Kamis, 15 Oktober 2026
23:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Tanama Record

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:

Tanama Record merupakan label rekaman yang didirikan pada tahun 1978 di Kota Padang, Sumatera Barat.[1][2]

Sejarah

H. Musfar pertama kali memulai karier sebagai produser musik di Remaco Record Jakarta pada tahun 1972. Ia merilis lagu pertamanya, "Dikijoknyo Den", yang dinyanyikan oleh Mufsin dan Siani pada 1972.[3] Lagu ini melambung di pasar musik Jakarta dan Padang. Setelah itu, Musfar pulang ke Padang dan mendirikan studio rekaman Tanama Record pada tahun 1980.

Setelah itu, Musfar merilis lagu bersama Melati yang berjudul “Kutang Barendo” yang di mana lagu tersebut kembali meledak di pasaran. Selain itu, Musfar juga merilis lagu bersama Tiar Ramon yang di mana lagu-lagu tersebut meledak kembali di pasaran.

Tak hanya itu saja, Musfar juga berhasil mencetak penyanyi-penyanyi hebat di Ranah Minang yang sampai saat ini tembangnya masih dinikmati pencinta musik minang.

Daftar artis

Penghargaan

Referensi

  1. ↑ Suryadi, S. "The Impact of the West Sumatran Regional Recording Industry on Minangkabau Oral Literature." Wacana: Jurnal Ilmu Pengetahuan Budaya, vol. 12, no. 1, 2010, pp. 35-69.
  2. ↑ aksara (2022-05-16). "Kiprah Tanama Record, Label Rekaman Tertua di Sumbar, Lagu Minang yang Diproduksi Terjual Sampai 700 Ribu Kaset". infoSumbar. Diakses tanggal 2023-01-31.
  3. 1 2 Lukita Purnama Sari "Musfar Sutan Pamuncak : Tokoh Seniman Musik Minang 1980 - 2005" Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan