Selasa, 22 September 2026
05:39 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Tehyan

Tehyan

250px-Stamp_of_Indonesia_-_2015_-_Colnect_667015_-_Tehyan_DKI_Jakarta.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prangko Indonesia edisi 2015 menampilkan Tehyan

Tehyan adalah alat musik gesek yang terbuat dari kayu jati dengan tabung resonansi yang terbuat dari batok kelapa, dan dilengkapi senar.[1][2][3] Alat musik tradisional etnis Tionghoa ini menghasilkan nada-nada tinggi, biasanya dimainkan dengan alat-alat musik lainnya dalam musik orkes gambang.[4][5]

Sukong, Tehyan, dan Kongahyang tergolong dalam satu kelompok alat musik karena semuanya merupakan komponen dari gambang keromong. Perbedaan utama di antara ketiganya terletak pada ukuran fisik serta fungsi nadanya dalam ansambel musik.[6] Tehyan memiliki ukuran sedang (menengah) dengan nada dasar A dan berperan sebagai pengisi ritme dalam ansambel.[7] Alat musik ini masuk ke Indonesia ketika zaman kolonial Belanda, pada abad ke-18. Pada saat itu, Tehyan sering digunakan pada pesta nikah, hari perayaan, hingga pemakaman.[8]

Sejarah

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Phoa, Kian Sioe, dalam "Orkest gambang, Hasil kesenian Tionghoa Peranakan di Djakarta",[9] gambang (gambang kromong) berawal dari kalangan masyarakat di Batavia pada masa Kapitein der Chineezen Nie Hoe Kong (tahun 1736–1740), pada masa itu adalah waktu menjelang terjadinya Tragedi Pembantaian Angke (Kali Merah) tahun 1740. Dari Batavia kesenian ini sedemikian populer hingga menyebar ke etnis Tionghoa-Indo di area Benteng, Buitenzorg dan Bekassie. Ini sedemikian populernya hingga etnis Betawi juga menggemarinya.[5]

Lihat pula

Referensi

  1. Media, Kompas Cyber (2022-09-08). "Mengenal Alat Musik Gesek Tradisional Indonesia". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-02-03.
  2. Media, Kompas Cyber (2021-05-07). "Tehyan dan Tanjidor, Alat Musik Tradisional DKI Jakarta". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-02-03.
  3. Nugroho, Agung. "Mengenal Alat Musik Tradisional China Tehyan atau Kongahyan Menyebar Luas ke Pantura Bersama Geger Pecinan - Cirebon Raya". Mengenal Alat Musik Tradisional China Tehyan atau Kongahyan Menyebar Luas ke Pantura Bersama Geger Pecinan - Cirebon Raya. Diakses tanggal 2026-02-03.
  4. Sari & Hutapea, 2018. Mengenal Tehyan, Alat Musik Gesek Khas Betawi.
  5. 1 2 Soedjiono, S. (1995). Album alat musik tradisional. hlm. 32 Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
  6. Indonesia, theAsianParent (2022-03-24). "Mengenal Alat Musik Gesek Bernama Sukong Asli Betawi". id.theasianparent.com. Diakses tanggal 2026-01-17.
  7. Khuluq, Akhmalul (2016-06-18). Alat Musik Tradisional Nusantara. JPBOOKS. hlm. 40. ISBN 978-602-206-480-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. Alfreda & Aji, 2018. Mengenal Tehyan, Alat Musik Gesek Khas Betawi.
  9. Orkestra Seni:Pancawarna I, 9, Jakarta, Juni 1949, hlm. 37-39, orkest
Ikon rintisan

Artikel bertopik alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan