Rabu, 23 September 2026
14:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat
Tefra

Tefra

pecahan material dari letusan gunung berapi

250px-Icelandic_tephra.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tefra di Islandia tengah bagian selatan. Lapisan tebal berwarna terang di tengah foto ini adalah tefra riolitik dari Hekla

Tefra adalah sebuah material yang diproduksi oleh letusan gunung berapi.[1]

Vulkanolog juga merujuk fragmen-fragmen yang di udara sebagai piroklas. Setelah klas-klas telah jatuh ke tanah, itu akan tetap menjadi tefra kecuali jika matrialnya cukup panas untuk menyatu menjadi batuan piroklastik atau tuf. Ketika sebuah gunung berapi meletus, berbagai jenis tefra akan dihasilkan, termasuk abu vulkanik, lapili, dan bom vulkanik. Lapisan-lapisan ini terdeposit di tanah, dan seiring berjalannya waktu, sedimentasi terjadi dan memasukkan lapisan-lapisan tefra ini ke dalam catatan geologis.

Pranala luar

Referensi

  1. This is the broad definition of tephra (Greek tephra, "ash") proposed by the Icelandic volcanologist Sigurður Þórarinsson (Sigurdur Thorarinsson) in 1954, in connection with the eruption of Hekla (Thorarinsson, "The eruption of Hekla, 1947-48II, 3, The tephra-fall from Hekla, March 29th, 1947", Visindafélag Íslendinga (1954:1-3). The term had been used earlier in Sigurdur Thorarinsson's 1944 doctoral studies, but not in English. See Thorarinsson, S (1944). "Tefrokronologiska studier pA Island". Geografiska Annaler. 26 (1–2): 1–217. doi:10.1080/20014422.1944.11880727.


Ikon rintisan

Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan