Senin, 21 September 2026
08:03 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kain tapis

Kain tapis

250px-Kain_tapis.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kain tapis

Kain Tapis merupakan salah satu kerajinan tradisional masyarakat Lampung berupa sarung (Sinjang) yang diberi sulaman.[1][2][3][4][5] Kain tapis biasanya terbuat dari benang katun dan benang emas. Benang katun adalah benang yang berasal dari bahan kapas dan digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan kain tapis, sedangkan benang emas dipakai untuk membuat ragam hias pada tapis dengan sistem sulam.

Pada awalnya, kain tapis diciptakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Seiring berjalannya waktu, kain tapis digunakan oleh masyarakat Lampung untuk menghadiri berbagai acara adat.[5] Saat ini, masyarakat Lampung maupun masyarakat pendatang sering menggunakan kain tapis ketika menghadiri upacara pernikahan, kegiatan resmi, hingga berbagai kegiatan kebudayaan lainnya.[6] Kain tapis menjadi salah satu dari 3 jenis kain khas Lampung lainnya seperti kain sulam usus dan kain celugam. [7]

Referensi

  1. Totton, Mary Louise (2009). Wearing Wealth and Styling Identity: Tapis from Lampung, South Sumatra, Indonesia. Hanover, New Hampshire, United States of America: Hood Museum of Art, Dartmouth College. ISBN 978-0944722374.
  2. Mary, Louise Totton (1994). "A Red Ikat Tapis: Ships and the Lands Beyond". Bulletin of the Detroit Institute of Arts. 68 (3). Diakses tanggal 15 Maret 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Richter, Anne (1994). "Arts and crafts of Indonesia". Chronicle Books Llc.
  4. Wardwell, Anne E (1985). "Tapis: A Rare Sarong from South Sumatra". The Bulletin of the Cleveland Museum of Art. 72 (5).
  5. 1 2 Katalog Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2018 Buku Dua (PDF). Jakarta: Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. hlm. 58.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. "Fitinline.com: Kain Tapis Pada Pakaian Adat Lampung". fitinline.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-04-20.
  7. "3 Jenis Kain Lampung". Diakses tanggal 2025-04-19.

Lihat pula

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan