Minggu, 01 November 2026
16:38 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Telaga Kausar

Telaga Kausar

danau mitologi dalam tradisi Islam

Bagikan:
Diagram Padang Mahsyar menurut manuskrip Futuhat al-Makkiyyah oleh ahli tasawuf dan filsuf Muslim Ibnu Arabi, ca. 1238. Terlihat ada Arsy di tengah, al-Aminun (mimbar untuk orang beriman), tujuh baris malaikat, Jibril (ar-Ruh), A'raf (pembatas tinggi), Telaga Kausar, al-Maqam al-Mahmud (tempat yang terpuji, tempat Nabi Muhammad akan berdiri sebagai perantara orang beriman), Mizan (Timbangan), As-Sirāt (Jembatan), Jahannam (Neraka), dan Marj al-Jannat (Padang Rumput Surga).[1]

Dalam Islam, Telaga Kausar (bahasa Arab:حَوْضُ ٱلْكَوْثَرِ, translit. Ḥauḍ al-Kauṡar[2]) mengacu pada telaga yang terletak di Surga. Keyakinan tradisional umat Muslim adalah bahwa ketika terjadi Hari Pengadilan Terakhir, saat orang akan dibangkitkan, mereka menjadi sangat haus dan sangat ingin meminum sesuatu dalam situasi sangat genting. Kemudian, Nabi Islam Muhammad, akan dipilih Allah untuk menanggapi permohonan orang-orang beriman untuk memuaskan dahaga mereka dengan menawarkan minuman dingin dan menyegarkan dari telaga tersebut.

Asal usul konsep

Al-Qur'an mengabadikan nama telaga tersebut dalam Surah Al-Kausar, tetapi beberapa mufasir menyatakan bahwa kata kauṡar dalam surah merujuk kepada nikmat yang dilimpahkan kepada Muhammad.[3][4] Bagaimanapun juga, konsep tersebut juga dikaitkan dengan penghormatan istimewa kepada Muhammad dibandingkan dengan para Nabi dan Rasul Allah yang lain.

Konsep ini juga muncul dalam Kristen. Yoh 7:37–38 berbunyi:[5]

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: ”Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”

Implikasi

Hikmah yang diperoleh dari telaga tersebut adalah untuk memotivasi umat Islam untuk beriman kepada Hari Kiamat dan Akhirat serta mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat mereka. Juga untuk mencintai sunnah-sunnah Nabi Muhammad dan memperkenalkan pandangan bahwa peristiwa-peristiwa di sekitar Hari Pengadilan Terakhir membutuhkan keimanan kepada yang gaib dan metafisis.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Begley, Wayne E. The Garden of the Taj Mahal: A Case Study of Mughal Architectural Planning and Symbolism, in: Wescoat, James L.; Wolschke-Bulmahn, Joachim (1996). Mughal Gardens: Sources, Places, Representations, and Prospects Dumbarton Oaks, Washington D.C., ISBN0884022358. pp. 229–231.
  2. ↑ Houtsma, M. Th. (1993). E. J. Brill's First Encyclopaedia of Islam, 1913-1936. BRILL. hlm. 835. ISBN 90-04-09790-2.
  3. ↑ Tadabbur-i-Quran by Amin Ahsan Islahi - exegesis available here
  4. ↑ Exegesis by Javed Ahmad Ghamidi
  5. ↑ "John 7:37 on the last and greatest day of the feast, Jesus stood up and called out in a loud voice, "If anyone is thirsty, let him come to Me and drink".
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan