Sabtu, 26 September 2026
12:12 WIB
TERKINI
Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat
Johannes Elias Teijsmann

Johannes Elias Teijsmann

Ahli botani asal belanda

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Johannes Elias Teijsmann" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
250px-Teijsmann%2C_Johannes_Elias.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Johannes Elias Teijsmann

Johannes Elias Teijsmann (juga Teysmann, 1 Juni 1808 – 22 Juni 1882) adalah seorang ahli botani berkebangsaan Belanda.

Ia menjabat sebagai Kurator Kebun Raya Bogor pada tahun 1830 dan menghabiskan sisa hidupnya untuk mengembangkan kebun botani tersebut. Pada tahun 1837, Justus Karl Haßkarl (1811-1894) menjadi asistennya. Minat pribadinya terhadap pohon palem menyebabkannya memperkenalkan kelapa sawit ke Hindia Belanda dari Afrika Barat. Hingga sekarang, tanaman ini amat penting bagi ekonomi di Jawa. Teijsmann juga membuat Kebun Raya Cibodas pada tanggal 18 April 1852 dan membuat Cibodas terkenal dengan koleksi lumut terbanyak di dunia.

Teijsmann, melalui perjalanannya, memperkenalkan banyak spesies baru di kebun raya tersebut, seperti Delonix regia (flamboyan), Manihot esculenta (singkong), dan Elaeis guineensis (kelapa sawit). Ia menerbitkan dua katalog dari kebun botani tersebut. Yang pertama ditandatangani oleh Carl Ludwig Blume (1789-1862) memuat 914 spesies dan yang kedua memuat 2.800 spesies.

Peran di Kebun Raya Bogor

Setelah 1830, Kebun Raya Bogor berada di bawah pengawasan staff istana Gubernur Jenderal. Ketika itu jabatan direktur dibiarkan kosong dan Teijsmann, yang berstatus sebagai kepala kurator diberikan kewenangan untuk mengelolanya. Misinya adalah memproduksi ilmu pengetahuan dengan membangun reputasi ilmiah pada 1840 dan 1850-an, serta membuat rekomendasi agar lembaga ini berdiri secara mandiri. Rekomendasi Teijsmann baru dilaksanakan sepuluh tahun setelahnya dalam periode Gubernur Jenderal L.A.J.W. Baron Sloet van de Beele, Ia pun diangkat menjadi direktur sementara dan secara sungguh-sungguh mencari ahli botani untuk kebun raya. Posisi ini kemudian diisi oleh R.H.C.C. Scheffer, seorang lulusan Utrecht University pada 1968. Proyek Scheffer berkonsentrasi pada upaya aklimatisasi tanaman impor.[1] Misalnya, pengembangan budidaya kina, yang dapat digunakan untuk mengobati malaria.

250px-Tugu_untuk_Menghormati_Johannes_Elias_Teysmann_di_Kebun_Raya_Bogor.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tugu untuk Menghormati Johannes Elias Teysmann di Kebun Raya Bogor

Referensi

  1. ↑ Andrew Goss 2014, hlm. 102-103.

Daftar Pustaka

  • Goss, Andrew (2014). Belenggu Ilmuwan dan Pengetahuan. Depok: Komunitas Bambu. ISBN 978-602-9402-32-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan