medan menghasilkan sebuah garis proyektif diperpanjang menjadi sebuah roda dengan berdampingan sebuah elemen ⊥ {\displaystyle \bot } {\displaystyle \bot }, di mana 0 / 0 = ⊥ {\displaystyle 0/0=\bot } {\displaystyle 0/0=\bot }. Garis proyektif merupakan sendirinya sebagai ekstensi dari medan asli oleh sebuah unsur ∞ {\displaystyle \infty } {\displaystyle \infty }, di mana z / 0 = ∞ {\displaystyle z/0=\infty } {\displaystyle z/0=\infty } untuk setiap elemen z ≠ 0 {\displaystyle z\neq 0} {\displaystyle z\neq 0} dalam medan. Namun, 0 / 0 {\displaystyle 0/0} {\displaystyle 0/0} masih takterdefinisi pada garis proyektif, tetapi terdefinisi dalam ekstensinya menjadi sebuah roda.

Dimulai dengan bilangan real, "garis" proyektif padanan secara geometris sebuah lingkaran, dan kemudian titik tambahan 0 / 0 {\displaystyle 0/0} {\displaystyle 0/0} memberikan bentuk yang merupakan sumber dari istilah "roda". Atau dimulai dengan bilangan kompleks sebagai gantinya, "garis" proyektif padanan merupakan sebuah bola (bola Riemann), dan kemudian titik tambahan memberikan sebuah versi 3 dimensi dari sebuah roda.

Kutipan

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan