Selasa, 27 Oktober 2026
06:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Telur kukus

Telur kukus

salah satu metode penyajian telur

Bagikan:
Telur kukus
250px-Coddled_Egg_on_hash.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Telur kukus di atas hash
Nama lainCoddled Egg
Bahan utamaTelur

Dalam memasak, telur kukus (bahasa Inggris: coddled egg) adalah telur yang dimasak dengan lembut atau ringan di bawah suhu titik didih air baik dengan kulit atau cangkangnya atau tanpa cangkang dengan memakai wadah lainnya. Mereka dapat dimasak setengah matang, matang keseluruhan, atau hampir tidak matang sama sekali (seperti pada telur yang digunakan untuk membuat saus salad Caesar, yang hanya sedikit direbus untuk hasil akhir yang lebih tebal). Telur apung adalah jenis telur kukus yang dimasak dalam air.

Metode

Ada dua metode dalam mengukus telur.[1] Pertama adalah memasak telur bersama dengan cangkangnya dengan merendamnya dalam air yang hampir mendidih. Hal ini dapat dilakukan baik dalam panci di mana air disimpan di bawah titik didih, atau dengan menuangkan air mendidih di atas telur dan membiarkannya selama 2 hingga 5 menit, berdasarkan suhu awal telur, jumlah telur yang dimasak sekaligus, dan jumlah air mendidih yang digunakan.

Kedua adalah dengan memecahkan telur dan memasukkannya ke dalam egg coddler, cangkir porselen atau ramekin dengan tutupnya, dan dimasak menggunakan bain-marie. Bagian dalam egg coddler terlebih dahulu diolesi mentega agar dapat membumbui telur dan membuatnya mudah dikeluarkan. Telur mentah (kadang-kadang dengan perasa tambahan) dipecahkan ke dalam egg coddler, yang kemudian ditempatkan dalam panci berisi air mendidih selama 7 hingga 8 menit untuk mencapai putih dan kuning telur yang padat.

Produksi

Coddler telah banyak diproduksi oleh Royal Worcester,[2] sejak era 1890-an. Banyak perusahaan[3] yang telah memproduksi egg coddler hingga saat ini, di mana sebagian besar dijadikan barang koleksi.

Kemungkinan risiko penyajian

Tingkat kematangan dari telur kukus tidak selalu memenuhi standar yang ditentukan agar bebas dari segala bentuk kontaminasi dan patogen. Di Amerika Serikat, telur memiliki peluang 1 dari 30.000 berisiko menyebabkan penyakit karena adanya salmonella dan bakteri lainnya.[4][5][6] Menggunakan telur yang masih baru dan sudah dicuci bersih serta didinginkan di dalam lemari es, atau telur pasteurisasi direkomendasikan untuk meminimalisir risiko tersebut. Menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, telur harus dimasak sampai putih dan kuning telur menjadi padat bahkan hingga mengeras,[7] dan suhu air yang digunakan harus 74–82 °C (165-180 °F).[8] Anak-anak, orang tua, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah disarankan untuk tidak makan telur yang dimasak tidak sampai matang karena risiko terpapar infeksi salmonella. Di Inggris, telur mentah dapat dimakan dengan aman oleh wanita hamil, bayi dan orang tua karena semua telur yang memiliki tanda singa telah divaksinasi terhadap salmonella.[9]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Coddled Eggs. CooksInfo.com. Published 08/18/2004. Updated 03/12/2010. Web. Retrieved 11/27/2012 from http://www.cooksinfo.com/coddled-eggs
  2. ↑ "Royal Woercester Egg Coddlers". museumofroyalworcester.org. 15 Agustus 2016. Diarsipkan dari versi asli pada 2015-01-03.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: BOT: status url asli tidak diketahui (link)
  3. ↑ "Manufacturers of Egg Coddlers". Egg-Coddlers.com. 1 Juni 2010.
  4. ↑ Kimura, Akiko C.; Reddy, V; Marcus, R; Cieslak, PR; Mohle-Boetani, JC; Kassenborg, HD; Segler, SD; Hardnett, FP; Barrett, T; et al. (2004). "Chicken Consumption Is a Newly Identified Risk Factor for Sporadic Salmonella enterica Serotype Enteritidis Infections in the United States: A Case-Control Study in FoodNet Sites". Clinical Infectious Diseases. 38: S244–S252. doi:10.1086/381576. PMID 15095196.{{cite journal}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |first=
  5. ↑ Little, C.L; Surman-Lee, S; Greenwood, M; Bolton, FJ; Elson, R; Mitchell, RT; Nichols, GN; Sagoo, SK; Threlfall, EJ; et al. (2007). "Public health investigations of Salmonella Enteritidis in catering raw shell eggs, 2002–2004". Letters in Applied Microbiology. 44 (6). Blackwell Publishing: 595–601. doi:10.1111/j.1472-765X.2007.02131.x. PMID 17576219.{{cite journal}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |first=
  6. ↑ Stephens, N.; Sault, C; Firestone, SM; Lightfoot, D; Bell, C; et al. (2007). "Large outbreaks of Salmonella Typhimurium phage type 135 infections associated with the consumption of products containing raw egg in Tasmania". Communicable diseases intelligence. 31 (1). Blackwell Publishing: 118–24. PMID 17503652.
  7. ↑ Foodsafety.gov. "Eggs and Egg Products". www.foodsafety.gov.
  8. ↑ The Culinary Institute of America (17 April 2009). "Poaching Eggs from the World's Premier Culinary College" – via YouTube.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/eggs-nutrition/

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan