Senin, 19 Oktober 2026
21:56 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Tanah Genting Perekop

Tanah Genting Perekop

Bagikan:
Tanah Genting Perekop
Tanah genting
Lokasi Tanah Genting Perekop yang menghubungkan Semenanjung Krimea dengan daratan Ukraina
Lokasi Tanah Genting Perekop yang menghubungkan Semenanjung Krimea dengan daratan Ukraina
LokasiOblast Kherson, Ukraina / Republik Otonom Krimea
Dimensions
 • Panjang30 km
 • Lebar7 km
osm-intl,10,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Tanah_Genting_Perekop&revid=29209371&groups=_090a539ad901d498e0f8437545f7ea2f3af2ac5d&parser=parsoid
Peta interaktif Tanah Genting Perekop

Tanah Genting Perekop (bahasa Rusia:Перекопский перешеек, bahasa Ukraina:Перекопський перешийок) adalah sebidang tanah sempit yang menghubungkan Semenanjung Krimea dengan daratan utama Ukraina, terletak di antara Teluk Karkinit di barat dan Limbah Syvash di timur. Tanah genting ini memiliki panjang sekitar 30 kilometer dan lebar rata-rata 7 kilometer, serta menjadi satu-satunya jalur darat utama yang menghubungkan Krimea dengan Ukraina daratan.[1]

Etimologi

Nama “Perekop” berasal dari bahasa Slavia yang berarti “parit” atau “penggalian”, merujuk pada sistem pertahanan kuno yang dibangun di wilayah ini, dikenal sebagai Parit Tatar (bahasa Rusia:Татарский ров, bahasa Ukraina:Татарський рів), yang membentang dari pantai ke pantai di sepanjang tanah genting sebagai benteng alami dan buatan.[2]

Geografi

Tanah Genting Perekop merupakan jalur daratan sempit yang memisahkan Laut Hitam dan perairan dangkal Syvash. Kondisi geografisnya terdiri dari padang stepa kering dengan sedikit vegetasi. Wilayah ini juga dilalui oleh jalur jalan raya dan rel kereta api strategis yang menghubungkan kota Kherson di utara dengan Dzhankoi di Krimea. Pos pemeriksaan utama di perbatasan terletak di dekat kota kecil Armyansk, yang berada di sisi selatan tanah genting.[3]

Sejarah

Tanah Genting Perekop telah lama menjadi jalur strategis dan titik pertahanan penting dalam sejarah Krimea. Selama berabad-abad, wilayah ini menjadi pintu gerbang utama antara daratan Eropa Timur dan semenanjung Krimea.

Zaman kuno hingga Tatar Krimea

Pada masa kuno, tanah genting ini dikenal oleh bangsa Yunani sebagai Taphros dan oleh bangsa Latin sebagai Isthmus Taphrius. Benteng pertahanan pertama dibangun oleh penduduk lokal untuk melindungi wilayah Krimea dari invasi utara. Pada abad ke-15, setelah terbentuknya Khanat Krimea, tanah genting ini dijadikan garis pertahanan utama terhadap Kekaisaran Rusia dan Kekaisaran Polandia-Lituania. Khan Krimea memperkuat parit besar sepanjang tanah genting, yang kemudian dikenal sebagai Parit Perekop atau Parit Tatar.[4]

Era Kekaisaran Rusia

Pada tahun 1783, setelah aneksasi Krimea oleh Kekaisaran Rusia di bawah Kaisarina Katerina yang Agung, Tanah Genting Perekop menjadi bagian dari wilayah Taurida. Parit dan benteng lama sebagian besar dihancurkan, tetapi posisi strategisnya tetap penting bagi pertahanan selatan Rusia. Selama Perang Saudara Rusia (1918–1920), wilayah ini menjadi medan pertempuran penting antara Tentara Merah dan pasukan Gerakan Putih pimpinan Jenderal Pyotr Wrangel. Tentara Merah akhirnya menembus pertahanan Perekop pada November 1920 dalam pertempuran yang menentukan masa depan Krimea.[5]

Perang Dunia II

Selama Perang Dunia II, Perekop kembali menjadi lokasi strategis. Pada tahun 1941, pasukan Wehrmacht Jerman melancarkan serangan besar untuk menembus pertahanan Soviet di Perekop dan berhasil menguasai Krimea. Namun, pada tahun 1944 pasukan Tentara Merah merebut kembali tanah genting ini dalam Serangan Krimea (1944).[6]

Era modern

Sejak pembubaran Uni Soviet pada tahun 1991, Tanah Genting Perekop menjadi bagian dari Ukraina. Namun, sejak Aneksasi Krimea oleh Rusia 2014, wilayah ini menjadi titik perbatasan yang dijaga ketat antara Ukraina dan wilayah Krimea yang dikuasai Rusia. Tanah genting ini tetap memiliki nilai strategis baik secara militer maupun ekonomi, karena menjadi jalur utama pasokan ke dan dari Krimea.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Perekop Isthmus". Encyclopaedia Britannica. Diakses tanggal 27 Oktober 2025.
  2. ↑ Magocsi, Paul Robert (2010). A History of Ukraine: The Land and Its Peoples. University of Toronto Press. hlm. 214–215.
  3. ↑ "Armyansk border crossing". Ukrinform. Diakses tanggal 27 Oktober 2025.
  4. ↑ Fisher, Alan W. (1978). The Crimean Tatars. Hoover Institution Press. ISBN 9780817968010.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: checksum
  5. ↑ "Perekop-Chongar Operation (1920)". Great Soviet Encyclopedia. Diakses tanggal 27 Oktober 2025.
  6. ↑ Glantz, David M. (2019). The Soviet Strategic Offensive in the Crimea, 1944. Routledge. ISBN 9781138571803.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: checksum
  7. ↑ "The Perekop Isthmus: Crimea's Northern Gateway". OSW Centre for Eastern Studies. Diakses tanggal 27 Oktober 2025.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan