Minggu, 18 Oktober 2026
22:27 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Teorema Pompeiu

Teorema Pompeiu

Teorema geometri bidang

Bagikan:

Teorema hasil geometri bidang oleh Dimitrie Pompeiu

250px-Pompeiu_theorem1.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Pompeiu_theorem2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Teorema Pompeiu adalah teorema hasil dari geometri bidang, yang ditemukan oleh matematikawan Rumania Dimitrie Pompeiu.

Teorema ini dinyatakan sebagai berikut :

Diketahui segitiga sama sisi ABC pada bidang, dan titik P pada bidang segitiga ABC, panjang PA, PB, dan PC membentuk (mungkin, degenerasi) sisi segitiga [1][2]

Dimitrie Pompeiu menerbitkan teorema ini pada tahun 1936, akan tetapi matematikawan Jerman August Ferdinand Möbius telah menerbitkan teorema yang lebih umum tentang empat titik di bidang Euclidean pada tahun 1852. Möbius juga telah menurunkan pernyataan teorema Pompeiu secara eksplisit sebagai suatu kasus istimewa dari teoremanya yang mana lebih umum. Dengan demikian, teorema ini juga dikenal sebagai teorema Möbius-Pompeiu .[3]

250px-Satz_von_Pompeiu.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bukti teorema Pompeiu dengan segitiga Pompeiu △ P C P ′ {\displaystyle \triangle PCP'} {\displaystyle \triangle PCP'}

Dimisalkan sebuah rotasi 60° searah jarum jam terhadap titik B suatu segitiga sama sisi. Anggap titik A memetakan ke titik C, dan titik P memetakan ke titik P ' . Maka g a r i s   P B   =   g a r i s   P ′ B {\displaystyle \scriptstyle garis\ PB\ =\ garis\ P'B} {\displaystyle \scriptstyle garis\ PB\ =\ garis\ P'B}, dan ∠ P B P ′   =   60 ∘ {\displaystyle \scriptstyle \angle PBP'\ =\ 60^{\circ }} {\displaystyle \scriptstyle \angle PBP'\ =\ 60^{\circ }} . Sehingga segitiga PBP ' berukuran sama sisi dan g a r i s   P P ′   =   g a r i s   P B {\displaystyle \scriptstyle garis\ PP'\ =\ garis\ PB} {\displaystyle \scriptstyle garis\ PP'\ =\ garis\ PB} dan P A   =   P ′ C {\displaystyle \scriptstyle PA\ =\ P'C} {\displaystyle \scriptstyle PA\ =\ P'C} . Jadi, segitiga PCP ' memiliki sisi yang sama panjang dengan PA, PB, dan PC. (lihat gambar).[1][2]

Perhitungan lebih lanjut menjelaskan jika titik P tidak terletak di bagian dalam segitiga, melainkan ada di dalam lingkaran, maka PA, PB, PC membentuk segitiga merosot, dengan sisi yang terbesar sama dengan jumlah yang lain, Hal ini juga dikenal sebagai teorema Van Schooten .[1]

Pranala luar

Catatan

  1. 1 2 3 Jozsef Sandor: On the Geometry of Equilateral Triangles. Forum Geometricorum, Volume 5 (2005), pp. 107–117
  2. 1 2 Titu Andreescu, Razvan Gelca: Mathematical Olympiad Challenges. Springer, 2008, ISBN9780817646110, pp. 4-5
  3. ↑ D. MITRINOVIĆ, J. PEČARIĆ, J., V. VOLENEC: History, Variations and Generalizations of the Möbius-Neuberg theorem and the Möbius-Ponpeiu. Bulletin Mathématique De La Société Des Sciences Mathématiques De La République Socialiste De Roumanie, 31 (79), no. 1, 1987, pp. 25–38 (JSTOR)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan