Sabtu, 10 Oktober 2026
23:51 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Tanda petik

Tanda petik

Bagikan:
Tanda baca
‘’ “”
Tanda baca
elipsis …  ...  . . .  ⋯  ᠁  ฯ
garis miring, solidus /  ⧸  ⁄
guilemet ‹ ›  « »
hubung ‐
hubung tebal -
koma ,  ،  、
kurung [ ]  ( )  { }  ⟨ ⟩
penyingkat ’  '
petik ‘ ’  “ ”  ' '  " "
pisah ‒ – — ―
seru !
tanya ?
titik .
titik dua :
titik koma ;
Pemisah kata
titik tengah ·
spasi      
Tipografi bacaan
ampersan &
tanda bintang *
at @
bagian §
dagger † ‡ ⹋
ditto ” 〃
garis bawah _
garis miring terbalik \
garis vertikal, pipa |  ‖  ¦
gelombang, tilde ~
hubung ganda = ⸗
karet ^
pilkrow
prima ′  ″  ‴
referensi ※
seru terbalik ¡
tanya terbalik ¿
titik bulat •
Tipografi angka
angka, pagar, tagar #
derajat °
nomor №
ordinal º ª
persen %
permil ‰
permiriad ‱
tambah, plus +
kurang, minus −
kurang-lebih, plus-minus ± ∓
kali ×
obelus ÷
Kekayaan intelektual
hak cipta ©
copyleft 🄯
hak cipta rekaman suara ℗
merek dagang terdaftar ®
merek jasa ℠
merek dagang ™
Tipografi tidak umum
asterisme ⁂
fleuron, hedera ❧
indeks, fist ☞
interobang ‽
ironi ⸮
lozenge, belah-ketupat ◊
tie ⁀
Aksara lainnya
Terkait
250px-Tipi_di_virgolette.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanda petik.

Tanda petik atau tanda kutip (bahasa Inggris:quotation mark) adalah tanda baca yang digunakan secara berpasangan untuk menandai ucapan, kutipan, frasa, atau kata. Ada dua jenis tanda petik, yaitu tunggal (‘. . .’) dan ganda (“. . .”). Dalam bahasa Indonesia, istilah tanda petik umumnya merujuk pada tanda petik ganda atau disebut juga tanda petik dua. Sedangkan istilah tanda petik tunggal biasanya disebut secara spesifik.

Tergantung pada jenis huruf, tanda kutip pembuka dan penutup bisa berbentuk serupa atau berbeda antara kiri (pembuka) dan kanan (penutup). Tanda petik penutup mirip dengan tanda penyingkat (apostrof), simbol prima, dan juga dengan tanda dito, meskipun keempatnya memiliki fungsi yang berbeda.

Bahasa Indonesia

Menurut EYD, tanda petik (dua) digunakan untuk:[1]

    1. Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain. Contoh:
      "Saya belum siap," kata Mira, "tunggu sebentar!" " Saya takut," kata Udin.
    2. Mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Contoh:
      Sajak "Berdiri Aku" terdapat pada halaman 5 buku itu.
    3. Mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Contoh:
      Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara "coba dan ralat" saja.
      Wayan adalah anak yang sangat "alay."
    4. Menutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. Contoh:
      Kata Tono, "Saya juga minta satu."
    5. Menutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat. Contoh:
      Karena warna kulitnya, Budi mendapat julukan "Si Hitam".

Sedangkan tanda petik tunggal digunakan untuk:[2]

  1. Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. Contoh:
    Tanya Basri, "Kau dengar bunyi 'kring-kring' tadi?"
  2. Mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing. Contoh:
    feed-back 'balikan'.

Galeri

  • Tanda petik dalam bahasa Indonesia lama mengikuti cara Belanda.
    Tanda petik dalam bahasa Indonesia lama mengikuti cara Belanda.

Catatan kaki

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan