Senin, 12 Oktober 2026
00:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Tari Barongan

Tari Barongan

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:
250px-Barongan2.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto Reog yang dinamakan Barongan pada Website kementrian Pariwisata Malaysia

Tari Barongan adalah nama lain dari tarian Reog di wilayah Malaysia tepatnya di Johor dan Selangor, merupakan tarian rakyat Jawa Timur yang dibawa ke Malaysia sekitar 1722, oleh masyarakat Jawa terutama yang berasal dari Ponorogo ketika sedang merantau di sana sebelum wujudnya negara Indonesia.[1]

Tarian ini menjadi kontroversi karena dinyatakan sebagai warisan budaya Malaysia dalam situs web resmi Kementerian, Kesenian dan Warisan Malaysia. Dalam situs yang sama deskripsi cerita pertunjukan reog ini dinamakan sebagai Barongan sebagai warisan Melayu yang digambarkan sebagai kisah Nabi Sulaiman dengan binatang-binatang yang dapat berbicara, pada saat ada harimau dan seekor merak yang berinteraksi dengan menari.[2] Hal ini menimbulkan kemarahan rakyat Ponorogo dan sentimen negatif rakyat Indonesia terhadap Malaysia. Pada saat penyelidikan tentang hal ini terungkap bahwa warisan budaya yang dikenal sebagai "tari barongan" di Malaysia ternyata mengimpor dadak merak, yang merupakan simbol atraksi utama tarian, dari Ponorogo.[3]

Seniman Reog Ponorogo di Malaysia merasa difitnah oleh Kementrian, Kesenian dan Warisan Malaysia karena tidak pernah mengungkapkan sebagai warisan Melayu, melainkan tetap sebagai budaya Jawa yang berasal dari Ponorogo.

Menurut legenda Barongan adalah hewan mistik yang berasal dari orang yang disumpah peri. Hal ini terjadi karena dia mengejek peri itu. Barongan itu kemudian diperintah untuk mengekori Kuda Kepang sejak itu, itulah mengapa tarian Kuda Kepang selalu diikuti dengan presentasi Barongan hingga kini.[4][5][6]

Lihat pula

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan