Sabtu, 24 Oktober 2026
02:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Tentara buruh

Tentara buruh

Bagikan:
MarkV.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Tentara buruh tahun 1920, membajak lahan menggunakan tank Mark-V.

Tentara buruh (трудовая армия, трудармия) adalah gagasan yang diperkenalkan di Uni Soviet selama Perang Saudara Rusia pada tahun 1920. Awalnya istilah ini diterapkan kepada resimen Tentara Merah yang dipindahkan dari aktivitas militer ke aktivitas pekerja, seperti penebangan kayu, penambangan batu bara, pengumpulan kayu bakar, dan lain sebagainya.[1]

Tentara buruh pertama (1я Трудармия, 1-я армия труда) diciptakan setelah kekalahan Kolchak di pangkalan Angkatan Darat ke-3 yang terletak di wilayah Pegunungan Ural oleh pasukan inisiatif Mikhail Matiyasevich (командарм Михаил Степанович Матиясевич).[2]

Leon Trotsky yang pada saat itu bertindak sebagai petugas pelaksana Komisar Rakyat Urusan Angkatan Darat dan Angkatan Laut serta Ketua Dewan Militer Revolusioner, mengembangkan gagasan mengenai tentara buruh ini lebih lanjut. Dia berargumen bahwa situasi ekonomi di Soviet saat itu memerlukan pengenalan “tugas buruh universal”. Dalam hal pekerja, dapat dilakukan dengan bantuan serikat pekerja, sementara dalam kasus kaum tani, Trotsky berpendapat bahwa hal itu hanya mungkin melalui mobilisasi.[3]

Referensi

  1. ↑ Цысь В. В. Трудовые армии периода Гражданской войны — Нижневартовск, 2009.
  2. ↑ "Первая революционная армия труда РСФСР"
  3. ↑ Leon Trotsky, ЗАДАЧИ ТРУДОВОЙ МОБИЛИЗАЦИИ
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan