Selasa, 22 September 2026
10:42 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Tampui

Tampui

buahissudhsu

Tampui
250px-Baccaurea_macrocarpa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Malpighiales
Famili: Phyllanthaceae
Genus: Baccaurea
Spesies:
B. macrocarpa
Nama binomial
Baccaurea macrocarpa
Sinonim[1]
  • Baccaurea borneensis (Müll.Arg.) Müll.Arg.
  • Baccaurea griffithii Hook.f.
  • Mappa borneensis Müll.Arg.
  • Pierardia macrocarpa Miq.
250px-Baccau_macroc_F_070203_019_ime.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampui, Baccaurea macrocarpa
dari Muara Lawa, Kutai Barat

Tampui atau tampoi (Baccaurea macrocarpa) adalah sejenis buah dan pohonnya, anggota suku Phyllanthaceae (dulu: Euphorbiaceae). Buah ini masih sekerabat dengan menteng dan rambai, tetapi berukuran lebih besar dan berkulit lebih tebal. Juga dikenal dengan nama-nama lain seperti di Malaysia: merkeh (Kelantan); ngeke, lara, rambai, tampoi batang, tampoi, tampui. Di Sumatra: tampui daun, tampui bulan, tampui benar, tampoi saya; Bangka: medang, tampui. Di Kalimantan: Pasin; pegak (Dayak Tunjung); puak, tampoi (Iban); setai (Kenyah); jentikan (Kutai); tampoi (Kedayan); buah setei, empak kapur, kapul, terai. Dalam bahasa Inggris: Greater tampoi.[2]

Pemerian

250px-Baccaurea_macrocarpa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tajuk pohon
250px-Buah_Kapul_2.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebagai buah meja

Pohon kecil berumah dua (dioesis); tinggi hingga 27 m dan gemang hingga 64 cm, batang tampui kerap beralur-alur dalam hingga setinggi 5 m. Kadang-kadang berbanir kecil dan rendah.[2]

Daun-daun tersebar, daun penumpu panjang hingga 9 mm. Helaian daun jorong hingga bundar telur atau bundar telur sungsang, (7,2–)9–37 × 3,1–17,5 cm, bertangkai panjang hingga 14,5 cm. Perbungaan kebanyakan muncul pada cabang (ramiflory) atau pada batang (cauliflory), tandan bunga jantan panjang hingga 13 cm, yang betina hingga 18 cm, bercabang-cabang. Bunga-bunga berukuran kecil, yang jantan dengan diameter hingga 2 mm, hijau, kuning, atau putih; yang betina sedikit lebih besar hingga 4,5 mm.[2]

Buah-buah terangkai dalam tandan panjang hingga 15 cm, dengan tangkai setebal 4–6 mm. Berbentuk bulat atau hampir bulat, buah tampui merupakan buah kotak berdinding tebal mengayu, cokelat hingga kelabu di bagian luar, berukuran 30–65 × 34–75 × 34–75 mm. Berbiji (2–) 3–6 butir, yang tertutup oleh salut biji berwarna putih hingga kuning, kadang-kadang jingga.[2]

Kegunaan

250px-Baccau_macroc_F_070202_0134_ime.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buah, dijual di pasar Muara Lawa

Buahnya yang manis digemari orang dan dijual di pasar-pasar lokal. Kayunya kuat dan awet, sering dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.[3]

Penyebaran dan ekologi

Tampui menyebar di Semenanjung Malaya, Sumatra, dan Kalimantan.[3] Ditemukan tumbuh hingga ketinggian 1.600 m dpl., tumbuhan ini hidup liar di hutan-hutan dataran rendah, hutan riparian, hutan rawa, dan juga hutan sekunder, di atas tanah-tanah liat merah atau liat berpasir.[2] Tampui juga banyak ditanam di wanatani, bercampur dengan aneka tanaman buah dan kayu lainnya.

Catatan kaki

  1. "WCSP". World Checklist of Selected Plant Families. Diakses tanggal 5 Januari 2022.
  2. 1 2 3 4 5 Haegens, R.M.A.P. 2000. Taxonomy, Phylogeny, and Biogeography of Baccaurea, Distichirhops, and Nothobaccaurea (Euphorbiaceae). Blumea Suppl. 12: 1—216. (Petikan).
  3. 1 2 Jansen, P.C.M., J. Jukema, L.P.A. Oyen & T.G. van Lingen. 1991. Baccaurea macrocarpa Muell. Arg.[pranala nonaktif permanen] [Internet] Record from Proseabase. Verheij, E.W.M. and Coronel, R.E. (Editors). PROSEA (Plant Resources of South-East Asia) Foundation, Bogor, Indonesia. Diakses pada: 06-Feb-2010 (arsip internet)

Bacaan lanjut

  • Akhmadi, N.R. & Sumarmiyati. (2015). "Eksplorasi dan karakterisasi buah kapul (Baccaurea macrocarpa) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur". Pros. Sem. Nas. Masy. Biodiv. Indon. Vol. I(4): 923-929. Diakses 08/02/2022

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Baccaurea macrocarpa.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan