Minggu, 04 Oktober 2026
21:18 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Sri Maharaja Tarusbawa

Bagikan:
Tarusbawa
ᮒᮛᮥᮞ᮪ᮘᮝ
Tohaan di Sunda
Raja Tarumanagara ke—13 dan Raja Sunda ke—1
Berkuasa669–723
PenerusSanjaya dari Mataram atau Sanjaya dari Sunda
Lahirtidak diketahui
Sundapura, Tarumanagara
Nama takhta
Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa

Sri Maharaja Tarusbawa (bahasa Sunda:ᮞᮢᮤ ᮙᮠᮛᮏ ᮒᮛᮥᮞ᮪ᮘᮝ, translit. Sri Maharaja Tarusbawa) adalah raja ke—13 Tarumanagara sekaligus pendiri dan raja pertama Kerajaan Sunda. Untuk mengembalikan pamor Tarumanagara yang waktu itu semakin menurun ia mengganti nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda. kemudian ia memerintah dan menjadi raja di Kerajaan Sunda dari tahun 669 M hingga 723 M.[1]

Biografi

330px-Sunda_Kingdom_su.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Kerajaan Sunda.

Pada tahun 669 M, Maharaja Linggawarman, Raja Tarumanagara keduabelas meninggal. Akhirnya ia digantikan oleh menantunya, Tarusbawa, dengan nama gelar Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. Pelantikannya berlangsung tanggal 9 bagian terang bulan Jesta taun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi).[2]
Ketika Tarumanagara dipimpin oleh mertuanya, kejayaan kerajaan sudah hampir mati. Tarusbawa mengupayakan agar kerajaan bisa kembali seperti kejayaan Tarumanagara waktu dipimpin oleh Sri Maharaja Purnawarman (395-434 Masehi). Tarusbawa lahir dan dibesarkan di Sundapura (kota Sunda) bekas ibu kota Tarumanagara.[1]
Yang pertama dilakukan Tarusbawa adalah mengubah nama Tarumanagara jadi Kerajaan Sunda, dari nama kota kelahirannya yang pada waktu itu beralih fungsi dari sebutan Sundapura menjadi Sunda Sembawa (Tanah Kabuyutan/Tanah Leluhur). Oleh karena itu, di belakang nama pelantikannya juga menggunakan gelar Sundasembawa. Keadaan ini memancing protes dari Wretikandayun sehingga ia menyatakan kemerdekaan Kerajaan Galuh (Kendan) dari kekuasaan Kerajaan Sunda (pengganti nama Tarumanagara)[1]
Walaupun kerajaan sudah dibagi dua kekuasaannya oleh Wretikadayun, Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus takhta Tarumanagara, ke negara tetangga. Oleh karena itu dalam sumber berita China yang terakhir, menyebutkan bahwa ada utusan dari Tarumanagara tahun 669 M. Tarusbawa mempunya pribadi yang damai. Dia tidah ingin ada sengketa dengan Wretikadayun, walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah ketika perang melawan Kerajaan Galuh. Prinsipnya lebih baik memimpin setengah negara tangguh daripada harus memaksakan memimpin satu negara penuh dengan keadaan yang belum tentu.[1]
Selain itu, Tarusbawa memindahkan ibu kota kerajaan dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). Di salah satu tanah, Tarusbawa mendirikan lima keraton, yang bangunannya dan besarnya sama juga posisinya sejajar. Keraton itu masing-masing diberi nama: Bima, Punta, Narayana, Madura dan Suradipati. Naskah Carita Parahiyangan menyebutkan ¬Sri Kadatwan Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati.[3]
Setelah keraton selesai dibangun, selanjutnya diberkahi (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. Jumlah keraton 5 itu dalam sastra klasik disebut panca persada.

Prameswari Maharaja Tarusbawa yaitu Manasih putri Linggawarman, raja keduabelas Tarumanagara. Adiknya Manasih, Sobakancana, jadi istri Dapunta Hyang Sri Jayanasa yang mendirikan Kerajaan Sriwijaya, yang sama-sama naik takhta taun 669 Masehi.[1]

Referensi

  • Ayatrohaedi. 2005. SUNDAKALA Cuplikan Sejarah Sunda Berdasarkan Naskah-naskah "Panitia Wangsakerta" Cirebon. Bandung: Pustaka Jaya
  • Seri Biografi Tokoh - Abhesiva.id https://abhiseva.id/raja-tarusbawa/

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 Iskandar, Yoseph.1997.Sejarah Jawa Barat (Yuganing Rajakawasa.Bandung:Geger Sunten
  2. ↑ Danasasmita, S. 1983. Sejarah Bogor. Bogor:Paguyuban Pasundan Cabang Kodya Bogor.
  3. ↑ Atja & Ekajati, E.S.1989.Carita Parahiyangan “karya tim pimpinan pangeran wangsakerta”.Bandung:Yayasan Pembangunan Jawa Barat.


Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Linggawarman
Raja Sunda ke-1
669–723
Diteruskan oleh:
Sanjaya dari Sunda atau Sanjaya dari Mataram
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan