Senin, 19 Oktober 2026
17:39 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Tari Keurseus

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (April 2016) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Tari Keurseus yaitu kelompok tari yang merupakan hasil proses perkembangan dari gerak-gerak tari Tayuban. Tayub itu sendiri yaitu kata pekerjaan menarinya laki-laki yang dikain dan dibendo, dibaju bagus bagus menghadapi beberapa orang ronggeng.[1]

Sejarah

Tari Keurseus diciptakan untuk keperluan kursus atau pembelajaran oleh Lurah Rancaekek R. Sambas Wirakusumah, pada tahun 1920 susunan gerak pokok atawa ragam gerak tari tayub mengalami kebakuan sehingga melahirkan beberapa bentuk repertoar tari yang mempunyai pola dan susunan gerak pokok atau ragam gerak baku, serta setiap repertoar tarian mempunyai karakter yang berbeda.[2]
Kumpulan tari itu menjadi genre atau rumpun tari Keurseus.[2]

Ragam Tari Keurseus

Gawil

Yaitu tari jenis putra bentuk tunggal dengan karakternya yang landak atau bisa disebut juga gagah. Biasanya tari Gawil mempunyai ciri:[1]

  • Menggunakan gerak stacato (patah-patah),
  • Penglihatan lurus kedepan,
  • Gerak kepala lincah,
  • Secara umum gerak badan terlihat ringan,
  • Suasana yang dibangun adalah ceria.[1]

Kawitan

Yaitu tari putra tunggal. Di tarian ini ada beberapa karakter di antaranya lungguh, landak atau gagah. Tari Kawitan mempunyai ciri; ada perubahan gerakan secara mendadak dari halus ke kuat bertenaga.[1]

Lenyepan

Yaitu tari jenis tunggal putra dengan karakternya yang lungguh. Umumnya gerak tari di tari Lenyepan mempunyai ciri:[1]

  • Gerakannya mengalun dengan temponya lambat,
  • Penglihatan sedikit menunduk,
  • Menggunakan kehalusan rasa.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 Rusliana, Iyus.2009.Kompilasi Istilah Tari Sunda.Bandung: Jurusan Tari, STSI Bandung.
  2. 1 2 Soepandi, Atik,; dkk.1994.Ragam Cipta. Cv. Sampurna: Bandung.

202.80.212.184 27 Februari 2021 02.05 (UTC)N.G

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan