Minggu, 01 November 2026
15:35 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Tapir raksasa

Tapir raksasa

Bagikan:
Tapir raksasa
Rentang waktu: Pleistosen Tengah hingga Akhir
250px-MegatapirusskeletalAugustiosPaleo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rekontruksi kerangka holotipe
250px-MegatapirusDB.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Restorasi Tapirus augustus
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Perissodactyla
Famili: Tapiridae
Genus: Tapirus
Spesies:
†T. augustus
Nama binomial
†Tapirus augustus
Matthew & Granger, 1923
Sinonim
  • Megatapirus augustus (Matthew & Granger, 1923)

Tapir raksasa (Tapirus augustus)[1][2][3] adalah sebuah spesies tapir yang telah punah, yang sebelumnya ditemukan di Tiongkok selatan, Vietnam dan Laos,[4] dengan beberapa catatan yang menyebutkan kehadirannya di Taiwan, Jawa[5] dan kemungkinan Kalimantan.[6] Spesies ini diketahui berasal dari kala Pleistosen Tengah hingga Akhir.[7] Terdapat bukti bahwa spesies ini sintas hingga Holosen, tetapi bukti tersebut tidak kuat.[8] Tapirus augustus lebih besar dari tapir hidup apapun,[1] dengan perkiraan bobot yaitu 623 kilogram (1.373 pon).[9] Spesies ini sebelumnya ditempatkan pada genusnya sendiri, Megatapirus, tetapi sekarang ditempatkan dalam Tapirus.

Referensi

  1. 1 2 Matthew, William Diller; Granger, Walter; Andrews, Roy Chapman (1923). "New fossil mammals from the Pliocene of Sze-chuan, China". Bulletin of the American Museum of Natural History. 48: 17. hdl:2246/1308.
  2. ↑ Janis, Christine M.; Scott, Kathleen M.; Jacobs, Louis L. (1998-05-28). Evolution of Tertiary Mammals of North America: Volume 1, Terrestrial Carnivores, Ungulates, and Ungulate Like Mammals. Cambridge University Press. ISBN 9780521355193.
  3. ↑ "Fossilworks: Tapirus (Megatapirus) augustus". fossilworks.org. Diakses tanggal 17 Desember 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Louys, Julien; Curnoe, Darren; Tong, Haowen (Januari 2007). "Characteristics of Pleistocene megafauna extinctions in Southeast Asia" (PDF). Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 243 (1–2): 152–173. Bibcode:2007PPP...243..152L. doi:10.1016/j.palaeo.2006.07.011.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ http://www2.ihp.sinica.edu.tw/file/3111QQPWEMU.pdf Diarsipkan 2021-02-25 di Wayback Machine Artikel dengan URL mentah untuk kutipan March 2022[URL PDF mentah]
  6. ↑ Chazine, J.-M. (2005). "Rock art, burials, and habitations: Caves in East Kalimantan" (PDF). Asian Perspectives. 44 (1): 219–230. doi:10.1353/asi.2005.0006. hdl:10125/17232. S2CID 53372873.
  7. ↑ Tong, Haowen (Januari 2005). "Dental characters of the Quaternary tapirs in China, their significance in classification and phylogenetic assessment". Geobios. 38 (1): 139–150. Bibcode:2005Geobi..38..139T. doi:10.1016/j.geobios.2003.07.006.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Turvey, Samuel T.; Tong, Haowen; Stuart, Anthony J.; Lister, Adrian M. (September 2013). "Holocene survival of Late Pleistocene megafauna in China: a critical review of the evidence". Quaternary Science Reviews. 76: 156–166. Bibcode:2013QSRv...76..156T. doi:10.1016/j.quascirev.2013.06.030.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Maclaren, Jamie A; Hulbert, Richard C; Wallace, Steven C; Nauwelaerts, Sandra (2018-10-05). "A morphometric analysis of the forelimb in the genus Tapirus (Perissodactyla: Tapiridae) reveals influences of habitat, phylogeny and size through time and across geographical space". Zoological Journal of the Linnean Society. 184 (2): 499–515. doi:10.1093/zoolinnean/zly019.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan