Minggu, 11 Oktober 2026
19:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Tan Swie Ling

Bagikan:
Tan Swie Ling
Lahir(1938-09-12)12 September 1938
Meninggal22 Januari 2019(2019-01-22) (umur 80)
AlmamaterUniversitas Res Publica
Dikenal karena

Tan Swie Ling (12 September 1938 – 22 Januari 2019)[1] adalah seorang aktivis di bidang sosial-politik dan hak asasi manusia di Indonesia. Pada masa Orde Baru di Indonesia, ia menjadi tahanan politik. Ia adalah seorang otodidak. Sejak tahun 1998, ia aktif dalam berbagai kegiatan pengatasan trauma masyarakat akibat dampak dari terjadinya Tragedi Mei 1998 yang menuai kerusuhan rasial. Pengembangan demokratisasi di Indonesia juga menjadi perhatian utamanya. Ia pernah mengasuh dan menjadi pemimpin redaksi majalah Sinergi Indonesia – media yang berkomitmen memajukan kehidupan kebhinekaan dan toleransi di Indonesia – ia juga aktif sebagai Ketua Umum Lembaga Kajian Sinergi Indonesia (LKSI).[1]

Karya

  • G30S 1965, perang dingin & kehancuran nasionalisme: pemikiran Cina jelata korban Orba (Depok: Komunitas Bambu, 2010)
  • Masa gelap Pancasila: wajah nasionalisme Indonesia (Depok: Ruas, 2014)

Referensi


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan