Minggu, 27 September 2026
20:48 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Tangis Dilo

Tangis Dilo[1] adalah salah satu kesenian asli dari Suku Alas yang berada di Kabupaten Aceh Tenggara. kesenian ini biasa disenandungkan pada acara-acara adat seperti tepung tawar, penyambutan, dan perkawinan. Tangis Dilo sendiri memiliki arti Tangisan Pengantin perempuan Sebelum Menikah di Waktu Subuh, Tangis artinya Ratapan/Menangis dan Dilo artinya Waktu Subuh (Bahasa Alas), kesenian ini sendiri hampir sama dengan kesenian Sebuku, tetapi ada sedikit perbedaannya, kesenian Sebuku biasanya berisikan ratapan yang mengandung nasihat yang dilantunkan oleh ibu dari mempelai wanita, sedangkan pada Tangis Dilo biasanya ratapan mempelai wanita tentang penyesalan dan permohonan maaf jika selama dia bersama ibunya banyak menyusahkan kedua orang tuanya sekaligus meminta izin untuk menikah.

Cara Melantunkan Syair[2]

Tangis Dilo dilantunkan oleh seorang prempuan yang esok pagi akan menikah, syair dilantukan oleh si wanita dengan keadaan menangis dan bersujud dipangkuan ibunya sambil merenungkan/menyesali tingkah lakunya selama dia bersama ibunya, selanjutnya adalah si prempuan memasukkan beras dalam satu sumpit (5 bambu beras), kemudian air di isi dalam satu labu atau ceret. Acara ini dilakukan secara tersendiri dengan ibunya, yaitu disaat waktu subuh.

Syair[2]

peragaan Tangis dilo
peragaan Tangis dilo

berikut adalah sepenggal syair yang dilantunkan dalam kesenian Tangis Dilo dalam Bahasa Alas.

Eeuuuhh… heeeuuiiiiiiii, heiieiiieihh….. heiieiiieihh….. heiieiiieihh…..

Eeuuuhhh…

Aeuheeuuiihh…. Soh me bandu ameeeee eiiieiihh…..

Eiiieiihh… bekhas se selup de ame ku eeuuuhh…

Eeuuuhh… lawe se ntabu de ame ku ame aeehh…

Eiiieiihh… ken tukakh ganti ni anak ndu aku ame eeuuuhaeehh…

Kakhena sekadan wakhi no ameeeee aeiiieiihh….. e anak ndu aku de ame eeuuuhaeehh… senakhen ngantusi aeee… si kekukhangen bandu de ame ku…

Eeuuuhh… heeeuuiiiiiiii, heiieiiieihh….. heiieiiieihh….. heiieiiieihh…..

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan