Selasa, 20 Oktober 2026
19:41 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Tarsius niemitz

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Tarsius niemitz" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Januari 2024)
Bunsing[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Haplorhini
Famili: Tarsiidae
Genus: Tarsius
Spesies:
T. niemitzi
Nama binomial
Tarsius niemitzi
Shekelle, Groves, Maryanto, Mittermeier, Salim & Springer, 2019

Tarsius niemitz atau Bunsing, adalah salah satu species tarsius yang teridentifikasi pada tahun 2019 berasal dari Kepulauan Togian, Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Nama spesies ini diberikan untuk mengenang Carsten Niemitz, seorang peneliti evolusi asal Jerman, bersama muridnya Alexandra Nietsch yang pertama kali mengidentifikasikan secara formal populasi tarsius di Kepulauan Togian, berdasarkan informasi dari penjabat pemerintah bernama Rolex Lameanda.[3][1]

Sejarah identifikasi

250px-Geographic_distribution_of_Niemitz%27s_Tarsier.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Tarsius ini ditemukan di semua pulau di Kepulauan Togean, kecuali Pulau Una-Una. Populasi tarsius di Kepulauan Togean ini pertama kali diidentifikasikan sebagai spesies oleh Nietsch dan Niemitz tahun 1993. Studi lanjutan oleh Nietsch dan Kopp (1998), Nietsch (1999) dan Shekelle et al. (1997) mendukung hipotesis tarsius dapat dibedakan oleh panggilan suara kawin (mating call) oleh Shekelle dan Leksono pada tahun 2004, ada kemungkinan 16 species tarsius yang berbeda termasuk populasi Togean. Ini karena tarsius jantan dan betina saling menyahut membentuk duet sehingga panggilan suara kawin ini disebut "panggilan duet" (duet call), dan rekaman dari spesies berbeda belum tentu ditanggapi. Studi genetis oleh Shekelle 2003 juga makin mendukung adanya identifikasi spesies baru dengan kerabat terdekatnya Tarsius lariang.[1]

Karakteristik

Bunsing memiliki besar yang hampir sama dengan spesies tarsius lainnya kecuali Tarsius pumilus dan Tarsius sangirensis, berat betina sekitar 104-110 g, dan jantan 125-138 g. Panjang betina sekitar 245-261 mm dan jantan 246-258 mm. Warna kulitnya coklat gelap seperti Tarsius dentatus terutama ekornya. Warna rambutnya (pelage) cukup gelap dengan bulu di wajahnya berwarna abu-abu gelap. Ekornya memiliki kuncung dan tetap berbulu berbeda dengan spesies tarsius di pulau terpencil yang berekor botak.[1]

Struktur panggilan duet Tarsius niemitz merupakan yang paling sederhana, satu panggilan dari betina akan direspon oleh dua hingga tiga panggilan jantan. Selain itu populasi tarsius Togean ini berbeda dengan populasi tarsius lainnya, di mana mereka akan menanggapi semua putar balik dari rekaman panggilan spesies tarsius lainnya. Panggilan betina merupakan nada ke bawah dengan frekuensi maksimum 13 kHz dan minimum 6 kHz dengan durasi 0,5 detik, panggilan ini akan diulangi setiap 1,5 detik. Panggilan jantan menyerupai panggilan betina yang terkompresi dengan frekuensi maksimum 10-11 kHz dan minimum 5 kHz dengan durasi 0,15 detik. Panggilan ini dilakukan dua hingga tiga kali menanggapi panggilan betina dengan frekuensi makin meningkat.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Shekelle, Myron; Groves, Colin P.; Maryanto, Ibnu; Mittermeier, Russell A.; Salim, Agus; Springer, Mark S. (2019). "A new tarsier species from the Togean Islands of Central Sulawesi, Indonesia, with references to Wallacea and conservation on Sulawesi" (PDF). Primate Conservation. 33: 1–9. S2CID 204801433. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-02-10.
  2. ↑ Shekelle, M. (2020). "Tarsius niemitzi". The IUCN Red List of Threatened Species. 2020. IUCN: e.T162337005A171341769. Diakses tanggal 6 Desember 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "For Indonesia's newest tarsier, a debut a quarter century in the making". Mongabay Environmental News (dalam bahasa American English). 2019-10-08. Diakses tanggal 2024-01-30.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan