Minggu, 25 Oktober 2026
04:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Energi ombak

Energi ombak

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Energi berkelanjutan
Sebuah mobil melintas di dekat 4 turbin angin di ladang, dengan lebih banyak turbin di cakrawala
Bagian dari seri
Energi terbarukan
120px-Logo_Renewable_Energy_by_Melanie_Maecker-Tursun_V1_bgGreen.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Waves_in_pacifica_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ombak yang besar memungkinkan adanya penggunaan energi ombak

Energi ombak adalah energi yang berasal dari tekanan naik turunnya gelombang air laut. Negara kelautan memiliki potensi yang besar akan energi ombak. Energi ini dapat digunakan untuk pembangkit listrik[1] dengan memanfaatkan tekanan naik turun dari ombak.

Energi ombak laut dapat dimanfaatkan dengan baik terutama di daerah yang memiliki garis pantai panjang. Indonesia merupakan negara yang menyimpan banyak sumber daya untuk menunjang kebutuhan sumber energi. Salah satunya karena Indonesia memiliki garis pantai yang panjang dengan urutan dua di dunia.[2]

Energi ombak memanfaatkan gerakan permukaan laut akibat angin yang bertiup di atas air laut. Teknologi ini bekerja dengan cara menangkap energi kinetik hasil pergerakan air laut untuk menggerakkan turbin atau mesin yang menghasilkan listrik. Instrumen tersebut dipasang di lepas pantai atau di pinggir pantai. Energi ini dapat bekerja dengan baik pada daerah yang memiliki garis pantai panjang seperti di Indonesia.[3]

Energi ombak dapat menjadi harapan besar dalam transisi energi. Hal ini karena, sumber daya yang berkelanjutan, teoretisnya kontinu dan tersebar sepanjang garis pantai. Gelombang lautan menyimpan energi kinetik dan energi potensial yang dihasilkan oleh pergerakan angin, tekanan atmosfer dan dinamika pergerakan arus laut.

Gelombang laut menghasilkan energi gerak periodik di permukaan air. Setiap gelombang membawa kombinasi energi kinetik yang adalah pergerakan massa air dan energi potensial yang adalah perbedaan elevasi permukaan. Besarnya energi dapat tergantung pada karakteristik gelombang, seperti tinggi gelombang dan juga periode gelombang, serta lokasi batimetri.[4]

Teknologi Pengonversi Energi Ombak

Teknologi pengonversi ombak terdiri dari berbagai bentuk dengan memanfaatkan aspek berbeda dari gerak gelombang. Osscilating Water Colomn yang memanfaatkan kolom air yang mengkompresi kolom udara sehingga dapat mendorong turbin udara dan menghasilkan energi listrik. Attenuators yaitu perangkat memanjang yang sejajar arah gelombang seperti pelamis menangkap tarikan dan tekukan sepanjang tubuh untuk menghasilkan energi rotasional. Point absorbers memanfaatkan gerak naik turun relatif tubuh mengapung terhadap struktur tetap, ini efektif untuk skala modular.

Pemilihan teknologi bergantung pada kondisi gelombang, kedalaman laut, kebutuhan lokal dan tentunya akses pemeliharaan. Perbedaan desain alat akan memengaruhi performa penangkapan energi, serta fluktuasi gelombang.[4]

Tantangan

Energi ombak menghadapi sejumlah tantangan mendasar yang perlu diperhatikan. Struktur terhadap gelombang ekstrem dan juga sifat korosif yang dapat merusak instrumen teknologi, sehingga menuntut teknologi yang unggul. Sistem pemeliharaan harus terpelihara dan terjaga dengan baik dan tentu membutuhkan dana yang besar.

Juga perlu meninjau dari sisi lingkungan, agar tidak mengganggu dan merusak ekosistem dan habitat laut yang ada. Ini membutuhkan rancangan penelitian yang matang dan terstruktur. Monitoring yang berkelanjutan juga perlu diperhatikan agar meminimalkan efek negatif pada ekosistem laut.[4]

  1. ↑ Media, Kompas Cyber. "Inspirasi Energi: Mengenal Energi Ombak Laut yang Potensial". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-11-01.
  2. ↑ Fikri, Husen (2025-04-03). "Indonesia, Negara Kepulauan dengan Garis Pantai Terpanjang Kedua di Dunia: Fakta dan Pengaruhnya". MAMIKA ID. Diakses tanggal 2025-11-01.
  3. ↑ "SolarKita". www.solarkita.com. Diakses tanggal 2025-11-01.
  4. 1 2 3 "Energi Ombak: Kekuatan Lautan Jadi Listrik! Rahasia Gelombang Samudra yang Tak Pernah Berhenti!". Sridianti. 2025-10-02. Diakses tanggal 2025-11-01.{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan