Minggu, 11 Oktober 2026
21:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Telanjang?

Bagikan:

Telanjang? adalah sebuah film dokumenter tahun 2006 berdurasi 40 menit yang ditulis dan disutradarai oleh Sekar Ayu Asmara. Film ini dibuat oleh Sekar yang menentang disahkannya UU Pornografi.[1]

Ulasan

Sebagai negara berkembang, Indonesia menghadapi kendala untuk alasan keragaman yang berasal dari dalam. Mulai dari kelompok etnis, bahasa, budaya, pendidikan, dan agama.

Banyak orang bekerja dalam bidang seni atas nama tindakan pornografi sehingga banyak orang menjadi bingung antara seni dan pornografi. Yang terkena getahnya adalah para seniman.

Dalam film dokumenter ini, dapat diketahui pendapat dari lapisan pekerja seni akan UU Pornografi yang dipilih berdasarkan konsep intelek mereka, seperi Eko Supriyanto, Sujiwo Tejo, Jajang C. Noer, Ari Lasso, Ratna Sarumpaet, Izabel Jahja, Garin Nugroho, Franz Magnis-Suseno, Ayu Utami, Olga Lydia, Nia Dinata, Dian Sastrowardoyo, dan masih banyak lagi.

Ditampilkan juga pendapat dari para seniman seperti sinden atau penari erotis.[1][2]

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan