Minggu, 25 Oktober 2026
02:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Teman imajinasi

Teman imajinasi

Bagikan:
250px-Shakespear%27s_Caliban.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Caliban sedang berbincang dengan teman imajinasinya. Drama The Tempest karya Shakespeare ini dipentaskan oleh di Teater Folger.

Teman imajinasi atau teman khayalan adalah fenomena psikologis dan sosial ketika pertemanan atau hubungan interpersonal lainnya berlangsung dalam ranah imajinasi dan tidak di dunia nyata. Meskipun teman imajinasi seolah-olah sangat nyata, anak-anak biasanya tahu bahwa teman imajinasi mereka tidak sungguh ada.[1] Penelitian pertama yang berfokus pada teman imajinasi dilakukan pada tahun 1890-an.[2] Tidak banyak informasi mengenai perkembangan dan kemunculan teman imajinasi di pikiran anak-anak. Dalam sejarah, orang dewasa memiliki dewa pelindung di rumah atau malaikat penjaga.[2] Pada akhirnya, fenomena teman imajinasi diturunkan ke anak-anak. Belum diketahui kapan anak-anak pertama kali memiliki teman imajinasi, tetapi kemungkinan fenomena ini muncul pada abad ke-20 ketika masa kanak-kanak dianggap sebagai masa untuk bermain dan berimajinasi.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Taylor, M. (1999) Imaginary Companions and the Children Who Create Them. New York: Oxford University Press.
  2. 1 2 3 Klausen, E.; Passman, R. H. (2007). "Pretend companions (imaginary playmates): The emergence of a field". The Journal of Genetic Psychology. 167 (4): 349–364. doi:10.3200/gntp.167.4.349-364.

Bacaan lanjut


Ikon rintisan

Artikel bertopik psikologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan