Jumat, 25 September 2026
17:08 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Tantrum

Tantrum

ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional

250px-Kasketaldi_haurra_001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang anak ketika mengalami tantrum

Tantrum adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan dan, dalam beberapa kasus, kekerasan. Kendali fisik bisa hilang, orang tersebut mungkin tidak dapat tetap diam, dan bahkan jika "tujuan" orang tersebut dipenuhi dia mungkin tetap tidak tenang.[1][2][3][4][5]

Balita

Tantrum adalah salah satu bentuk yang paling umum dari perilaku bermasalah pada anak-anak, tetapi cenderung menurun dalam frekuensi dan intensitas begitu anak tumbuh. Pada balita, tantrum atau amukan dapat dianggap sebagai normal, bahkan sebagai pengukur dari kekuatan pengembangan karakter.[6]

Sementara amukan tersebut terkadang dinilai sebagai prediktor perilaku anti-sosial pada masa depan,[7] dalam arti lain hal tersebut sekadar tanda frustrasi yang berlebihan yang sesuai dengan usia, dan akan berkurang seiring waktu diberi penanganan yang tenang dan konsisten.[8] Namun Selma Fraiberg memperingatkan tekanan luar dan kontrol yang berlebihan dalam membesarkan anak bisa memprovokasi tantrum dan pembibitan pemberontakan.[9]

Pada masa dewasa

Thackeray mengklaim bahwa di kemudian hari kita mungkin mendapati kasus tantrum pada orang dewasa, dengan ekspresi tertekan dan tidak puas dari wajahnya.[10] Selebritas yang membuat ulah setiap kali gagal adalah sejenis tantrum narsisme situasional.[11]

Tantrum pada wanita

Wanita kadang menjerit dan berteriak, tapi tantrum berbeda dari rata-rata perilaku wanita. Tantrum pada seorang wanita cenderung dianggap tidak masuk akal dan tidak bisa ditenangkan. Dia bisa meledak atas hal-hal kecil dan tampak tidak memiliki kontrol atas emosinya. Dia bahkan mungkin mengatakan hal-hal yang menyakitkan. Tantrum atau amukan demikian memiliki satu tujuan, yaitu untuk membuat keadaan di sekitarnya tidak nyaman sampai seseorang (biasanya pasangannya) memberikan apa yang dia inginkan. Namun jika dia mendapat apa yang dia inginkan, tantrumnya akan lebih sering.[12]

Referensi

  1. ↑ "What is a tantrum?". Babycentre.co.uk. Diakses tanggal 2011-03-20.
  2. ↑ "Temper Tantrums". Kidshealth.org. Diakses tanggal 2011-03-20.
  3. ↑ "Tantrums". BabyCenter. Diakses tanggal 2011-03-20.
  4. ↑ "When a Child Has a Tantrum - The Natural Child Project". Naturalchild.org. Diakses tanggal 2011-03-20.
  5. ↑ "Make Nice With Mom". Girl World Daily. 2003-04-03. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-08. Diakses tanggal 2011-03-20.
  6. ↑ Robin Skynner/John Cleese, Families and how to survive them (London 1993) p. 177
  7. ↑ Potegal, Michael Ph.D., L.P.; Davidson, Richard J. Ph.D. (Juni 2003). "Temper Tantrums in Young Children". Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics. 24 (3): 140–147.{{cite journal}}: |access-date= memerlukan |url=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Roy Benaroch, Solving Health and Behavioral Problems from Birth Through Preschool (2008) p.157
  9. ↑ Selma H. Fraiberg, The Magic Years (New York 1987) p.65
  10. ↑ William Makepeace Thackeray, The Irish Sketch Book (1848) p. 138
  11. ↑ Simon Crompton, All about Me (London 2007) p. 176
  12. ↑ askmen.com. Her little-girl routine

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik psikologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan