Senin, 26 Oktober 2026
19:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Kota Tanjungbalai

Kota Tanjungbalai

kota di Provinsi Sumatera Utara

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Tanjungbalai (disambiguasi).
Kota Tanjungbalai
Transkripsi bahasa daerah
 • Abjad Jawiكوتا تنجوڠ بالاي
 • Surat Batakᯂᯬᯖ ᯖᯉ᯲ᯐᯮᯝ᯲ᯅᯞᯀᯪ
120px-Tugu_Bangsal_Tanjungbalai.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tugu Bangsal
250px-Jembatan_Sei_Asahan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jembatan Sei Kepayang Tanjungbalai
120px-Balai_Ujung_Tanjung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Balai Ujung Tanjung
250px-Sei_Silau.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jembatan Sungai Silau
Lambang resmi Kota Tanjungbalai
Lambang
Julukan: 
Kota Kerang
Motto: 
Balayar Satujuan Batambat Satangkahan
(Melayu Asahan) Seiya sekata dalam mencapai tujuan
osm-intl,a,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kota_Tanjungbalai&revid=30058348&groups=_1e68edc3afdd038d235acf0db35865a8a6bfa0a2&parser=parsoid
Peta Kota Tanjungbalai
Kota Tanjungbalai di Sumatra
Kota Tanjungbalai
Kota Tanjungbalai
Peta Kota Tanjungbalai
Tampilkan peta Sumatra
Kota Tanjungbalai di Indonesia
Kota Tanjungbalai
Kota Tanjungbalai
Kota Tanjungbalai (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 2°58′00″N 99°48′00″E / 2.9667°N 99.8°E / 2.9667; 99.8
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
Tanggal berdiri24 November 1956[1]
Dasar hukumUU No. 19 Tahun 2024[1]
Hari jadi27 Desember 1620
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 6
  • Kelurahan: 31
Pemerintahan
 • JenisWali kota—dewan
 • BadanPemerintah Kota Tanjungbalai
 • Wali KotaMahyaruddin Salim
 • Wakil Wali KotaFadly Abdina
 • Sekretaris DaerahNurmalini Marpaung
 • Ketua DPRDTengku Eswin
Luas
 • Total60,52 km2 (23,37 sq mi)
Populasi
 • Total186.150
 • Kepadatan3,100/km2 (8,000/sq mi)
Demografi
 • Agama
 • BahasaIndonesia (resmi), Melayu, Batak, Jawa, Tionghoa (Mandarin)
 • IPMKenaikan 76,70 (2025)
 tinggi [4]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
1272 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon+62 623
Pelat kendaraanBK
Kode Kemendagri12.74 Suntingan nilai di Wikidata
APBDRp 698.910.000.000,- (2024)[5]
PADRp 99.240.000.000,- (2024)[5]
DAURp 433.182.302.000,- (2024)[6]
DAKRp 100.846.873.000,- (2024)[7]
Flora resmiDaun Buas-buas
Fauna resmiLundu
Situs webportal.tanjungbalaikota.go.id

Kota Tanjungbalai atau Tanjung Balai[8] (Abjad Jawi: كوتا تنجوڠ بالاي; Surat Batak: ᯂᯬᯖ ᯖᯉ᯲ᯐᯮᯝ᯲ᯅᯞᯀᯪ) adalah salah satu kota di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Luas wilayahnya 60,52 km² dan jumlah penduduk tahun 2020 sebanyak 175.233 jiwa, dan pada akhir tahun 2024 sebanyak 186.150 jiwa.[2] Kota ini berada di tepi Sungai Asahan, sungai terpanjang di Provinsi Sumatera Utara.[3]

Sebelum Kota Tanjungbalai diperluas dari hanya 199 ha (2 km²) menjadi 60,52 km², kota ini pernah menjadi kota terpadat di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk lebih kurang 40.000 orang dengan kepadatan penduduk lebih kurang 20.000 jiwa per km². Akhirnya Kota Tanjungbalai diperluas menjadi ± 60 Km² dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 20 Tahun 1987, tentang perubahan batas wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Tanjungbalai dan Kabupaten Daerah Tingkat II Asahan.

Sejarah

Berdasarkan sejarah, keberadaaan Kota Tanjungbalai tidak dapat dipisahkan dengan Kesultanan Asahan yang telah berdiri ± 392 tahun yang lalu. Tepatnya dengan penobatan Sultan Abdul Jalil sebagai sultan pertama Kesultanan Asahan di Kampung Tanjung yang merupakan cikal bakal nama Tanjungbalai pada tahun 1620. Asal-usul nama Kota Tanjungbalai menurut cerita rakyat bermula dari sebuah balai yang ada di sekitar ujung tanjung di muara Sungai Silau dan aliran Sungai Asahan. Lama–kelamaan balai tersebut semakin ramai disinggahi karena letaknya yang strategis sebagai bandar kecil tempat melintas bagi orang-orang yang ingin berpergian ke hulu Sungai Silau dan Sungai Asahan. Selanjutnya kampung tersebut dan wilayah sekitarnya dinamakan "Kampung Tanjung" dan orang lazim menyebutnya “Balai di Tanjung”.

Tanggal 27 Desember yang merupakan hari mangkatnya Sultan Kesultanan Aceh Sultan Iskandar Muda yang merupakan ayahanda Sultan Abdul Jalil yang kemudian telah dijadikan sebagai hari lahir Kota Tanjungbalai yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tingkat II Kotamadya Tanjung Balai Nomor 4/DPRD/TB/1986 tanggal 25 November 1986.

Kesultanan Asahan pernah diperintah oleh 8 orang sultan. Sultan pertama ialah Sultan Abdul Jalil yang mulai memerintah pada tahun 1620. Sedangkan sultan terakhir ialah Sultan Syaibun Abdul Jalil Rahmadsyah yang memerintah hingga tahun 1933. Sultan Syaibun Abdul Jalil Rahmadsyah meninggal di Kota Medan pada tanggal 17 April 1980. Ia dimakamkan dalam lingkup lahan Masjid Raya Tanjungbalai.[9]

Pada zaman penaklukan Belanda, pertumbuhan dan perkembangan Kota Tanjungbalai semakin meningkat dan strategis. Kota Tanjungbalai dijadikan sebagai Gementee berdasarkan Besluit G.G. tanggal 27 Juni 1917 dengan Stbl. 1917 Nomor 284. Hal ini sejalan dengan berdirinya perkebunan-perkebunan di daerah Asahan dan Sumatera Timur, seperti H.A.P.M, SIPEF, London Sumatera (Lonsum), dan lain-lain. Pembangunan jalur transportasi seperti jalan, jembatan dan jalur kereta api mempermudah akses ke Kota Tanjungbalai. Sehingga hasil-hasil dari perkebunan dapat dipasarkan dengan lancar ke luar negeri melalui pelabuhan Tanjungbalai. Maka Kota Tanjungbalai berkembang sebagai kota pelabuhan yang diperhitungkan di pantai timur Sumatera Utara.

Pembukaan kantor-kantor dagang berbagai maskapai Belanda di Tanjungbalai pada abad ke-XX, seperti K.P.M., Borsumeij, dan lain-lain, maka mulailah bangsa Eropa menetap di Kota Tanjungbalai. Asisten Resident van Asahan berkedudukan di Tanjungbalai yang jabatannya bertindak sebagai Wali Kota dan Ketua Dewan Kota (Voorzitter van den Gemeenteraad). Maka mulai saat itu Kota Tanjungbalai selain tempat kedudukan Raja, juga merupakan tempat kedudukan Asisten Resident.

Sejak kemerdekaan Republik Indonesia, keberadaan Kota Tanjungbalai sebagai daerah otonom ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Darurat Tahun 1956 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 60, TLN Nomor 1092) tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota-Kota Kecil dalam Lingkungan Daerah Provinsi Sumatera Utara, nama Gementee Tanjungbalai diganti dengan Kota Kecil Tanjungbalai. Berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor U.P.15/2/3 tanggal 18 September 1956, jabatan wali kota Tanjungbalai terpisah dari bupati Asahan. Selanjutnya dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957, nama Kota Kecil Tanjungbalai diganti menjadi Kotapraja Tanjungbalai.

Pada waktu Gementee Tanjungbalai didirikan tahun 1917, luas wilayah Kota Tanjungbalai hanya 106 Ha. Atas persetujuan Bupati Asahan melalui Maklumat Nomor 260 tanggal 11 Januari 1958, daerah-daerah yang dikeluarkan (menurut Stbl. 1917 Nomor 641) dikembalikan pada batas semula, sehingga luasnya menjadi ± 190 – 200 Ha ( ±2 km²). Berdasarkan sensus penduduk tahun 1980, dengan luas wilayah 2 km² dan jumlah penduduk ± 40.000 jiwa (kepadatan penduduk ± 20.000 jiwa per km²), menjadikan Kota Tanjungbalai sebagai kota terpadat di Asia Tenggara saat itu.

Selanjutnya dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1984 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 12) tanggal 29 Maret 1984, maka oleh Gubernur Sumatera Utara atas nama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, pada tanggal 5 Januari 1985 telah meresmikan terbentuknya 2 (dua) Kecamatan di Kotamadya Daerah Tingkat II Tanjungbalai, yaitu Kecamatan Tanjungbalai Selatan dan Kecamatan Tanjungbalai Utara.

Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1987 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Tanjungbalai dengan Kabupaten Daerah Tingkat II Asahan, serta Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 1987 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 1987, maka luas wilayah Kotamadya Tanjungbalai berubah menjadi 6.052 Ha dengan 5 Kecamatan 11 Kelurahan dan 19 Desa. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2001 tentang perubahan status Desa menjadi Kelurahan di wilayah Kota Tanjungbalai, 19 Desa tersebut telah diubah statusnya menjadi Kelurahan. Semenjak itulah di Kota Tanjungbalai terdapat 5 Kecamatan dengan 30 Kelurahan.

Kemudian berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tanjungbalai Nomor 4 tahun 2005 telah ditetapkan pembentukan Kecamatan Datuk Bandar Timur sebagai hasil pemekaran Kecamatan Datuk Bandar. Selanjutnya berdasarkan Perda Kota Tanjungbalai Nomor 3 Tahun 2006 telah ditetapkan pembentukan Kelurahan Pantai Johor di Kecamatan Datuk Bandar. Dengan demikian sampai saat ini, Kota Tanjungbalai terdiri dari 6 kecamatan dan 31 kelurahan.[10]

Geografi

Letak Kota Tanjungbalai berada di antara 2°58'00" Lintang Utara dan 99°48'00" Bujur Timur.[11] Luas wilayahnya adalah 60,52 km².[12] Kota Tanjungbalai menjadi tempat pertemuan bagi dua sungai besar yang bermuara ke Selat Malaka, yaitu Sungai Silau dan Sungai Asahan.[13] Lokasi pertemuan kedua sungai ini berada di timur laut Kota Tanjungbalai.

Kota Tanjungbalai memiliki sebuah pelabuhan bernama Pelabuhan Teluk Nibung. Lokasinya berada di Kecamatan Teluk Nibung.[14] Pelabuhan Teluk Nibung merupakan pelabuhan tertua kedua di Provinsi Sumatera Utara sesudah Pelabuhan Belawan. Keberadaan Pelabuhan Teluk Nibung telah dikenal sejak zaman kolonial Belanda sebagai pelabuhan internasional yang memiliki kegiatan ekspor-impor yang cukup ramai dikunjungi karena berdekatan dengan negara tetangga Malaysia, Singapura, dan Tailan.

Selain itu, Kota Tanjungbalai juga memiliki jembatan terpanjang di Provinsi Sumatera Utara sepanjang ±600 m yang menghubungkan Kota Tanjungbalai dengan Desa Sei Kepayang Kiri, Sei Kepayang Tengah, dan Sei Kepayang Kanan Kabupaten Asahan, serta Open Stage yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Tanjungbalai, yang berdiri megah di atas Lapangan Pasir Kota Tanjung Balai.[15]

Batas Wilayah

Wilayah Kota Tanjungbalai berbatasan dengan kecamatan-kecamatan dalam wilayah Kabupaten Asahan. Di sebelah utara, Kota Tanjungbalai berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Balai. Di sebelah barat dan selatan, Kota Tanjungbalai berbatasan dengan Kecamatan Simpang Empat. Sedangkan di sebelah timur, Kota Tanjungbalai berbatasan dengan Kecamatan Sei Kepayang.[16]

Kota Tanjungbalai terletak di antara 2º58' Lintang Utara dan 99º48' Bujur Timur. Posisi Kota Tanjungbalai berada di wilayah pantai timur Sumatera Utara pada ketinggian 0–3 m di atas permukaan laut dan kondisi wilayah relatif datar. Kota Tanjungbalai secara administratif terdiri dari 6 kecamatan, 31 kelurahan. Luas wilayah Kota Tanjungbalai 6.052 ha (60,52 km²).

No Kecamatan Kelurahan
1Datuk BandarSijambi, Pahang, Sirantau, Pantai Johor, Gading
2Datuk Bandar TimurPulau Simardan, Bunga Tanjung, Semula Jadi, Selat Lancang, Selat Tanjung Medan
3Tanjung Balai SelatanTanjung Balai Kota I, Tanjung Balai Kota II, Perwira, Karya, Pantai Burung, Indra Sakti
4Tanjung Balai UtaraTanjung Balai Kota III, Tanjung Balai Kota IV, Sejahtera, Kualo Silau Bestari, Mata Halasan
5Sei Tualang RasoMuara Sentosa, Sumber Sari, Pasar Baru, Keramat Kubah, Sei Raja
6Teluk NibungPerjuangan, Pematang Pasir, Kapias Pulau Buaya, Beting Kuala Kapias, Sei Merbau

Iklim

Wilayah Kota Tanjungbalai yang berada di pesisir timur Sumatera Utara beriklim tropis dengan curah hujan yang cenderung tinggi hampir sepanjang tahunnya. Oleh karena wilayahnya di wilayah pesisir, suhu udara di kota ini cenderung tinggi berkisar antara 23 °C hingga 34 °C dengan kelembapan yang tinggi antara 70% hingga 90%.

Data iklim Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.6
(88.9)
32.2
(90)
32.6
(90.7)
32.8
(91)
33.1
(91.6)
33.4
(92.1)
32.9
(91.2)
32.8
(91)
32.4
(90.3)
32.1
(89.8)
31.7
(89.1)
31.4
(88.5)
32.42
(90.35)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.7
(74.7)
23.9
(75)
24.3
(75.7)
24.7
(76.5)
24.9
(76.8)
25.1
(77.2)
24.8
(76.6)
24.5
(76.1)
24.1
(75.4)
23.9
(75)
23.8
(74.8)
23.5
(74.3)
24.27
(75.68)
Curah hujan mm (inci) 158
(6.22)
114
(4.49)
129
(5.08)
132
(5.2)
146
(5.75)
143
(5.63)
152
(5.98)
223
(8.78)
242
(9.53)
310
(12.2)
292
(11.5)
239
(9.41)
2.280
(89,77)
Rata-rata hari hujan 10 7 9 9 10 9 10 12 14 17 16 13 136
% kelembapan 81 77 75 73 71 72 74 78 82 86 87 85 78.4
Rata-rata sinar matahari harian 7.1 7.9 8.3 8.9 9.2 9.4 9.1 8.7 8.3 7.5 6.7 6.4 8.13
Sumber #1: Climate-Data.org[17]
Sumber #2: BMKG[18]

Pemerintahan

250px-Kantor_Walikota_Kota_Tanjungbalai%2C_Sumatera_Utara_%2801%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantor Walikota Kota Tanjungbalai

Wali Kota

No. Wali Kota Potret Partai Mulai menjabat Akhir menjabat Periode Wakil Wali Kota Ref.
16   Mahyaruddin Salim 120px-Wali_Kota_Tanjungbalai_Mahyaruddin_Salim_Batubara.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Golkar 20 Februari 2025 Petahana XVII (2024) Fadly Abdina [19]

Wakil Wali Kota

No. Wakil Wali Kota Potret Partai Mulai menjabat Akhir menjabat Periode Wali Kota Ref.
6   Fadly Abdina 120px-Wakil_Wali_Kota_Tanjungbalai_Muhammad_Fadly_Abdina.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Gerindra 20 Februari 2025 Petahana XVII (2024) Mahyaruddin Salim [19]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Tanjungbalai dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[20] 2019–2024[21] 2024–2029[22]
PKB 3 Steady 3 Steady 3
Gerindra 3 Penurunan 2 Steady 2
PDI-P 3 Kenaikan 4 Penurunan 3
Golkar 7 Kenaikan 9 Penurunan 8
NasDem 1 Penurunan 0 Kenaikan 1
PKS 0 Kenaikan 2 Steady 2
Hanura 3 Penurunan 1 Steady 1
PAN 0 Steady 0 Kenaikan 1
Demokrat 2 Penurunan 1 Kenaikan 2
Perindo (baru) 0 Kenaikan 1
PPP 3 Penurunan 2 Penurunan 1
Berkarya (baru) 1
Jumlah Anggota 25 Steady 25 Steady 25
Jumlah Partai 8 Kenaikan 9 Kenaikan 11

Kecamatan

Kota Tanjungbalai terdiri dari 6 kecamatan dan 31 kelurahan dengan luas wilayah mencapai 107,83 km² dan jumlah penduduk sekitar 169.033 jiwa (2017) dengan kepadatan penduduk 1.568 jiwa/km².[23][24]

KemendagriKecamatanJumlah
Kelurahan
StatusDaftar
Kelurahan
12.74.05 Datuk Bandar 5Kelurahan
12.74.06 Datuk Bandar Timur5Kelurahan
12.74.03 Sei Tualang Raso5Kelurahan
12.74.01 Tanjungbalai Selatan6Kelurahan
12.74.02 Tanjungbalai Utara5Kelurahan
12.74.04 Teluk Nibung5Kelurahan
TOTAL31

Demografi

Hasil Sensus Penduduk 2020, jumlah penduduk Kota Tanjungbalai berjumlah 179.035 jiwa yang terdiri atas 90.583 jiwa pria dan 88.452 jiwa perempuan. Penduduk kecamatan terbanyak berada di Kecamatan Teluk Nibung dengan jumlah penduduk 41.483 jiwa sedangkan yang terendah berada di Kecamatan Tanjungbalai Utara dengan jumlah penduduk 17.930 jiwa. Dan Berikut adalah tabel penduduk Kota Tanjungbalai per kecamatan tahun 2020 :

Nomor Kecamatan Penduduk/Jiwa
1Datuk Bandar40.336
2Datuk Bandar Timur31.470
3Tanjungbalai Selatan20.544
4Tanjungbalai Utara17.930
5Sei Tualang Raso27.272
6Teluk Nibung41.483
Jumlah 179.035

Suku

Tanjungbalai yang dalam sejarahnya menjadi kota perdagangan tidak diragukan lagi merupakan kota multietnis. Berbagai suku bangsa bercampur di sini: Batak, Melayu, Jawa, Tionghoa adalah sebagian dari etnik yang bermukim di kota ini. Namun suku asli kota ini ialah orang Melayu meskipun orang Batak telah lama menjadi bagian penting dari masyarakat Tanjungbalai. Berdasarkan data pemerintah Kota Tanjungbalai tahun 2015, suku Batak termasuk Batak Toba, Batak Angkola, Batak Mandailing, Batak Simalungun, Batak Karo, dan Batak Pakpak sebanyak 42,56%. Kemudian diikuti Jawa, Melayu, dan lainnya.[25]

Suku di Kota Tanjungbalai 2015[25]
Suku Persen
Batak
  
42,56%
Jawa
  
17,06%
Melayu
  
15,41%
Tionghoa
  
10,58%
Aceh
  
1,11%
Lainnya
  
13,28%

Agama

Berdasarkan data pemerintah Kota Tanjungbalai menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Kota Tanjungbalai memeluk agama Islam sebanyak 84,67 persen. Selebihnya menganut agama Kekristenan (Protestan dan Katolik), Buddha, dan sebagian kecil menganut agama Hindu serta kepercayaan.[25]

Agama di Kota Tanjungbalai
Agama Persen
Islam
  
80,67%
Kekristenan
  
10,00%
—Protestan
  
9,19%
—Katolik
  
0,81%
Buddha
  
9,30%
Hindu
  
0,03%

Kesehatan

Ekonomi

Berdasarkan letak geografis yang sangat strategis, maka potensi Kota Tanjungbalai yang dapat dikembangkan antara lain :

  1. Sebagai Pusat Pelayanan Sekunder A yakni Pusat Pembangunan Kawasan Sektor Unggulan meliputi : perkebunan, pertanian, dan industri terhadap wilayah hinterland-nya sesuai Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 7 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sumatera Utara.
  2. Sebagai jalur transit perdagangan internasional dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura dan pelabuhan alternatif bagi daerah hinterland, seperti : Kabupaten Asahan, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Kepulauan Riau, pesisir Provinsi Riau dan kota-kota besar lainnya di Sumatera Utara.
  3. Mempunyai lahan yang cukup luas dan produktif untuk pengembangan sebagai kota industri, perdagangan, pelayanan jasa telekomunikasi yang didukung oleh Pelabuhan Teluk Nibung sebagai andalan keluar masuk barang (ekspor–impor) dan penumpang.
  4. Dapat dilalui dengan sarana transportasi baik darat maupun sungai.
  5. Fasilitas andalan yang tersedia seperti; jaringan air minum, listrik, transportasi darat dan kereta api, sarana pendidikan, sarana kesehatan, serta sarana lainnya.
  6. Mempunyai sumber daya alam yang dapat dikembangkan di sektor perikanan khususnya perikanan tangkap dan budidaya.
  7. Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat dikembangkan sebagai modal pembangunan kedepan.
  8. Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia seperti : kandungan mineral, galian C Sungai Silau dan Sungai Asahan. Sumber daya alam yang sangat besar dari Sungai Asahan adalah pasir sungai.

Pasir Sungai Asahan ini merupakan bahan alami yang terbentuk dari proses pengikisan tanah disepanjang sungai mulai dari hulu hingga hilir. Pasir Sungai Asahan mengandung 70-80% silica. Dengan kandungan silica yang besar ini, pasir Sungai Asahan mempunyai karakteristik yang khas dan sangat baik untuk beberapa bahan baku, diantaranya :

  • Bahan baku industri kaca
  • Bahan baku penyaring dan penjernih air
  • Bahan baku pencampur dalam industri keramik dan porselin
  • Bahan baku untuk konstruksi[26]

Pariwisata

Wisata Kuliner

Beberapa makanan khas Kota Tanjungbalai diantaranya: kerang daguk (kerang batu), kerang bulu, ikan asin mayung, ikan teri medan (teri putih), udang asin (udang pukul), gulai masam, sayur daun ubi tumbuk, kerang "kemudi kapal" (kerang hijau), utak kotam, sombam ikan, anyang pakis, dan anyang kepah.[butuh rujukan]

Wisata Alam

• Water Front Tanjungbalai, yang terletak di ujung Kota Tanjungbalai dan di tepi Sungai Asahan.

• Pulau Beswesen.

Lain-Lain

  • Setiap akhir tahun, diadakan Pesta Kerang atau peringatan hari jadi Kota Tanjungbalai guna memperingati hari ulang tahun Kota Tanjungbalai.
  • Kota ini dijuluki "Kota Kerang". (hal ini karena dulu Kota Tanjungbalai pernah menghasilkan kerang dalam jumlah yang besar, tetapi beberapa waktu belakangan ini produksi kerang jauh menurun karena ekosistem yang tidak mendukung).
  • Kota ini memiliki jembatan terpanjang di Sumatera Utara yang melintasi Sungai Asahan.
  • Tanjungbalai pernah menerima Anugerah Adipura sebagai kota terbersih se-Indonesia pada tahun 2008, 2009, 2012, dan 2013.

Transportasi

Referensi

  1. 1 2 "Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2024 tentang Kota Tanjungbalai di Provinsi Sumatera Utara" (PDF). Lembaran Negara Republik Indonesia. 2024-07-02. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2024-07-15. Diakses tanggal 2024-07-15.
  2. 1 2 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 23 November 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 "Kota Tanjungbalai Dalam Angka 2021" (pdf). www.tanjungbalaikota.bps.go.id. hlm. 72, 178-179. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-07-09. Diakses tanggal 18 Maret 2021.
  4. ↑ "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara, 2025". www.sumut.bps.go.id. Diakses tanggal 6 Maret 2026.
  5. 1 2 "Postur APBD Kota Tanjung Balai Tahun 2024". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  6. ↑ "Rincian Dana Transfer Umum T.A 2024 Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  7. ↑ "Buku Alokasi dan Rangkuman Kebijakan Transfer Ke Daerah T.A 2024 Provinsi Sumatera Utara". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). hlm. II-40. Diakses tanggal 23 November 2024. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  8. ↑ Nama Kota Tanjung Balai sering kali ditulis dengan penulisan yang salah yaitu Kota Tanjungbalai, meskipun berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 9 Tahun 1956 penulisan yang benar adalah Kota Tanjung Balai.
  9. ↑ Syahminan, M., dan Katimin (2018). Konflik, Otoritas dan Kebijakan di Sumatera Utara (PDF). Medan: Perdana Publishing. hlm. 57. ISBN 978-602-5674-87-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ "Sejarah Kota Tanjungbalai". Portal Resmi Pemerintah Kota Tanjungbalai. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-06-12. Diakses tanggal 2021-06-12.
  11. ↑ Badan Pusat Statistik Kota Tanjungbalai (2019). Kota Tanjungbalai dalam Angka 2019 (PDF). Tanjungbalai: Badan Pusat Statistik Kota Tanjungbalai. hlm. 8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. ↑ Badan Pusat Statistik Kota Tanjungbalai (2022). Kota Tanjungbalai dalam Angka 2022. Tanjungbalai: Badan Pusat Statistik Kota Tanjungbalai. hlm. 8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. ↑ Syahminan, M., dan Katimin (Desember 2018). Konflik, Otoritas dan Kebijakan di Sumatera Utara (PDF). Medan: Perdana Publishing. hlm. 53–54. ISBN 978-602-5674-87-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. ↑ Yafiz, M., Fatimah dan Yusrizal (November 2015). Pemberdayaan Perempuan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Tanjung Balai (PDF). Medan: FEBI UIN-SU Press. hlm. 41–42. ISBN 978-602-73510-9-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ "Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tanjung Balai - Sejarah". Direktorat Jenderal Perbendaharaan - Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 19 Oktober 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-12. Diakses tanggal 2021-06-12.
  16. ↑ Syahminan, M., dan Katimin (2018). Konflik, Otoritas dan Kebijakan di Sumatera Utara (PDF). Medan: Perdana Publishing. hlm. 54. ISBN 978-602-5674-87-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  17. ↑ "Tanjungbalai, Sumatera Utara, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 31 Juli 2025.
  18. ↑ "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 66 & 131. Diakses tanggal 31 Juli 2025.
  19. 1 2 https://www.cnbcindonesia.com/research/20250220093101-128-612123/daftar-lengkap-kepala-daerah-wakil-yang-dilantik-prabowo-hari-ini
  20. ↑ Perolehan Kursi DPRD Kota Tanjungbalai 2014-2019
  21. ↑ "25 anggota DPRD Tanjungbalai 2019-2024". Diakses tanggal 27-11-2019. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  22. ↑ https://www.detik.com/sumut/berita/d-7261691/daftar-25-anggota-dprd-tanjungbalai-golkar-hattrick-jabat-ketua
  23. ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  24. ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  25. 1 2 3 "Agama, Adat, dan Budaya di Kota Tanjungbalai". www.tanjungbalaikota.go.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-06-04. Diakses tanggal 25 Januari 2022.
  26. ↑ "Potensi Unggulan Daerah Kota Tanjungbalai". Portal Resmi Pemerintahan Kota Tanjungbalai. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-06-12. Diakses tanggal 2021-06-12.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tanjungbalai.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan