Sabtu, 10 Oktober 2026
12:22 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Tarsius kerdil

Tarsius kerdil

fauna endemik dari Sulawesi, Indonesia

Bagikan:
Tarsius kerdil[1]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
T. pumilus
Nama binomial
Tarsius pumilus
250px-Pygmy_Tarsier_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persebaran tarsius kerdil
Artikel takson sembarang

Tarsius kerdil atau Tangkasi gunung[3] (Tarsius pumilus) adalah sebuah primata nokturnal yang ditemukan di Sulawesi Tengah, Indonesia, di kawasan dengan keragaman spesies yang vegetatif rendah ketimbang hutan tropis dataran rendah.

Tarsius kerdil diyakini punah pada awal abad ke-20. Kemudian, pada 2000, para ilmuwan Indonesia secara tak sengaja menewaskan seekor tarsius kerdil saat menjebak tikus. Tarsius kerdil pertama yang terlihat dalam keadaan hidup sejak 1920an ditemukan oleh tim riset pimpinan Dr. Sharon Gursky dan murid Ph.D. Nanda Grow dari Texas A&M University di Gunung Rore Katimbo di Taman Nasional Lore Lindu pada Agustus 2008.[4][5] Dua pejantan dan satu betina (yang keempat kabur) ditangkap memakai jaring, dan radio dipakai untuk meneliti gerak mereka. Karena para tarsius kerdil hidup pertama terlihat pada 80 tahun terakhir, penangkapan-penangkapan tersebut mencabut keyakinan pada beberapa primatolog bahwa spesies tersebut telah punah.[6]

Secara genetis, Tarsius pumilus sangat berbeda dari spesies lainnya di genus Tarsius, karena merupakan spesies basal yang berpisah lebih dahulu sekitar 10 juta tahun yang lalu dari dua garis keturunan lainnya di genus Tarsius yang baru berpisah sekitar 7 juta tahun yang lalu, garis keturunan pertama mencakup T. sp (dari Kendari), T. supriatnai, T. spectrumgurskyae, T. wallacei; sedangkan garis keturunan kedua mencakup T. fuscus, T. lariang, T. dentatus, dan T. niemitzi. Sehingga perbedaan spesies ini (9,88 juta tahun) menyerupai perbedaan antara genus Carlito dan genus Cephalopachus (10,52 juta tahun).[7]

Referensi

Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Pygmy tarsier.
  1. ↑ Groves, C.P. (2005). Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 128. ISBN 0-801-88221-4. OCLC 62265494.
  2. ↑ Shekelle, M.; Salim, A. (2020). "Tarsius pumilus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T21490A17977980. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T21490A17977980.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  3. ↑ https://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/294/8/UNIKOM_Teguh%20Setia%20Anugrah_11.%20BAB%20II.pdf. Diakses tanggal 2024-04-01.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  4. ↑ Dunham, Will (2008-11-18). "Tiny, long-lost primate rediscovered in Indonesia". Reuters. Diakses tanggal 2008-11-19.
  5. ↑ Locke, S. F. (2008-11-19). "Tiny primate rediscovered in Indonesia". Scientific American. Diakses tanggal 2008-11-19.
  6. ↑ Boyle, A. (2008-11-18). "Real-life furbys rediscovered". MSNBC. Diakses tanggal 2008-11-19.
  7. ↑ Hagemann, Laura; Grow, Nanda; Bohr, Yvonne E.-M. B.; Perwitasari-Farajallah, Dyah; Duma, Yulius; Gursky, Sharon L.; Merker, Stefan (2022). "Small, odd and old: The mysterious Tarsius pumilus is the most basal Sulawesi tarsier". Biology Letters. 18 (3). doi:10.1098/rsbl.2021.0642. ISSN 1744-957X. PMC 8965421. PMID 35350878.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan