Rabu, 07 Oktober 2026
09:33 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan

Tarida Gloria

Bagikan:
Tarida Gloria
Lahir
Tarida Gloria Rambe Mondowiduro

(1960-08-25)25 Agustus 1960
Meninggal16 April 1995(1995-04-16) (umur 34)
Tempat peristirahatan terakhir
TPU Menteng Pulo Jakarta Selatan
Pekerjaanaktris
Masa aktif1981-1995

Tarida Gloria Augusta Rambe Momod (25 Agustus 1960 – 16 April 1995) atau lebih dikenal sebagai Tarida Gloria adalah seorang pemeran Indonesia.

Karier

Gaya atau nada penulisan artikel ini tidak mengikuti gaya dan nada penulisan ensiklopedis yang diberlakukan di Wikipedia. Bantulah memperbaikinya berdasarkan panduan penulisan artikel. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Tarida Gloria sudah lama mencuat dalam lakon-lakon teater Koma seperti Sandiwara Para Binatang, Sam Pek Eng Tay, Segi Tiga Emas, Konglomerat Burisrawa, Wanita Parlemen dan Suksesi. Hanya saja ketika grupnya gagal mementaskan lakon Opera Kecoa di Jepang ia termasuk personel yang ikut ‘lemes’. Padahal katanya, “Ia dan kawan-kawan sudah bersemangat banget, pokoknya sudah siap banget”,”ujar Ida. Tapi apa mau dikata, ia toh akhirnya mengamini kenyataan itu dengan lapang dada.

Tarida Gloria memang tidak cuma primadona teater. Setidaknya di luar kesenian ia juga seorang karyawati yang baik. Ini dimulai ketika ia bekerja sebagai sekretaris di Chase Manhattan Bank, Jakarta. Lalu pindah bagian di bagian kredit dan marketing.

Tarida Gloria, boleh jadi satu contoh bahwa ‘kesuburannya’ justru membawa namanya membubung sebagai aktris, terutama aktris Teater Koma, pimpinan N. Riantiarno, sebuah kelompok yang pernah memilih ‘ngaso’ dari kegiatan pentas selama dua tahun. Lantas bagaimana dengan nasib sang ‘primadona’ teater ini adalah sebuah pertanyaan wajar yang bermunculan bagi pecandu teater.

Tidak Cuma teater saja yang menyokong nama Tarida Gloria melambung. Sebagai seniman panggung, ia tidak begitu kesulitan terlibat dalam kegiatan akting film. Paling tidak ia terlibat pula dalam sejumlah film komersial seperti, film Jakarta 1966 karya sutradara Arifin C. Noer, film Semua Karena Ginah karya sutradara Nyak Abas Acub dan beberapa film lagi.

Memang ada perbedaan peran manakala ia terlibat dalam dunia seni baik dalam film maupun teater Kalau dalam teater ia mendapat peran sentral sementara dalam film ia, cukup sebagai pemeran pembantu. Namun karena kecanggihan ‘aktingnya sosok Tarida tetap mempunyai kesan istimewa di mata penontonnya.

Strategi akting di atas bobot tubuh yang berat itulah yang membuat banyak orang terkesima akan kemampuannya. Apa yang dilakukan Ida dalam berkesenian memang menyiratkan pada kepercayaan diri yang kuat. Malah dalam keadaan seperti itu, ia mengaku tetap bergerak, apa saja. “Perlu keseimbangan yang terlatih agar tidak repot beraktivitas, misalnya lewat senam”, katanya. Dalam keadaan seperti itu, Ida memang mengesankan orang sibuk.

Kegiatan lain

Setelah namanya mencuat sebagai bintang teater, sinetron dan film ia malah menambah kesibukannya dalam usaha showbiz. Untuk menjaga keseimbangan dan kebugaran tubuhnya ia juga berlatih bela-diri seperti Judo. Ia tercatat pemegang sabuk coklat.

Meninggal dunia

Aktris dan penyanyi Tarida Gloria meninggal dunia di West Side Olympic Hospital (WSOH), Los Angeles, Amerika Serikat, tanggal 16 April 1995, pukul 21:00 waktu setempat, akibat serangan stroke.[1] Almarhumah disemayamkan di rumah duka RS Cikini Jakarta Pusat dan jenazahnya dimakamkan di TPU Menteng Pulo Jakarta Selatan.

Filmografi

Film

Peran akting
Tahun Judul Peran Catatan
1982 Pendekar Liar
1983 Senjata Rahasia Nona
1984 Permainan Tabu
1985 Jejaka-Jejaka
Gantian Dong
Semua karena Ginah
1986 Anunya Kamu
Jangan Kirimi Aku Bunga
1987 Penginapan Bu Broto
1989 Cinta Punya Mau
Bercinta dalam Mimpi
1991 Zig Zag (Anak Jalanan)
Taksi Juga
Plong (Naik Daun)
Dari Pintu ke Pintu
1992 Salah Pencet
Salah Masuk Yuli
1993 Tahu Beres

Penghargaan dan nominasi

Tahun Penghargaan Kategori Karya yang dinominasikan Hasil
1992 Festival Film Indonesia Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Plong (Naik Daun) Nominasi

Referensi

  1. ↑ Desideria, Benedikta (15 Juli 2016). "Kisah Selebritas Indonesia yang Meninggal karena Obesitas". Liputan 6. Diakses tanggal 3 Desember 2023.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan