Sabtu, 26 September 2026
14:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Tapir raksasa

Tapir raksasa

Tapir raksasa
Rentang waktu: Pleistosen Tengah hingga Akhir
250px-MegatapirusskeletalAugustiosPaleo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rekontruksi kerangka holotipe
250px-MegatapirusDB.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Restorasi Tapirus augustus
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Perissodactyla
Famili: Tapiridae
Genus: Tapirus
Spesies:
†T. augustus
Nama binomial
†Tapirus augustus
Matthew & Granger, 1923
Sinonim
  • Megatapirus augustus (Matthew & Granger, 1923)

Tapir raksasa (Tapirus augustus)[1][2][3] adalah sebuah spesies tapir yang telah punah, yang sebelumnya ditemukan di Tiongkok selatan, Vietnam dan Laos,[4] dengan beberapa catatan yang menyebutkan kehadirannya di Taiwan, Jawa[5] dan kemungkinan Kalimantan.[6] Spesies ini diketahui berasal dari kala Pleistosen Tengah hingga Akhir.[7] Terdapat bukti bahwa spesies ini sintas hingga Holosen, tetapi bukti tersebut tidak kuat.[8] Tapirus augustus lebih besar dari tapir hidup apapun,[1] dengan perkiraan bobot yaitu 623 kilogram (1.373 pon).[9] Spesies ini sebelumnya ditempatkan pada genusnya sendiri, Megatapirus, tetapi sekarang ditempatkan dalam Tapirus.

Referensi

  1. 1 2 Matthew, William Diller; Granger, Walter; Andrews, Roy Chapman (1923). "New fossil mammals from the Pliocene of Sze-chuan, China". Bulletin of the American Museum of Natural History. 48: 17. hdl:2246/1308.
  2. ↑ Janis, Christine M.; Scott, Kathleen M.; Jacobs, Louis L. (1998-05-28). Evolution of Tertiary Mammals of North America: Volume 1, Terrestrial Carnivores, Ungulates, and Ungulate Like Mammals. Cambridge University Press. ISBN 9780521355193.
  3. ↑ "Fossilworks: Tapirus (Megatapirus) augustus". fossilworks.org. Diakses tanggal 17 Desember 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Louys, Julien; Curnoe, Darren; Tong, Haowen (Januari 2007). "Characteristics of Pleistocene megafauna extinctions in Southeast Asia" (PDF). Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 243 (1–2): 152–173. Bibcode:2007PPP...243..152L. doi:10.1016/j.palaeo.2006.07.011.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ http://www2.ihp.sinica.edu.tw/file/3111QQPWEMU.pdf Diarsipkan 2021-02-25 di Wayback Machine. Artikel dengan URL mentah untuk kutipan March 2022[URL PDF mentah]
  6. ↑ Chazine, J.-M. (2005). "Rock art, burials, and habitations: Caves in East Kalimantan" (PDF). Asian Perspectives. 44 (1): 219–230. doi:10.1353/asi.2005.0006. hdl:10125/17232. S2CID 53372873.
  7. ↑ Tong, Haowen (Januari 2005). "Dental characters of the Quaternary tapirs in China, their significance in classification and phylogenetic assessment". Geobios. 38 (1): 139–150. Bibcode:2005Geobi..38..139T. doi:10.1016/j.geobios.2003.07.006.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Turvey, Samuel T.; Tong, Haowen; Stuart, Anthony J.; Lister, Adrian M. (September 2013). "Holocene survival of Late Pleistocene megafauna in China: a critical review of the evidence". Quaternary Science Reviews. 76: 156–166. Bibcode:2013QSRv...76..156T. doi:10.1016/j.quascirev.2013.06.030.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Maclaren, Jamie A; Hulbert, Richard C; Wallace, Steven C; Nauwelaerts, Sandra (2018-10-05). "A morphometric analysis of the forelimb in the genus Tapirus (Perissodactyla: Tapiridae) reveals influences of habitat, phylogeny and size through time and across geographical space". Zoological Journal of the Linnean Society. 184 (2): 499–515. doi:10.1093/zoolinnean/zly019.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan